Sukses

Kambing Jantan Ini Divonis Penjara 3 Tahun, Alasannya Bikin Geleng Kepala

Liputan6.com, Jakarta Tak hanya manusia, hukuman penjara ternyata juga berlaku bagi hewan. Namun siapa yang tak heran jika hewan tak bakal membela diri. Meski dinyatakan bersalah, hewan tetap saja tak tahu menahu apa yang dilakukannya. Seperti nasib nahas seekor kambing jantan yang divonis tiga tahun penjara ini.

Melansir dari Lad Bible, Domba jantan itu dibawa ke tahanan polisi di Sudan Selatan awal bulan Mei 2022 setelah menyerang, Adhieu Chaping, 45. Atas serangan tersebut, wanita paruh baya itu kemudian meninggal akibat luka-lukanya.

“Domba jantan itu menyerang dengan memukul tulang rusuknya dan wanita tua itu segera meninggal. Jadi inilah yang terjadi di Rumbek Timur di tempat bernama Akuel Yol,” kata Mayor Elijah Mabor, Kepolisian Sudan kepada Eyeradio.org.

Bak keluarga, kelakuan kambing jantan ini juga berimbas pada sang pemilik yang harus memberikan santunan duka kepada korban. Terlepas dari itu, tak ada yang tahu apakah kambing yang menyerang Adhieu Chaping merasa bersalah. 

Berikut Liputan6.com mengabarkan kisah unik dan tragis ini melansir dari berbagai sumber, Rabu (25/5/2022).

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Dipenjara di Kamp Militer

Usai ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan, kambing jantan berwarna putih ini bakal menjalani hukuman. Tiga tahun bukanlah hal yang singkat bagi kambing mengingat masa hidupnya yang hanya 15-18 tahun. Namun pihak kepolisian merasa hal ini patut dilakukan demi  memberikan keamanan dan memisah pertikaian.

Domba itu ditangkap dan saat ini ditahan di Kantor Polisi Maleng Agok Payam. 

"Domba jantan itu sekarang akan menghabiskan tiga tahun ke depan di sebuah kamp militer di markas Aduel County di Negara Bagian Danau Sudan,” kata Mayor Elijah Mabor.

3 dari 4 halaman

Pemilik Tak Bersalah

Kelakuan kambing jantan dewasa bertanduk tersebut berimbas pada sang pemilik. Meskipun pihak kepolisian mengatakan pemilik kambing tak bersalah dan bisa diselesaikan melalui pengadilan adat. 

“Pemiliknya tidak bersalah dan domba jantan itu adalah orang yang melakukan kejahatan sehingga layak untuk ditangkap kemudian kasusnya akan diteruskan ke pengadilan adat dimana kasus tersebut dapat diselesaikan damai,” kata Mayor Eljah.

Pengadilan setempat juga memutuskan bahwa pemilik domba jantan itu, Duony Manyang Dhal, harus menyerahkan lima ekor sapi kepada keluarga korban sebagai kompensasi.Ketika domba jantan dibebaskan dari penjara, itu juga akan diberikan kepada keluarga sesuai dengan hukum setempat.

Kedua keluarga telah menandatangani kontrak untuk meresmikan perjanjian dengan polisi dan tokoh masyarakat bertindak sebagai saksi. 

4 dari 4 halaman

Bukan Kali Pertama

Tahun lalu, seorang wanita di AS meninggal setelah diserang oleh seekor domba di sebuah peternakan. Kim Taylor, bekerja sebagai sukarelawan di Cultivate Care Farms di Bolton, Massachusetts, diserang dan terluka parah oleh domba tersebut.

"Pihak berwenang diberitahu bahwa Kim Taylor (73) dari Wellesley, sedang sendirian merawat ternak di kandang ketika seekor domba menyerangnya dan berulang kali menabraknya," kata polisi dalam sebuah pernyataan seperti dilansir New York Times.

Hal ini mengakibatkan Taylor mengalami luka serius yang luas sebelum dia mengalami serangan jantung tak lama setelah Petugas Polisi Bolton dan Patriot ALS tiba. Taylor dikirim ke Rumah Sakit Marlborough, di mana dia kemudian meninggal karena luka-lukanya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS