Sukses

Contoh Teks Negosiasi Beserta Strukturnya yang Perlu Dipahami

Liputan6.com, Jakarta Contoh teks negosiasi perlu kamu kenali agar bisa lebih memahaminya. Negosiasi sendiri adalah cara untuk menawarkan sesuatu, mendapatkan persetujuan, atau untuk menyelesaikan suatu konflik. Bentuk teks negosiasi biasanya berupa percakapan negosiasi dalam bahasa Indonesia. 

Teks negosiasi merupakan teks yang bertujuan untuk mencapai hasil kesepakatan terbaik anta kedua belah pihak. Negosiasi yang efektif merupakan suatu metode di mana suatu perbedaan dapat diselesaikan.

Contoh teks negosiasi bisa kamu kenali dari percakapan tawar-menawar harga hingga diskusi dalam rapat. Suatu penawaran, pengajuan, ataupun persetujuan merupakan isi dari teks negosiasi. Mencapai kompromi dan kesepakatan sambil menghindari argumen dan perselisihan biasanya adalah pada proses dalam teks negosiasi.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (17/5/2022) tentang contoh teks negosiasi.

2 dari 6 halaman

Mengenal Teks Negosiasi

Sebelum memahami contoh teks negosiasi, kamu perlu mengenali pengertiannya terlebih dahulu. Dalam bahasa Indonesia, pengertian teks negosiasi adalah teks yang di dalamnya terdapat proses negosiasi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), negosiasi adalah adalah proses tawar-menawar dengan jalan berunding untuk memberi atau menerima guna mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak dengan pihak lainnya.

Jadi, pengertian teks negosiasi adalah teks yang di dalamnya berisi proses untuk mencapai suatu perjanjian atau kesepakatan antara kedua belah pihak untuk memenuhi kepuasan pihak yang bersangkutan dalam elemen tertentu seperti kerjasama dan kompetisi.

Tujuan teks negosiasi ini adalah untuk mencapai kesepakatan yang memiliki kesamaan persepsi, saling pengertian, dan persetujuan. Kemudian, untuk mencapai penyelesaian atau jalan keluar dari masalah yang dihadapi secara bersama, serta mencapai kondisi saling menguntungkan dan tidak ada yang dirugikan (win-win solution).

3 dari 6 halaman

Ciri-Ciri Teks Negosiasi

Ciri-ciri teks negosiasi adalah sebagai berikut:

- Bertujuan menentukan solusi dan menjadi sarana penyelesaian masalah bersama.

- Menghasilkan kesepakatan atau perjanjian.

- Menghasilkan penyelesaian yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

- Memprioritaskan atau menitikberatkan pada kepentingan bersama.

- Memiliki tujuan praktis, yaitu sebagai media penghasil kesepakatan yang dapat diterima oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

4 dari 6 halaman

Struktur Teks Negosiasi

Contoh teks negosiasi tentunya perlu menerapkan struktur-struktur tertentu sesuai aturan. Teks negosiasi terbagi dalam struktur yang sistematis, yaitu sebagai berikut:

- Orientasi. Orientasi adalah pembukaan atau awalan dari percakapan sebuah negosiasi. Biasanya berupa kata salam, sapa dan sebagainya.

- Permintaan. Permintaan berisi di mana pihak yang ingin tahu menanyakan suatu barang atau permasalahan yang dihadapi.

- Pemenuhan. Dalam bagian pemenuhan, pihak yang terkait memberitahukan mengenai barang atau obyek agar orang yang diajak interaksi oleh pihak tersebut menjadi lebih paham.

- Penawaran. Penawaran merupakan puncak dari negosiasi karena terjadi proses tawar menawar pihak satu dengan pihak yang lain untuk mendapat sebuah kesepakatan yang menguntungkan satu sama lain.

- Persetujuan. Persetujuan merupakan kesepakatan atas hasil penawaran dari kedua belah pihak.

- Penutup. Penutup adalah cara mengakhiri sebuah percakapan antara kedua pihak untuk menyelesaikan suatu proses interaksi dalam negosiasi.

5 dari 6 halaman

Contoh Teks Negosiasi 1

Contoh teks negosiasi perlu kamu kenali agar lebih memaehami teks satu ini. Contoh teks negosiasi biasanya dapat kamu temui pada tawar menawar dalam membeli sesuatu. Contoh teks negosiasi satu ini terdapat pada teks saat menawar harga buku, yaitu sebagai berikut:

Anak : Permisi, selamat siang!

