Sukses

Tidak Meninggalkan Bekas di Kain, Ini 6 Fakta Menarik Sidik Jari Manusia

Liputan6.com, Jakarta Sidik jari punya banyak manfaat di era digital ini. Salah satunya fitur dompet digital yang saat ini banyak menghadirkan fitur biometrik sidik jari untuk melakukan verifikasi transaksi. Semakin maju teknologi, makin banyak pula ponsel yang dilengkapi dengan pemindai sidik jari alias fingerprint scanner. Bahkan tak hanya ponsel kelas premium, namun ponsel kelas menengah pun sudah mengusung teknologi itu.

Mesin absensi sidik jari juga sudah banyak digunakan di perkantoran yang memiliki banyak karyawan. Dari sana kita tahu bahwa peran sidik jari menjadi sangat vital. Terlebih dalam penyelidikan forensik. Penanda identitas yang unik ini sangat ideal untuk menuntun para petugas keadilan mencari sosok pelaku kejahatan.

Misalnya pada kasus korban kecelakaan. Meski tidak dapat diidentifikasi, sidik jari adalah jawaban untuk mengungkap informasi korban. Mengutip portal resmi MyHealth, pola permukaan sidik jari memiliki fitur unik yang terbentuk sebelum lahir dan tetap ada hingga seseorang meninggal dan membusuk.

Keunikan ini juga memungkinkan sidik jari digunakan sebagai metode identifikasi yang efektif. Dilansir dari Siakap Keli, berikut ini Liputan6.com ulas 6 fakta menarik tentang sidik jari yang mungkin belum Anda ketahui, Selasa (26/4/2022).

2 dari 7 halaman

1. Sudah terbentuk dari dalam rahim

Sidik jari sudah terbentuk sempurna sejak manusia dalam kandungan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantara faktor tersebut adalah nilai gizi, tekanan darah, posisi janin dalam kandungan dan juga kecepatan pertumbuhan jari tangan dalam kandungan.

3 dari 7 halaman

2. Sidik jari setiap manusia berbeda-beda

Karena sudah terbentuk sejak dalam kandungan, sidik jari setiap orang berbeda-beda. Dikatakan demikian karena nutrisi. Nutrisi dan gen yang terbentuk dari setiap bayi dalam kandungan tentunya memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda-beda. Tidak perlu repot-repot membedakan sidik jari Anda dengan orang lain, cukup bedakan sidik jari kanan dan kirimu, itu pasti berbeda.

4 dari 7 halaman

3. Bantu menggenggam sesuatu

Kemampuan menggenggam suatu benda disebabkan oleh daya tarik telapak tangan seseorang. Meski demikian, sebenarnya juga didukung oleh kemampuan sidik jari. Secara biologis, sidik jari memiliki fungsi untuk meningkatkan kekuatan tangan saat menggenggam suatu benda.

Dengan sidik jari, benda yang Anda pegang tidak akan mudah jatuh. Hal ini dikarenakan fungsi dari sidik jari itu sendiri yaitu dapat membuat permukaan jari menjadi kasar sehingga terjadi retensi yang membuat seseorang dapat memegang suatu benda.

5 dari 7 halaman

4. Tidak meninggalkan bekas pada kain

Sidik jari dapat ditempelkan pada benda-benda seperti pisau, botol air minum dan lain sebagainya. Oleh karena itu, jika terjadi sesuatu yang tidak terduga, maka pihak yang berwenang hanya perlu memeriksa sidik jari untuk mengungkap siapa pelakunya. Namun, rupanya sidik jari tidak meninggalkan bekas di semua permukaan benda seperti kain. Sidik jari tidak bisa menempel di permukaannya.

Hal ini dikarenakan sidik jari meninggalkan bekas dengan menghilangkan minyak alami. Ini adalah minyak yang meninggalkan kesan di permukaan objek. Sedangkan pada permukaan kain memiliki sifat menyerap cairan sehingga minyak yang seharusnya menempel pada sidik jari diserap oleh kain.

6 dari 7 halaman

5. Tidak bisa berubah

Bahkan seiring bertambahnya usia, sidik jari tidak akan pernah berubah. Karena itulah banyak orang melakukan proses identifikasi sidik jari terlebih dahulu yang bertujuan untuk menjaga keamanan datanya.

7 dari 7 halaman

6. Sidik jari manusia mirip dengan sidik jari koala

Tahukah kamu jika koala dan manusia punya pola sidik jari yang mirip? Bedanya, koala memiliki dua ibu jari di setiap tangannya. Jadi jika ada dua koala yang masuk ke suatu tempat dan merusak barang-barang, maka akan terlihat seperti ada empat orang manusia yang melakukannya.