Sukses

Perbedaan Ramsay Hunt Syndrome dan Bell's Palsy, Sering Dikira Mirip

Liputan6.com, Jakarta Penyanyi Justin Bieber sontak ramai dibicarakan perihal kondisi kesehatannya. Melalui akun Instagram pribadinya, Justin mengatakan dirinya didiagnosis mengalami Ramsay Hunt Syndrome. Penyakit ini juga kerap disamakan dengan Bell's Palsy. Lalu apa perbedaan Ramsay Hunt Syndrome dan Bell’s Palsy?

Seperti yang diketahui, Ramsay Hunt Syndrome sendiri merupakan penyakit yang menyebabkan penderitanya mengalami kelumpuhan pada sebelah bagian wajahnya. Akibat kondisinya tersebut, Justin terpaksa menunda konsernya karena harus fokus kepada kesehatannya terlebih dahulu.

Penyakit Ramsay Hunt Syndrome dan Bell’s Palsy memang memiliki kemiripan, yaitu sama-sama menyerang dan memengaruhi saraf pada wajah. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa penyakit Ramsay Hunt Syndrome sering salah diagnosis.

Berikut Liputan6.com ulas mengenai perbedaan Ramsay Hunt Syndrome dan Bell’s Palsy yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (15/6/2022).

2 dari 4 halaman

Mengenal Penyakit Ramsay Hunt Syndrome

Sebelum mengetahui perbedaan Ramsey Hunt Syndrome dan Bell’s Palsy, anda perlu mengenal Ramsey Hunt Syndrome. Ramsay Hunt Syndrome adalah penyakit langka yang terjadi karena adanya virus herpes zoster yang memengaruhi saraf pada wajah sehingga menyebabkan kelumpuhan bahkan gangguan pendengaran.

Virus yang menyerang merupakan jenis yang sama dengan cacar air. Biasanya, setelah sembuh, virus tersebut masih ada dan bisa saja aktif kembali sehingga memengaruhi saraf yang ada. Gejala yang biasa dialami oleh seseorang yang terkena Ramsay Hunt Syndrome di antaranya:

1. Munculnya ruam pada sekitar satu telinga.

2. Bagian sebelah wajah mengalami kelumpuhan.

3. Adanya rasa sakit pada bagian telinga.

4. Pendengaran berkurang.

5. Sulit untuk menutup satu mata.

6. Vertigo.

7. Bagian mulut dan mata menjadi kering.

8. Perubahan persepsi rasa atau hilangnya rasa.

3 dari 4 halaman

Apa Itu Bell’s Palsy

Ramsay Hunt Syndrome sering salah didiagnosis sebagai Bell's Palsy. Sementara Bell's Palsy sendiri sering dikira sebagai stroke. Untuk itu, sebelum mengetahui perbedaan Ramsey Hunt Syndrome dan Bell’s Palsy, anda perlu mengenal apa itu Bell's Palsy. Paling kentara dari Bell's Palsy adalah kelumpuhan tidak hanya wajah bagian bawah hingga tengah di satu sisi, tetapi juga dahi.

Bell's Palsy disebabkan neuritis virus atau peradangan virus saraf yang membuat wajah seperti tersenyum. Virus yang dapat menyebabkan neuritis virus kemungkinan besar mewakili organisme neurotropik.

Virus-virus yang dapat menyebabkan kelumpuhan itu adalah herpes simplex, virus herpes genital yang melepuh dan herpest zooster. Kelumpuhan pada wajah bisa terjadi dalam hitungan jam atau hingga tiga hari

Bell’s Palsy ditandai dengan kelumpuhan pada salah satu sisi wajah. Keluhan tersebut dapat dilihat dari perubahan bentuk wajah sehingga penderita sulit tersenyum dengan simetris. Selain itu, penderita juga dapat mengalami gejala lain, seperti mata berair dan mengiler. Selain kelumpuhan pada salah satu sisi wajah, ada gejala penyakit Bell’s Palsy lainnya seperti:

1. Penderita tidak bisa mengerutkan dahi, menutup kelopak mata, wajah tertarik ke arah sisi yang sehat, dan sebagainya.

2. Nyeri tajam di belakang telinga atau dari dalam telinga.

3. Sensitif terhadap suara.

4. Berkurangnya daya pengecapan pada lidah.

5. Terkadang wajah terasa kaku.

4 dari 4 halaman

Perbedaan Ramsey Hunt Syndrome dan Bells Palsy

Setelah mengetahui pengertian umum, gejala, dan penyebabnya, terakhir akan dijelaskan mengenai perbedaan Ramsey Hunt Syndrome dan Bell’s Palsy. Seperti disebutkan sebelumnya, kedua penyakit ini memang memiliki kesamaan, yaitu sama-sama menyerang saraf pada wajah.

Namun, sebenarnya Ramsey Hunt Syndrome dan Bell’s Palsy adalah dua penyakit yang berbeda. Jika dilihat dari pemicunya, Bell’s Palsy memiliki faktor penyebab yang beragam. Sedangkan pada penderita Ramsey Hunt Syndrome, umumnya disebabkan oleh hal yang lebih spesifik, tidak lain akibat infeksi atau serangan virus herpes zoster.

Pada orang yang pernah mengalami cacar air dan sembuh, virus ini dapat menetap di tubuh dan bisa kembali aktif beberapa tahun berikutnya. Orang yang mengalami penyakit ini umumnya akan muncul gejala ruam berisi air serta mengalami kelumpuhan wajah dan gangguan pendengaran.

Jika dilihat dari gejala perbedaan Ramsey Hunt Syndrome dan Bell’s Palsy, disebutkan bahwa gejala Ramsey Hunt Sydrome lebih parah dibandingkan Bell’s Palsy. Sebab, Bell’s Plasy biasanya hanya memunculkan gejala kelumpuhan wajah tanpa ruam. Sedangkan Ramsey Hunt Sydrome mengalami kedua gejala tersebut, bahkan ditambah dengan gangguan pendengaran karena virus menyerang tepat di saraf dekat salah satu telinga.

Pasien dengan Ramsey Hunt Sydrome sering kali mengalami kelumpuhan yang lebih parah saat onset dan kecil kemungkinannya untuk sembuh total. Sedangkan, penderita Bell’s Palsy yang bergejala ringan biasanya tidak membutuhkan pengobatan, karena dapat sembuh dengan sendirinya. Sementara, penderita yang mengalami gejala parah dapat menjalani perawatan mandiri, serta pengobatan dengan obat, fisioterapi, atau operasi.

Studi menunjukkan bahwa pengobatan Ramsey Hunt Sydrome dengan prednison dan asiklovir dapat meningkatkan hasil kesembuhan, meskipun percobaan pengobatan prospektif secara acak masih harus dilakukan.

Dalam satu-satunya studi prospektif pasien dengan Ramsey Hunt Sydrome, 14% mengembangkan vesikel setelah timbulnya kelemahan wajah. Dengan demikian, Ramsey Hunt Sydrome pada awalnya mungkin tidak dapat dibedakan dari Bell's Palsy. Ketika gejala kelumpuhan tersebut kemudian diikuti oleh gejala ruam berisi cairan, dapat dikatakan bahwa kondisi tersebut merupakan Ramsey Hunt Syndrome bukan Bell’s Palsy.