Sukses

Majas Personifikasi Adalah Salah Satu Gaya Bahasa, Ketahui Ciri dan Contohnya

Liputan6.com, Jakarta Majas personifikasi adalah gaya bahasa di mana suatu gagasan atau benda diberi atribut dan/atau perasaan manusia atau diekspresikan seolah-olah manusia. Personifikasi adalah bentuk metafora yang umum di mana karakteristik manusia dikaitkan dengan hal-hal yang bukan manusia.

Majas personifikasi adalah sarana puitika yang memungkinkan penulis karya sastra untuk menciptakan kehidupan dan gerak dalam benda mati dan ide-ide abstrak dengan menetapkan perilaku dan emosi manusia yang dapat dikenali.

Tentu saja, pembaca tetap saja tahu bahwa hal-hal yang bukan manusia tidak dapat merasakan, berperilaku, atau berpikir seperti manusia. Namun, majas personifikasi adalah sarana puitika yang bisa menjadi cara yang menarik, kreatif, dan efektif bagi seorang penulis untuk mengilustrasikan suatu konsep atau menyampaikan suatu maksud.

Sebelum lebih membahas lebih dalam mengenai majas personifikasi dan contoh-contoh penggunaannya dalam kalimat atau satuan gramatika lain, penting untuk terlebih dahulu mengetahui pengertian majas personifikasi dari sudut pandang para ahli.

Berikut adalah pengertian majas personifikasi menurut para ahli, seperti yang sudah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (20/7/2022).

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 6 halaman

Pengertian Majas Personifikasi

Menurut Keraf (1988), majas personifikasi adalah semacam majas yang menggambarkan barang yang tidak bernyawa atau benda mati sehingga sifat-sifatnya atau seolah-olah seperti kemanusiaan. Sementara itu menurut Tarigan (2013), majas personifikasi adalah majas yang melekatkan sifat-sifat manusia atau insan kepada barang yang tidak bernyawa dan ide yang abstrak. Menurut Nurgiyantoro (2017), personifikasi merupakan jenis majas yang memberikan sifat kemanusiaan pada benda mati.

Sebelumnya juga dibahas bahwa majas personifikasi adalah bentuk metafora yang umum dimana karakteristik manusia dikaitkan dengan hal-hal yang bukan manusia. Dengan kata lain, majas personifikasi adalah hal yang terkait dengan metafora. Lalu apa metafora itu?

Metafora adalah ekspresi pemahaman satu konsep dalam hal konsep lain, di mana ada beberapa kesamaan atau korelasi antara keduanya. Sementara itu, menurut pandangan linguistik kognitif, metafora adalah pemahaman itu sendiri dari satu konsep dalam hal yang lain, contohnya konsep waktu yang dipahami dalam konsep uang, yang biasa diekspresikan dengan ekspresi kebahasaan, "Saya menghabiskan waktu di tempat kerja hari ini."

Konsep waktu yang bersifat abstrak dipahami dalam konsep uang yang bersifat lebih konkret, dimana waktu dalam sebuah ekspresi kebahasaan dikatakan bisa habis layaknya uang. Dengan kata lain, metafora sebenarnya tidak sekadar gaya bahasa melainkan juga sistematika berpikir, memahami, dan mempersepsi sesuatu, yang kebanyakan adalah hal abstrak.

Gagasan mengenai metafora adalah sistematika berpikir dan memahami pertama kali diungkapkan oleh George Lakoff dan Mark Johnson dalam karya mereka Metaphors We Live By pada tahun 1980.

Lalu apa hubungan metafora dengan majas personifikasi? Majas personifikasi adalah salah satu bentuk dari metafora, dimana benda mati atau konsep abstrak dipahami dalam konsep yang lebih konkret, yang tak lain adalah manusia.

Bisa dikatakan bahwa metafora adalah konsep yang lebih luas karena konsep yang menjadi acuan tidak terbatas hanya pada sifat-sifat manusia, sementara majas personifikasi adalah lebih sempit karena yang menjadi hal untuk memahami terbatas pada hal yang terkait dengan manusia dan sifat-sifatnya. Sama halnya dengan metafora, majas personifikasi adala sesuatu yang bukan sekadar gaya bahasa dan sarana puitika, tetapi juga mekanisme berpikir, memahami, dan mempersepsi sesuatu.

3 dari 6 halaman

Perbedaan Antara Personifikasi dan Antropomorfisme

Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang sering dikacaukan dengan istilah sastra antropomorfisme karena kesamaan mendasar. Namun, ada perbedaan antara kedua sarana puitika ini.

Antropomorfisme adalah ketika karakteristik atau kualitas manusia diterapkan pada hewan atau dewa, bukan benda mati atau ide abstrak. Sebagai sarana puitika, antropomorfisme memungkinkan hewan atau dewa berperilaku sebagai manusia. Hal ini tercermin dalam drama Yunani dimana dewa akan muncul dan melibatkan diri dalam tindakan dan hubungan manusia.