Penjaga : Iya, selamat siang juga, ada yang bisa saya bantu, Nak?

Anak : Saya sedang mencari novel Siti Nurbaya, apakah ada, Pak?

Penjaga : Sudahkah mencari di rak novel?

Anak : Sudah Pak, tetapi tidak ada.

Penjaga : Baiklah, saya coba carikan di gudang. Silakan tunggu di ruang tunggu, ya!

Anak : Baik Pak, terima kasih.

Tak berapa lama kemudian.

Penjaga : Kebetulan saya cari di gudang masih tersisa satu, ini bukunya”.

Anak : Berapa harga buku ini, Pak?

Penjaga : Rp. 58.000 saja, Nak.

Anak : Harga itu terlalu mahal untukku, Pak, bolehkan saya menawar?

Penjaga : Boleh, silakan saja.

Anak : Rp 45.000 saja Pak?

Penjaga : Buku ini sudah langka, jadi harga segitu terlalu murah.

Anak : Uang saya tidak cukup, bagaimana kalau Rp 48.000 saja? Saya harap Bapak mau membantu. Ini untuk tugas sekolah saya.

Penjaga : Kalau harga serendah itu belum bisa, Nak. Bagaimana kalau Rp 55.000 saja? Itu sudah termasuk murah. Mungkin kalau kamu cari di toko buku lain tidak akan ada lagi.

Anak : Tapi uang saya hanya Rp 50.000.

Pejaga : Begini saja, saya akan berikan buku ini seharga Rp 50.000. Bagaimana?

Anak : Baiklah Pak! Saya beli bukunya.

Penjaga : Ini bukunya.

Anak : Ini uangnya pas ya Pak, terima kasih sudah membantu saya.

Penjaga : Iya, sama-sama. Terima kasih juga telah membeli buku di toko saya.

Anak : Selamat siang, Pak.

Penjaga : Selamat siang.

6 dari 6 halaman

Contoh Teks Negosiasi 2

Contoh teks negosiasi juga bisa kamu temui pada saat rapat atau diskusi. Kamu bisa memahami contoh teks negosiasi dari diskusi acara akhir tahun sekolah berikut ini:

Dua siswa sekolah menengah sedang berdiskusi menentukan acara akhir tahun sekolah. Mereka saling mengeluarkan pendapat mengenai jenis acara apa yang paling baik dilaksanakan untuk acara akhir tahun. Ketika itu, seorang guru datang menengahi kedua siswa tersebut. Diskusi pun berakhir dengan keputusan pengambilan suara terbanyak.

Salman : Bagaimana, ya, acara akhir tahun ini kita belum memutuskan akan mengadakan acara apa.

Husna : Ya, benar.

Salman : Aku pikir, acara akhir tahun nanti lebih baik mengadakan bazaar dan kreasi seni saja. Kemudian diselingi dengan band sekolah dan kegiatan seni lainnya.

Husna : Tapi, sebagian teman yang lain menginginkan untuk pergi karya wisata ke luar kota. Selain bisa refreshing, kita bisa menambah pengetahuan tentang tempat yang akan kita kunjungi.

Salman : Loh, kalau pergi berwisata, bukankah akan mengeluarkan biaya yang lebih banyak?

Husna : Menurutku itu sepadan dengan apa yang kita dapatkan ketika berwisata. (Seketika itu, datang seorang guru)

Guru : Ada apa ini, tampaknya diskusi kalian seru sekali?

Salman : Eh, iya, Pak. Selamat siang, Pak! Silakan duduk. Begini, Pak. Kami sedang mendiskusikan untuk acara akhir tahun nanti. Saya mengusulkan untuk mengadakan bazaar, kreasi seni, dan diselingi dengan band sekolah. Menurut saya itu lebih menghemat biaya, tetapi tetap mengasyikkan.

Husna : Ya, Pak, sedangkan saya mengusulkan pergi karya wisata ke luar kota. Itu atas usulan dari teman-teman yang lain. Kami bingung, Pak. Mau memutuskan yang mana.

Guru : Baik. Kedua usul kalian sangat baik dan bernilai positif. Bagaimana kalau Bapak usulkan agar mengumpulkan suara terbanyak saja? Kalian buatlah semacam angket untuk memilih mana pilihan dari teman-teman yang lain. Nah, yang suaranya terbanyak, itulah acara yang akan kita laksanakan. Bagaimana?

Salman dan Husna: Setuju, Pak!