Sukses

Penyebab Nike Ardilla Meninggal, Ketahui Kronologi dan Sosoknya

Liputan6.com, Jakarta - Nike Ardilla adalah penyanyi yang meninggal dunia di usia muda dan berita kematiannya pada tahun 90-an itu sempat menggemparkan industri musik Tanah Air. Apa penyebab Nike Ardilla meninggal dunia?

Penyebab Nike Ardilla meninggal adalah kecelakaan dengan mobil yang dikendarainya sendiri. Banyak yang mengatakan penyebab meninggalnya sosok Mojang Priangan itu masih cukup misterius.

Nike Ardilla sempat dicurigai mabuk, tetapi hasil visum untuk menggungkap penyebab Nike Ardilla meninggal disebutkan tidak ditemukan kadar alkohol dalam tubuh Nike.

Hanya saat mengendarai mobil itu, aktris sekaligus penyanyi kondang ini tidak menggunakan sabuk pengaman. Ini sebab timbul luka parah saat mobilnya kecelakaan dan menjadi penyebab Nike Ardilla meninggal dunia.

Berikut Liputan6.com ulas lebih mendalam fakta penyebab Nike Ardilla meninggal, kronologi kecelakaan, dan sosoknya, Jumat (24/6/2022).

2 dari 3 halaman

Penyebab Nike Ardilla Meninggal adalah Kecelakaan

Fakta yang diungkap, penyebab Nike Ardilla meninggal adalah kecelakaan karena beberapa hari belakangan, penyanyi yang masih berusia 19 tahun itu mengalami kelelahan yang cukup parah.

Penyebab Nike Ardilla meninggal adalah kecelakaan karena mobil yang dikendarainya sendiri Honda Civic Genio biru metalik dengan nomor polisi D 27 AK, menabrak pagar gerbang kantor Nata Usaha Abadi.

Hasil visum polisi untuk menggungkap penyebab kematian Nike Ardilla disebutkan tidak ditemukan kadar alkohol dalam tubuh Nike.

Meski fakta yang diungkap penyebab Nike Ardilla meninggal adalah kecelakaan, banyak yang mengatakan penyebab meninggalnya sosok Mojang Priangan itu masih cukup misterius.

Kecelakaan yang menjadi penyebab Nike Ardilla meninggal dunia terjadi pada hari Minggu tanggal 19 Maret 1995. Kronologi kecelakaan itu dimulai pukul 00.00 ketika Keke (panggilan Nike Ardilla) dan Atun tiba di Hotel Jayakarta, Bandung.

Kemudian langsung menuju Diskotik Pollo menggunakan 3 mobil bersama-sama. Mereka di antaranya Eddy Bogel, Ari Sihasale, dan seorang pragawati. Pukul 00.30 mereka pun tiba di Diskotik Pollo. Nike Ardilla bertemu dengan Titi DJ dan Bucek Deep di sana.

Menurut berbagai saksi, ia hanya memesan orange juice. Kemudian, sekitar pukul 03.00 mereka meninggalkan Diskotik Pollo. Penyanyi wanita kodang ini melihat ban kiri mobilnya kempes. Denny Mukti pun membantu memasang ban cadangan yang diketahui lebih kecil ukurannya dari ban lainnya.

Nike Ardilla sempat diingatkan supaya hati-hati. Kemudian, sekitar pukul 05.00 kecelakaan pun terjadi di Jalan RE Martadinata yang kini menjadi Jalan Riau. Jenazah Nike Ardilla disemayamkan di rumah orang tuanya di Jalan Parakat Saat 1/37, Bandung.

Wanita yang berada satu mobil dengan Nike Ardilla, Atun selamat dalam kecelakaan yang menjadi penyebab kematian Nike Ardilla. Menurutnya, Nike mengemudikan mobil tidak dalam keadaan mabuk.

Menurut Atun dalam perjalanan pulang Nike mengendarai mobil itu dengan tidak menggunakan sabuk pengaman. Sehingga hal itu yang membuatnya mengalami luka parah saat mobilnya kecelakaan dan menjadi penyebab Nike Ardilla meninggal dunia.

Saat itu, mobil Nike memang berusaha menyalip mobil berwarna merah di depannya yang berjalan sangat pelan. Akan tetapi, ketika menyalip, dari arah berlawanan muncul mobil Taft melaju kencang, Nike langsung menghindari mobil Taft tersebut dan membanting setir terlalu ke kiri sehingga menabrak sebuah pohon dan langsung terpental menabrak pagar beton bak sampah.

3 dari 3 halaman

Sosok Nike Ardilla dan Karier Gemilangnya

Album pertama Nike Ardilla adalah Seberkas Sinar yang rilis tahun 1989 terjual hingga 500 ribu kopi. Tahun selanjutnya, album Bintang Kehidupan terjual hingga 2 juta kopi.

Lagu Nike Ardilla memiliki genre musik slow rock. Tak heran bila penyanyi kelahiran 1975 ini dijuluki sebagai Ratu Rock Indonesia atau lady rocker. Sampai saat ini masih banyak orang yang memutar lagu Nike Ardilla.

Sosok Nike Ardilla tidak hanya terjun di dunia tarik suara, tetapi juga memiliki bakat seni peran. Salah satu film-nya berjudul Ricky rilis 1990. Film itu dilakoni Nike Ardilla sebagai pemeran utama yang memerankan tokoh Sita sekaligus Lita.

Salah satu sinetron yang dibintanginya sekaligus terakhirnya ialah Warisan Darah Biru II yang tayang pada 1995. Aktris cantik itu sampai akhir hidupnya berprofesi sebagai penyanyi, bintang iklan, pemain sinetron, dan model.

Di ajang internasional, Nike Ardilla pernah mewakili Indonesia di Asia Song Festival 1991 di Shanghai, China. Ia meraih juara sebagai penyanyi pop terbaik se-Asia pada usia 15 tahun.

Di Indonesia, Nike mendapatkan penghargaan pertamanya 1st Champion Lagu Pillihanku pada 1980. Sepanjang karier, ia mendapatkan deretan penghargaan. Setelah meninggal dunia, penghargaan terakhir Nike Ardilla adalah Triple Platinum Awads untuk Koleksi Komplet Album pada 2010.

Sosok Nike Ardilla sudah menginspirasi sejak muda. Diumurnya yang masih remaja, Nike membantu pembangunan SLB di Bandung. Awalnya sekolah itu berdiri di pinggir Jalan Soekarno Hatta, Bandung.

Nike membantu membeli tanah yang berlokasi di Jalan Cipamokolan, Rancasari, Kota Bandung. Sekolah itu akhirnya dinamai SLB BC Nike Ardilla. Sampai sekarang, sekolah itu banyak membantu anak berkebutuhan khusus untuk mengenyam pendidikan.