Sukses

4 Fungsi Kerongkongan dalam Sistem Pencernaan Manusia, Kenali Bagian-Bagiannya

Liputan6.com, Jakarta Fungsi kerongkongan dalam sistem pencernaan manusia perlu kamu pahami. Kerongkongan atau esofagus merupakan saluran yang panjangnya sekitar 25 cm. Lokasinya memanjang mulai dari faring hingga lambung.

Fungsi kerongkongan yang paling utama yaitu mengantarkan makanan yang sudah ditelan untuk diolah lebih lanjut di dalam lambung. Bagian dalam pada kerongkongan basah oleh cairan yang dihasilkan oleh kelenjar pada dinding tenggorokan. Hal ini berguna untuk menjaga gumpalan makanan tetap basah dan licin, sehingga dapat bergerakn menuju lambung dengan mudah.

Otot-otot kerongkongan mengantarkan makanan ke lambung dengan gerakan peristaltik. Gerak peristaltik ini yaitu kumpulan kontraksi dan relaksasi otot yang menimbulkan gerakan seperti gelombang sehingga makanan terdorong masuk menuju lambung.

Di dalam kerongkongan, terdapat katup yang disebut dengan epiglotis. Bagian ini berfungsi untuk melindungi saluran napas ketika menelan makanan atau minuman. Kamu akan batuk atau tersedak jika makanan masuk ke saluran pernapasan.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (4/7/2022) tentang fungsi kerongkongan.

2 dari 4 halaman

Bagian-Bagian Kerongkongan

Sebelum mengenali fungsi kerongkongan, kamu perlu memahami bagian-bagian dari kerongkongan terlebih dahulu. Kerongkongan mempunyai tiga bagian kompartemen yaitu leher, dada, dan abdomen.

1. Bagian Leher (pars servikalis), yaitu kompartemen dengan mempunyai panjang 5 cm berada diantara trakea dan kolumna vertebralis.

2. Bagian dada (pars thorakalis), merupakan kompartemen setinggi dengan manubrium sterni di mediastinum posterior dari belakang lengkungan aorta dan bronkus cabang kiri dan melengkung ke bawah samping kanan depan bagian aorta thorakalis bawah.

3. Bagian abdomen (pars abdominalis), kompartemen kerongkongan yang dekat dengan lambung, dengan panjang melewati hiatus kerongkongan di diafragma dan berakhir ke saluran kardia lambung dengan panjang daerah 2-4 cm.

Sementara itu, kerongkongan juga memiliki beberapa lapisan otot penyusun dari luar ke dalam, di antaranya adventitia, dinding otot, submukosa, dan mukosa. 

3 dari 4 halaman

Fungsi Kerongkongan

Fungsi kerongkongan yang paling utama tentunya adalah sebagai jalan makanan dari mulut ke lambung. Melansir Merdeka, berikut fungsi kerongkongan lainnya yang perlu kamu ketahui:

Tempat Menelan Makanan

Fungsi kerongkongan yang pertama adalah tempat seseorang akan menelan makanan yang dikonsumsinya. Keseluruhan proses menelan makanan ini terjadi secara berkesinambungan dari mulut, faring, dan kerongkongan. Menelan dibagi menjadi tahap orofaring dan tahap esofagus. Tahap orofaring berlangsung sekitar 1 detik dan terdiri dari pemindahan bolus dari mulut melalui faring untuk masuk ke kerongkongan.

Ketika masuk ke faring, bolus makanan harus diarahkan ke dalam kerongkongan dan dicegah untuk masuk ke lubang-lubang lain yang berhubungan dengan faring. Dengan kata lain, makanan harus dijaga agar tidak masuk kembali ke mulut, masuk ke saluran hidung, atau masuk ke trakea. Selanjutnya yaitu tahap esofagus. Pusat menelan akan memicu adanya gelombang peristaltik primer yang akan menyapu dari pangkal ke ujung kerongkongan, mendorong bolus di depannya menelusuri kerongkongan untuk masuk ke lambung.

Mencegah Benda Asing Masuk ke Dalam Lambung

Fungsi kerongkongan berikutnya yaitu untuk mencegah masuknya benda asing ke dalam lambung. Sebagai tempat menelan makanan, kerongkongan mempunyai tiga daerah normal penyempitan yang sering menyebabkan benda asing tersangkut di kerongkongan. Penyempitan pertama adalah disebabkan oleh muskulus krikofaringeal, dimana pertemuan antara serat otot striata dan otot polos menyebabkan daya propulsif melemah. Daerah penyempitan kedua disebabkan oleh persilangan cabang utama bronkus kiri dan arkus aorta. Penyempitan yang ketiga disebabkan oleh mekanisme sfingter gastroesofageal.

4 dari 4 halaman

Fungsi Kerongkongan

Menghasilkan Gerak Peristaltik

Fungsi kerongkongan juga dapat menghasilkan gerak peristaltik, yaitu gerakan otot kerongkongan yang berkontraksi sehingga akan dapat mendorong makanan masuk ke dalam lambung. Gerak peristaltik sendiri hanya berfungsi mendorong makanan yang akan menuju lambung, dan tidak untuk mencerna makanan.

Proses menelan dimulai dengan adanya gelombang peristaltik primer yang menyapu dari pangkal ke ujung kerongkongan, mendorong bolus di depannya menelusuri kerongkongan untuk masuk ke lambung. Gelombang peristaltik memerlukan waktu sekitar 5 sampai 9 detik untuk mencapai ujung bawah kerongkongan. Perambatan gelombang dikontrol oleh pusat kerongkongan, dengan persarafan melalui saraf vagus.

Sewaktu gelombang peristaltik menyapu menuruni kerongkongan, sfingter gastro esofagus melemas secara refleks sehingga bolus dapat masuk ke dalam lambung. Setelah bolus masuk ke lambung, proses menelan tuntas dan sfingter gastro esofagus kembali berkontraksi.

Cegah Laju Isi dan Cairan Lambung

Fungsi kerongkongan berikutnya adalah dapat mencegah laju dari isi dan cairan lambung yang dapat menuju ke kerongkongan itu sendiri. Saat proses pencernaan, lambung akan menghasilkan asam klorida dan berbagai enzim lain yang membantu proses pencernaan, yang disebut sebagai asam lambung. Kerongkongan memastikan bahwa cairan dari lambung tersebut tidak masuk ke kerongkongan. Adanya penyempitan sfingter pada kerongkongan mencegah isi dan cairan lambung masuk ke kerongkongan meski kadar asam lambung meningkat.