Sukses

Penyebab Sakit Maag pada Anak, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Liputan6.com, Jakarta - Sakit maag pada anak paling umum terjadi pada usia 4 tahun. Sakit maag adalah kondisi ketika lapisan perut mengalami luka (tukak lambung). Apa penyebab sakit maag pada anak dan gejala yang timbul karenanya? 

Dokter sekaligus penulis di American Journal of Gastroenterology, Priyanka Chugh, MD melansir Verywell Health, pada Rabu (25/5/2022) menjelaskan penyebab utama sakit maag pada anak adalah infeksi bakteri H. Pylori.

Selain infeksi bakteri, penyebab sakit maag pada anak dipengaruhi pula oleh kebiasaan konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), genetika, obesitas, trauma, GERD, dan masih banyak lagi.

Gejala sakit maag pada anak akan sangat bisa dirasakan ketika perut kosong. Akan tetapi, ketika gejala sakit maag bisa dirasakan setelah makan, ini bisa menjadi tanda sakit maag sudah berkembang ke usus kecil atau tukak duodenum.

“Tukak lambung biasanya akan menimbulkan rasa sakit segera setelah makanan dimakan, sedangkan rasa sakit akibat tukak duodenum biasanya akan berkembang dua atau tiga jam kemudian,” dijelaskan.

Berikut Liputan6.com ulas lebih mendalam penyebab sakit maag pada anak, gejala sakit maag pada anak, dan cara mengatasi sakit maag pada anak, Rabu (25/5/2022).

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Penyebab Sakit Maag pada Anak

Memahami penyebab sakit maag pada anak bukan karena konsumsi makanan pedas, asam, dan terlambat makan yang sangat umum dikeluhkan terjadi. Penyebab sakit maag pada anak adalah bakteri H. Pylori karena kebersihan makan dan minum anak tidak terjaga dengan baik.

Dr. Chugh menjelaskan bakteri H. Pylori yang menjadi penyebab sakit maag pada anak ini berbentuk seperti penutup botol.

Menurut sebuah penelitian, lebih dari 30% dari orang-orang ini akan mengalami gejala sakit maag termasuk anak-anak tepat di bagian atas. Selain bakteri, penyebab sakit maag pada anak dijelaskan dipengaruhi oleh hal-hal berikut ini:

1. Penyebab sakit maag pada anak adalah konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Mulai dari aspirin atau ibuprofen, yang dapat menyebabkan perdarahan lambung dan bisul jika digunakan secara berlebihan.

2. Penyebab sakit maag pada anak adalah genetika. Adanya riwayat keluarga hadir pada sekitar 20% anak-anak yang menderita sakit maag.

3. Penyebab sakit maag pada anak adalah peristiwa yang sangat menegangkan (seperti trauma besar dalam hidup, cedera, infeksi, atau pembedahan), yang dapat memicu gejala akut yang terjadi dalam tiga hingga enam hari.

4. Penyebab sakit maag pada anak adalah obesitas, yang dapat menyebabkan peningkatan peradangan gastrointestinal dan perubahan bakteri usus normal

5. Penyebab sakit maag pada anak adalah penyakit refluks gastroesofageal (GERD), di mana refluks asam kronis dapat menyebabkan sakit maag pada kasus yang parah.

Kemudian, dijelaskan stres, kecemasan, dan makanan pedas yang umum tidak menyebabkan maag, mereka dapat memperburuk sakit maag yang sudah ada.

Penyebab sakit maag pada anak yang tidak umum adalah gangguan hipersekresi di mana asam lambung yang berlebihan diproduksi. Contohnya:

- fibrosis kistik,

- leukemia basofilik,

- sindrom Zollinger-Ellison, dan

- neoplasia endokrin multipel.

Demikian pula, penyebab sakit maag pada anak bisa dipengaruhi setiap kondisi yang menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial (tekanan di tengkorak). Ini karena dapat memicu produksi asam lambung yang berlebihan, menyebabkan apa yang dikenal sebagai ulkus Cushing.

Nah, pada kasus yang jarang terjadi, dijelaskan tukak lambung bisa menjadi tanda kanker darah yang dikenal sebagai limfoma.

3 dari 3 halaman

Gejala dan Cara Mengatasi Sakit Maag pada Anak

Anak yang menderita sakit maag tidak boleh dianggap remeh, gejalanya harus dikenali lebih dini. Dr. Chugh mengungkap sakit maag pada anak yang parah akan menyerang ke usus kecil yang disebut tukak duodenum.

Masih melansir sumber yang sama, ini gejala sakit maag pada anak:

1. Gejala sakit maag pada anak adalah timbul rasa terbakar yang tumpul atau rasa sakit yang menggerogoti di perut.

2. Gejala sakit maag pada anak adalah timbul gas dan kembung.

3. Gejala sakit maag pada anak adalah timbul mual atau muntah.

4. Gejala sakit maag pada anak adalah timbul kehilangan selera makan.

5. Gejala sakit maag pada anak adalah timbul perasaan kelelahan.

Gejala sakit maag pada anak akan sangat bisa dirasakan ketika perut kosong. Akan tetapi, ketika gejala sakit maag bisa dirasakan setelah makan, ini bisa menjadi tanda sakit maag sudah berkembang ke usus kecil atau tukak duodenum.

“Tukak lambung biasanya akan menimbulkan rasa sakit segera setelah makanan dimakan, sedangkan rasa sakit akibat tukak duodenum biasanya akan berkembang dua atau tiga jam kemudian,” dijelaskan.

Gejala sakit maag pada anak dapat dianggap parah jika rasa sakitnya tajam dan spesifik daripada tumpul dan sakit. Ini menjadi indikasi bahwa ulkus sudah berdarah, lalu suatu kondisi yang sering disertai dengan tinja berdarah atau lembek atau muntah darah atau partikel seperti kopi.

Gejala sakit maag pada anak yang harus segera mendapat perawatan medis serius adalah ketika anak mengalami:

- demam,

- kedinginan,

- muntah, dan

- kesulitan menelan.

Komplikasi sakit maag pada anak adalah berisiko mengalami malnutrisi, perforasi lambung, dan obstruksi usus yang disebabkan oleh peradangan duodenum. Baik obstruksi maupun perforasi dianggap sebagai keadaan darurat medis yang membutuhkan perhatian segera

Cara mengatasi sakit maag pada anak harus disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala yang dirasakannya. Apabila masih ringan, cobalah ajarkan anak untuk memulai kebiasaan makan dan minum sehat seperti mencuci tangan dengan sabun sebelum melakukannya.

Kemudian hindari beberapa faktor risiko yang menjadi penyebab sakit maag pada anak. Mengenai konsumsi obat, selalu minta saran dari dokter atau ahli kesehatan lain yang memahaminya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS