Sukses

Merasa Kasihan, Wanita Ini Rela Rambutnya Jadi Sarang Burung Selama 3 Bulan

Liputan6.com, Jakarta Burung terbiasa membuat sarang di pepohonan yang membuatnya nyaman. Menggunakan daun kering hingga ranting, berbagai jenis burung menghangatkan tubuhnya juga telur maupun bayi burung. Namun apa jadinya jika burung pipit yang membangun sarang di rambut seorang wanita. 

Kisah ini disampaikan langsung oleh Hannah Bourne Taylor asal Inggris. Bersama sang kekasih, Robin ia menemukan kejadian unik saat melakukan pemotretan di alam liar. Seekor anak burung keluarga finch atau burung pipit tertinggal dari kawanannya. 

"Dia ditinggalkan oleh kawanannya, sarangnya tertiup angin dari pohon mangga. Matanya tertutup rapat dan dia gemetaran, terlalu muda untuk bertahan hidup sendirian,” ujar Hannah melansir dari The Guardian. 

Tanpa berpikir panjang, ia memutuskan untuk merawatnya. Menempatkannya di kardus, membuatnya hangat, hingga menjaganya setiap saat.

Uniknya, sang burung tahu tempat ternyaman. Tanpa disadari, burung pipit mungil itu melompat naik ke rambut panjang Hannah. Seakan mirip daun rerumputan, rambut Hannah dibuat sarang burung pipit.

Berikut Liputan6.com merangkum kisahnya melansir dari The Guardian, Rabu (30/3/2022).

2 dari 4 halaman

Merasa Kasihan

Usia burung yang masih kecil membutuhkan waktu sekitar 84 hari untuk bisa terbang bebas ke alam liar. Hal ini membuat Hannah merasa tak tega melihat burung pipit yang ditinggalkan kawannya. Bahkan ia mengaku sejak hari pertama, Hannah merasa menjadi ibu pengganti bagi burung pipit.

"Sejauh yang dia ketahui, saya adalah ibunya. Selama 84 hari berikutnya, anak burung itu hidup dalam diri saya. Kami menjadi tak terpisahkan. Dia akan terbang di sampingku, atau menempel padaku saat aku pergi dari kamar ke kamar di rumah, saat kami berjalan di padang rumput atau saat aku mengemudi. Dia akan beristirahat di tanganku,” ungkap Hannah. 

3 dari 4 halaman

Merajut Helaian Rambut

Saat mulai bisa merangkak dan terbang ringan, bayi burung pipit ini menemukan tempat ternyaman di rambut Hannah. Saat itulah burung pipit merajut helaian rambutnya menjadi sarang. 

""Setiap hari, dia membuat 'sarang' kecil di rambut saya. Dia menyelipkan dirinya di bawah tirai rambut dan merajut helaian individu dengan paruhnya, memahatnya menjadi lingkaran kunci anyaman, menyerupai sarang kecil, lalu menetap di dalamnya,” terang Hannah.

Saat rambut Hannah terurai, burung pipit lantas membuatnya di keesokan harinya.

4 dari 4 halaman

Dilepas Liarkan

Akhirnya, kawanan burung finch kembali ke daerah itu, dan setelah dia membangun kekuatan yang cukup, Hannah memutuskan bahwa dia merasa sudah waktunya untuk membiarkannya melebarkan sayapnya.

"Membesarkannya mengajari saya bagaimana hidup di masa sekarang dan mengubah saya untuk selamanya."