Sukses

Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan Badan, Perhatikan Aturannya

Liputan6.com, Jakarta Cara mandi wajib merupakan bagian penting meyucikan diri bagi umat Islam. Orang yang dalam keadaan hadas besar diharamkan untuk beribadah kecuali sudah mandi wajib. Cara mandi wajib yang benar harus dilakukan setelah hubungan seksual, keluarnya mani, menstruasi, atau melahirkan (nifas).

Salah satu kondisi yang mengharuskan cara mandi wajib adalah setelah berhubungan badan. Cara mandi wajib setelah berhubungan badan disebut juga Ghusl Al-Janaabah. Ada aturan tertentu yang harus diikuti seorang Muslim saat melakukan mandi wajib.

Secara umum, cara mandi wajib sama dalam semua kondisi hadas besar. Cara mandi wajib ini berlaku bagi perempuan maupun laki-laki. Berikut cara mandi wajib setelah berhubungan badan, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis(14/4/2022).

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 6 halaman

Mandi wajib setelah berhubungan badan

Dalam hukum Islam, hubungan badan didefinisikan sebagai penetrasi ke dalam vagina atau anus wanita. Mandi wajib diharuskan meski tidak terjadi penetrasi penuh atau keluarnya air mani. Dalam hal ini, seseorang sedang dalam keadaan hadas besar.

Seseorang tidak boleh salat, memegang dan membaca Al-Quran, melakukan haji/umroh, berpuasa, itikaf, dan jenis ibadah suci lainnya jika belum melakukan mandi wajib. Perintah mandi wajib sudah diperintahkan oleh Allah SWT dalam Alquran yaitu Surat Al Maidah dan An-Nisa'.

Allah SWT berfirman,

"Dan jika kamu junub, maka mandilah." (QS. Al Maidah: 6).

Dalam surat An-Nisa', Allah SWT juga menyuruh umat Muslim mandi wajib jika dalam keadaan junub.

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu salat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekadar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun." (QS. An-Nisa': 43).

3 dari 6 halaman

Niat mandi wajib setelah berhubungan badan

Berikut adalah bacaan doa mandi wajib setelah berhubungan badan sesuai sunnah;

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf 'il hadatsil abkari minal jinabati fardhal lillaahi ta'aala.

Artinya: "Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari jinabat, fardhu karena Allah Ta'ala."

4 dari 6 halaman

Aturan mandi wajib

Melansir Zamzam, ada aturan tertentu yang harus diikuti seorang Muslim dalam tata cara mandi wajib. Seseorang harus mandi di tempat pribadi tanpa menghadap ke arah kiblat dan dalam posisi duduk atau berdiri. Juga dikatakan bahwa seseorang harus menggunakan air yang cukup dan menahan diri dari berbicara saat melakukan ritual mandi.

Juga, disarankan untuk melepas semua aksesori sebelum memulai mandi. Dengan cara ini tidak ada bagian tubuh yang akan dibiarkan kering. Sumber air yang dapat digunakan untuk bersuci adalah air sumur, air hujan, air es yang mencair, mata air, sungai atau air laut dan air dari kolam atau bak besar. Dilarang menggunakan air najis atau kotor untuk mandi wajib.

5 dari 6 halaman

Langkah cara mandi wajib sesuai sunah

Berikut tata cara mandi wajib yang benar:

1. Baca niat dan Bismillah

2. Bilas tangan tiga kali

3. Cuci bagian pribadi dan bagian tubuh yang tertutup lainnya secara menyeluruh.

4. Berwudu seperti biasa

5. Cuci kepala sampai bersih sehingga air mencapai kulit kepala. Laki-laki juga harus membersihkan jenggot mereka secara menyeluruh.

6. Cara mandi wajib untuk perempuan termasuk mencuci rambut secara menyeluruh, dan jika rambut tidak digelung, maka penting untuk mencucinya sampai ke akarnya. Jangan tinggalkan sehelai rambut pun, jika tidak mandi dianggap batal. Tetapi, jika seorang perempuan memiliki rambut yang digelung, maka tidak perlu membukanya, cukup basahi akar setiap rambutnya.

7. Mulai dari sisi kanan, tuangkan air ke seluruh tubuh. Lakukan hal yang sama di sisi kiri dan kemudian seluruh tubuh. Lakukan ini masing-masing tiga kali dan pastikan tidak ada area yang tersisa kering dan gosok tangan secara menyeluruh ke seluruh tubuh saat mencuci.

8. Setelah mandi, menjauhlah dari area tersebut dan basuh kaki kanan dan kemudian kaki kiri. Namun, jika kaki telah dicuci selama proses tersebut, maka tidak perlu mencucinya lagi.

9. Keringkan tubuh Anda dengan handuk bersih.

6 dari 6 halaman

Makruh saat mandi wajib

Ada hal-hal yang dimakruhkan ketika sedang mandi wajib. Makruh adalah suatu perkara yag jika dilakukan tidak akan mendapat dosa, namun jika ditinggalkan akan mendapat pahala. Aktivitas yang berstatus hukum makruh dilarang namun tidak terdapat konsekuensi bila melakukannya. Berikut yang dimakruhkan saat mandi wajib:

- Mandi di tempat di mana siapa pun mengawasi. Mandi harus dilakukan di tempat yang sangat privasi.

- Mandi sambil mengarah kiblat

- Berbicara

- Mandi yang berlawanan dengan rukun mandi wajib

- Membaca doa selain bismillah dan niat

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.