Sukses

Bacaan Sholat Gerhana Bulan, Niat, Doa, dan Tata Caranya

Liputan6.com, Jakarta Bacaan sholat gerhana bulan penting diketahui. Sholat gerhana merupakan sholat sunah yang dilakukan ketika ada gerhana bulan ataupun matahari. Sama seperti sholat lainnya, ada niat, tata cara, dan doa yang harus diamalkan.

Malam 6 Mei 2022 nanti akan ada gerhana bulan penuh super blood moon. Ini merupakan satu-satunya gerhana bulan penuh pada tahun 2022. Pada momen ini, bumi akan berada tepat di antara matahari dan bulan.

Setelah melaksanakan sholat gerhana, ada bacaan sholat gerhana yang bisa dibaca. Seperti apa saja bacaan sholat gerhana bulan? Berikut bacaan sholat gerhana dan tata caranya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin(16/5/2022).

2 dari 5 halaman

Niat sholat gerhana bulan

Niat untuk imam

‘Usholli sunnatal khusuufi rokataini imaaman lillahi ta'alaa’.

Artinya: " Aku niat shalat gerhana bulan dua rakaat sebagai imam karena Allah ta'ala."

Niat makmum

‘Usholli sunnatal khusuufi rok'ataini ma'muuman lillahi ta'aalaa’.

Artinya: " Aku niat shalat gerhana bulan dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."

Niat sholat gerhana bulan sendirian

‘Usholli sunnatal khusuufi rok'ataini lillahi ta'alaa’

Artinya: " Aku niat shalat gerhana bulan dua rakaat karena Allah Ta'ala."

3 dari 5 halaman

Tata cara sholat gerhana bulan

Berikut tata cara gerhana bulan:

1. Niat

2. Takbiratul Ihram.

3. Membaca surat Al Fatihah dan surat lainnya. Disunnahkan surat yang panjang.

4. Ruku'. Disunnahkan waktu ruku' lama, seperti waktu berdiri.

5. Berdiri lagi kemudian membaca Al Fatihah dan surat lainnya. Disunnahkan lebih pendek daripada sebelumnya.

6. Ruku' lagi. Disunnahkan waktunya lebih pendek dari ruku pertama.

7. I'tidal.

8. Duduk di antara dua sujud.

9. Sujud kedua.

10. Berdiri lagi (rakaat kedua), membaca surat Al Fatihah dan lainnya

11. Ruku'. Disunnahkan waktu ruku' lama, seperti waktu berdiri.

12. Berdiri lagi kemudian membaca Al Fatihah dan surat lainnya.

13. Ruku' lagi. Disunnahkan waktu ruku' lebih pendek dari ruku' pertama.

14. I'tidal

15. Sujud

16. Duduk di antara dua sujud.

17. Sujud kedua.

18. Duduk Tahiyah akhir.

19. Salam.

Jika sholat gerhana bulan ini dilakukan berjamaah di masjid, maka dianjurkan untuk para makmum mendengarkan khutbah dari imam. Namun jika sholat sendirian di rumah, maka tidak perlu berkhutbah.

4 dari 5 halaman

Bacaan doa sholat gerhana bulan

Setelah salam, dianjurkan untuk membaca bacaan doa sholat gerhana bulan. Berikut doa setelah sholat gerhana:

Wama ya'zubu 'arrabbika min mitzqoli dzarratin fil ardli wa la fis samaa i wa la ashghara min dzalika wa man akbara illa fi kitaabim mubin.

Artinya: " Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)."

Bacaan doa sholat gerhana bulan lainnya yang bisa dibaca adalah:

"Alhamdulillah hamdan daaiman toohiron thoyyiban mubarokan fiih. Mil’ussamawati wa mil’ul ardhi wa mil’u maa baina huma, wa mil’u maa syi’ta min syai’in ba’du. Ahaqqo maa qoolal abdu, wa kunna laka abdun.”

Artinya: “Segala puji bagi Allah, pujian murni, baik dan diberkati-Nya. Yang memenuhi langit dan memenuhi bumi dan memenuhi apa yang ada di antara mereka dan mengisi apa pun yang Anda inginkan. (Dia) yang paling berhak memanggil hamba dan kami semua adalah hamba.”

5 dari 5 halaman

Perintah sholat gerhana bulan

Hukum sholat gerhana adalah sunnah muakkad. Hukum ini didukung oleh mayoritas ulama. Anjuran sholat gerhana didasarkan pada firman Allah Surat Fushilat ayat 37:

“Sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Jangan kalian bersujud kepada matahari dan jangan pula pada bulan, tetapi bersujudlah kalian kepada Allah yang menciptakan semua itu, jika kamu hanya menyembah-Nya.”

Selain itu, anjuran sholat gerhana juga didukung oleh hadis berikut:

“Sungguh gerhana matahari dan bulan tidak terjadi sebab mati atau hidupnya seseorang, tetapi itu merupakan salah satu tanda kebesaran Allah. Karenanya jika kalian melihat gerhana matahari dan gerhana bulan, bangkitlah dan sholatlah kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ketentuan sholat gerhana bulan

Berikut ketentuan sholat gerhana bulan adalah:

1. Memastikan terjadinya gerhana bulan atau matahari terlebih dahulu.

2. Sholat gerhana dilakukan saat gerhana sedang terjadi.

3. Sebelum sholat, jamaah dapat diingatkan dengan ungkapan, “ as-Shalatu jami'ah.”

4. Dalam sholat gerhana tidak ada adzan dan iqamah.

5. Niat melakukan sholat gerhana matahari (kusufus syams) atau gerhana bulan (khusuful qamar), menjadi imam atau ma’mum.

6. Sholat gerhana dilakukan sebanyak dua rakaat.

7. Setiap rakaat terdiri dari dua kali rukuk dan dua kali sujud.

8. Setelah rukuk pertama dari setiap rakaat membaca Al-Fatihah dan surat kembali.

9. Pada rakaat pertama, bacaan surat pertama lebih panjang daripada surat kedua. Demikian pula pada rakaat kedua, bacaan surat pertama lebih panjang daripada surat kedua.

10. Setelah sholat disunahkan untuk berkhutbah.

11. Umat muslim yang hendak menjalankan sholat gerhana disunahkan mandi, berdoa, membaca takbir, dan sedekah.

12. Sunah membaca surat Al Baqarah atau yang semacamnya pada rakaat pertama. Kemudian membaca surat Al-Imran pada berdiri berikutnya

13. Sunnah membaca tasbih pada rukuk dan sujud dengan dipanjangkan.

14. Sunnah membaca dengan jahr (jelas) pada gerhana bulan dan Sirr (pelan) pada gerhana matahari.