Sukses

Niat Mandi Haid dan Tata Caranya, Ketahui Hukum dan Amalannya

Liputan6.com, Jakarta Niat mandi haid harus dibaca ketika hendak mensucikan diri setelah haid. Mandi haid yang dimaksud di sini adalah mandi wajib untuk menghapus hadas besar usai haid. Haid merupakan bentuk hadas besar yang harus disucikan untuk bisa kembali melakukan ibadah.

Dalam praktiknya, niat mandi haid berbeda dengan niat mandi wajib secara umum. Perempuan bisa menggunakan niat mandi haid ini ketika akan mmandi wajib. Niat mandi haid lah yang membedakan mandi ini dengan mandi yang lain. Ini sebabnya penting mengetahui niat mandi haid.

Selain niat mandi haid, penting juga mengetahui tata cara mandi wajib. Tata cara mandi wajib harus memenuhi rukun dan persyaratan yang telah ditentukan. Berikut niat mandi haid, tata cara, dan hukumnya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu(13/4/2022).

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 6 halaman

Hukum mandi haid

Kondisi haid yang menjadi hadas besar dijelaskan dalam surah surah Al-Baqarah ayat 222 yang artinya:

"Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah, “Itu merupakan sesuatu yang kotor.” Sebab itu jauhilah istri pada waktu menstruasi atau haid dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah (melakukan hubungan suami isteri) mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya, Allah menyukai orang yang bertaubat dan yang menyucikan dirinya." (QS. Al Baqarah:222).

Hukum mandi haid sudah diperintahkan oleh Allah SWT dalam Al Qur'an yaitu Surat Al Maidah dan An-Nisa'. Dalam ayat ini, Allah berfirman:

"Dan jika kamu junub, maka mandilah." (QS. Al Maidah: 6).

Dalam surat An-Nisa', Allah SWT juga menyuruh umat Muslim mandi junub jika dalam keadaan junub.

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu salat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekadar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun." (QS. An-Nisa': 43).

 

3 dari 6 halaman

Niat mandi haid

Niat mandi haid berbeda dengan niat mandi wajib secara umum. Niat mandi wajib haid ini bisa dibaca sebelum memulai mandi wajib. Berikut niatnya:

"Bismillahi Rahmani Rahim Nawaitul Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbar Minal Haidi Fardlon Lillahi Ta’ala"

Artinya:

Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari haidl, fardlu karena Allah Ta’ala.

Niat Secara Umum

Niat ini merupakan niat umum yang bisa dibaca oleh perempuan yang sedang dalam kondisi hadas besar. Berikut niatnya:

"Bismillahi Rahmani Rahim Nawaitul Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbar Minal Janabati Fardlon Lillahi Ta’ala"

Artinya:

Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari jinabah, fardlu karena Allah Ta’ala

Niat mandi wajib setelah nifas

Bismillahi Rahmani Rahim Nawaitu Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbar Minan Nifasi Fardlon Lillahi Ta’ala

Artinya:

Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari nifas, fardlu karena Allah Ta’ala.

4 dari 6 halaman

Tata cara mandi haid untuk perempuan

Berikut tata cara mandi wajib untuk perempuan:

1. Membaca niat mandi wajib

2. 2. Membasuh tangan sampai 3 kali. Hal ini bertujuan agar tangan bersih dan terhindar dari najis.

3. Membersihkan bagian tubuh yang dianggap kotor dan tersembunyi menggunakan tangan kiri. Bagian tubuh yang biasanya kotor dan tersembunyi tersebut adalah bagian kemaluan, dubur, bawah ketiak, pusar dan lain–lain.

4. Mengulangi mencuci kedua tangan. Setelah membersihkan bagian tubuh yang kotor dan tersembunyi, tangan perlu dicuci ulang.

5. Berwudhu seperti tata cara wudhu saat hendak salat.

6. Mengguyur kepala dengan air sebanyak 3 kali hingga basah semua. Perbedaan antara tata cara mandi junub perempuan dan laki-laki terletak di sini. Saat membasuh keseluruhan rambut, perempuan tidak harus menguraikan rambutnya. Perempuan bisa cukup menyela kepala dengan air tiga kali dan mengguyurnya.

