Sukses

7 Potret Kebersamaan Maia Estianty dan Ayah, Ternyata Orang Terpandang

Liputan6.com, Jakarta Maia Estianty beserta keluarga selalu mencuri perhatian masyarakat. Selain kariernya di dunia hiburan Maia Estianty ternyata punya sosok ayah yang punya reputasi tinggi. Ialah Harjono Sigit, ayah Maia Estianty dengan segudang prestasi yang membanggakan negara.

Di usianya yang sudah berkepala 8, ayah Maia Estianty masih terlihat bugar layaknya anak muda. Hal ini terlihat dalam video unggahan Maia Estianty yang mengundang kedua orang tuanya. Siapa sangka, Harjono sigit merupakan seorang arsitek dan dosen yang disegani banyak orang.

Ayah wanita 46 tahun ini merupakan seorang cucu Pahlawan Nasional H.O.S Tjokroaminoto,  guru dan mertua dari Ir. Soekarno. Terlepas dari itu, Harjono Sigit sendiri seorang arsitek.

Deretan karyanya seperti gedung Pasar Atum Surabaya (1977–1982), gedung PPS Semen Gresik (1965), Balai Kota Samarinda (1973), dan masih banyak proyek lainnya.

Punya ayah dengan segudang prestasi tak menjadikan kedekatan Maia Estianty dan ayah canggung. Malah keduanya selalu terlihat harmonis dan selalu larut dalam canda tawa. 

Berikut Liputan6.com merangkum potret kebersamaan Maia Estianty dan Harjono Sigit melansir dari berbagai sumber, Kamis (19/5/2022).

2 dari 8 halaman

1. Inilah potret kompak Maia Estianty dan sang ayah, keduanya selalu terlihat larut dalam canda tawa.

3 dari 8 halaman

2. Sosok ayah memang menjadi inspirasi Maia Estianty, baik perjuangan karier, hingga asmara.

4 dari 8 halaman

3. Ayah Maia Estianty dikenal dengan sosok murah senyum, tak heran sepanjang hidupnya menjadi guru dosen dan arsitek selalu disegani banyak orang.

5 dari 8 halaman

4. Melalui unggahan foto Instagram pribadi Maia Estianty, ia mengungkapkan bisa belajar adil dan sedekah dai sang ayah.

6 dari 8 halaman

5. Harjono Sigit menikah dengan Kusthini sejak 18 April 1965, kini usia pernikahan keduanya telah berumur 57 tahun.

7 dari 8 halaman

6. Orang tua Maia Estianty selalu harmonis, bahkan saat pernikahannya dengan Irwan Mussry.

8 dari 8 halaman

7. Bahkan sang kakek nenek cukup dekat dengan Al, El, dan Dul.