7. Mengguyur tubuh dengan air, yang dimulai dari sisi kanan kemudian dilanjutkan dengan sisi kiri masing-masing 3 kali.

8. Pastikan seluruh anggota tubuh dibersihkan dari kotoran-kotaran.

5 dari 6 halaman

Cara mendekatkan diri pada Allah saat haid

Berzikir

Dzikir merupakan amal ibadah yang dianjurkan siapapun dan kapan pun. Jenis-jenis dzikir pun ada banyak, wanita yang sedang haid bisa mengucapkan berbagai kalimah thayyibah seperti tasbih, tahmid, takbir, tahlil dan lainnya. Dzikir juga bisa dilakukan untuk memohon pengampunan pada Allah dengan beristighfar dan bertobat.

Berdoa

Sama dengan berzikir, berdoa biasa dilakukan siapa pun dan kapan pun. Doa bisa mengandung ikhtiar untuk mendekatkan diri pada Allah. Wanita yang sedang dalam keadaan junub diperbolehkan membaca doa apa saja karena tidak masuk dalam larangan saat haid. Saat haid wanita masih bisa mengamalkan doa harian seperti al-Matsurat. Al-Matsurat merupakan kumpulan doa harian yang diamalkan Rasulullah.

Bersalawat

Selain berdoa dan berzikir, cara mendekatkan diri kepada Allah saat haid lainnya adalah bersalawat. Salawat adalah bukti cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Salawat adalah sebab turunnya rahmat, pengampunan, dan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT. Salawat tidak dilarang saat haid dan bisa dilakuakan kapanpun.

Mendengarkan lantunan Al-Qur'an

Amalan penuh pahala bagi wanita haid selanjutnya adalah mendengarkan lantunan Al-Qur'an. Meski tidak diperbolehkan membaca Al'Qur'an, wanita yang haid tetap dianjurkan untuk mendengarnya. Dengan tetap mendengar lantunan ayat suci, hati wanita haid akan selalu dekat dengan Allah. Ini sesuai dengan hadis riwayat Ibnu Majah. Dari Aisyah Ra ia berkata, " Rasulullah SAW meletakkan kepalanya di pangkuanku saat aku sedang haid, dan ia membaca Alquran."

Mendengarkan tausiyah

Wanita haid diperbolehkan mendatangi kajian-kajian keagamaan. Dengan mendengarkan kajian-kajian agama, wanita haid akan senantiasa dekat hatinya dengan Allah. Mendengarkan tausiyah juga bisa didapat dari siaran radio, TV, atau streaming.

6 dari 6 halaman

Cara mendekatkan diri pada Allah saat haid

Menuntut ilmu

Mencari ilmu merupakan amalan penuh pahala bagi wanita haid yang bisa dilakukan dengan mudah. Belajar dan mencari ilmu dalam konteks ini bisa berlaku untuk seluruh disiplin ilmu pengetahuan, baik keagamaan maupun pengetahuan umum. Yang lebih utama yaitu ilmu yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Bersedekah

Cara mendekatkan diri kepada Allah saat haid seanjutnya adalah bersedekah. Amalan satu ini bisa dilakukan kapan pun dan dalam keadaan apa pun. Memperbanyak sedekah bisa dengan berbagai cara. Mulai dari memberi santunan kepada fakir miskin, anak yatim hingga hanya menebar senyuman kebaikan.

Bersilaturahmi

Bersilaturahmi menjadi salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah saat haid yang paling mudah. Bersilaturahmi dengan saudara, teman, dan kerabat bisa menambah pahala dan membuka pintu rezeki sesama umat. Bersilaturahmi bisa dilakukan dengan mengunjungi kerabat, bertemu teman, atau melakukan kegiatan sosial.

Memberi Makan Orang yang Berpuasa

Saat bulan Ramadan, wanita haid dilarang untuk berpuasa. Namun, wanita haid tetap bisa mendapatkan kemuliaan bulan Ramadan dengan memberi makan orang yang berpuasa. Menyiapkan hidangan berbuka puasa atau memberi makan orang berpuasa menjadi salah satu amalan penuh pahala bagi wanita haid di bulan Ramadhan. Nilainya bahkan setara dengan orang berpuasa.

Menghadiri Salat Hari Raya

Saat hari raya tiba, wanita haid tidak diperbolehkan melaksanakan salat hari raya. Namun, mereka tetap disunahkan untuk keluar menghadiri salat id. Wanita yang sedang haid disunahkan untuk duduk di belakang menjauhi tempat salat dan mendengarkan khutbah id.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.