Selain dewa, antropomorfisme biasa digunakan untuk menciptakan hewan yang menampilkan sifat atau rupa manusia seperti mengenakan pakaian atau berbicara. Ada beberapa contoh sarana puitika ini dalam budaya dan sastra populer.

Misalnya, Mickey Mouse adalah karakter yang menggambarkan antropomorfisme dimana ia mengenakan pakaian dan berbicara seperti manusia, meskipun secara teknis ia adalah binatang. Contoh lainnya adalah Winnie the Pooh, Paddington Bear, dan Thomas the Tank Engine.

Oleh karena itu, sementara antropomorfisme terbatas pada hewan dan dewa, majas personifikasi adalah sarana puitika yang dapat diterapkan secara lebih luas dengan memasukkan benda mati dan ide abstrak. Majas personifikasi adalah sarana putika yang memungkinkan penulis untuk mengaitkan karakteristik manusia dengan hal-hal yang bukan manusia tanpa mengubah hal-hal itu menjadi karakter seperti manusia, seperti yang dilakukan dengan antropomorfisme.

4 dari 6 halaman

Ciri-Ciri Majas Personifikasi

Majas personifikasi adalah sesuatu yang memiliki keterkaitan dengan metarofa. Selain itu, majas personifikasi juga dianggap mirip dengan antropomorfisme. Kendati demikian, ketiganya adalah hal yang berbeda. Untuk mengetahui perbedaan majas personifikasi dengan metafora dan antropomorfisme, penting untuk mengetahui ciri-ciri majas personifikasi, antara lain sebagai berikut:

1. Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang menggunakan pilihan kata yang memberikan suasana atau sifat manusia terhadap suatu benda mati.

2. Majas personifikasi adalah majas yang membandingkan benda mati atau benda hidup yang bukan manusia, seperti hewan dan tumbuhan sehingga seolah-olah bisa berperilaku layaknya manusia.

3. Majas personifikasi adalah upaya menggambarkan tentang suatu situasi dengan bayangan angan atau citra yang konkret.

5 dari 6 halaman

Fungsi Majas Personifikasi

1. Penggunaan majas di dalam karya sastra bermanfaat untuk mempercantik susunan kalimat di dalam karya sastra tersebut.

2. Memberikan efek dan suasana tertentu berdasarkan susunan kata-kata indah sesuai yang diinginkan penulis sastra kepada para pembaca dan penikmat karyanya.

3. Menciptakan kesan imajinatif terhadap para pembaca.Untuk memudahkan para pembaca memahami suasana dan emosi yang mungkin sedang dirasakan oleh tokoh dalam cerita, biasanya digunakan pada cerpen dan novel.

4. Penggunaan majas ini dapat memperkuat rasa keterhubungan atau keterkaitan para pembaca sebagai manusia dengan benda mati atau makhluk hidup di luar manusia.

 

Karakteristik Majas Personifikasi

1. Penggunaan kata-kata yang memberikan penggambaran sifat meliputi perilaku, cara berpikir, emosi, dan hal-hal yang bersifat manusiawi terhadap benda tidak bernyawa dan makhluk hidup selain manusia seperti tumbuhan dan hewan.

2. Penggunaan gaya bahasa personifikasi akan memberi penjelasan mengenai sebuah situasi berdasarkan citra atau bayangan yang lebih nyata atau konkret kepada para pembaca sastra.

3. Gaya bahasa personifikasi membandingkan antara benda tidak bernyawa dan makhluk hidup selain manusia seolah dapat berperilaku dan memiliki pikiran seperti manusia.

6 dari 6 halaman

Contoh Kalimat yang Menggunakan Majas Personifikasi

1. Padi menunduk mengucapkan selamat pagi.

2. Dipeluk dingin kemarau yang bermulut sepi.

3. Dia malam itu, bulan mengintip di balik awan dan ranting-ranting ikut menari mengikuti alunan gendang.

4. Daya tarik hewan di acara itu membuat kagum seluruh penonton.

5. Tiang listrik berbaris rapi di sepanjang jalan protokol ibu kota.

6. Kembang api yang gemerlap menyambut pergantian tahun.

7. Pohon mangga tebal di taman menutupi semua orang yang panas.

8. Album memori mengingatkannya pada kisah masa mudanya.

9. Cabang ayunan pohon berayun di tepi sungai.

10. Gulma di depan rumah saya menghalangi pandangan jalan.

11. Setiap kali dia makan, sendok dan garpu selalu berkelahi.

12. Ketukan pada palu sudah menghukumnya bersalah.

13. Kalender-kalender memperingatkan bahwa utang hampir jatuh tempo.

14. Setiap malam, buku cerita itu menceritakan sebuah kisah untuk saudara perempuan saya.

15. Bingkisan hadiah itu menggelitik tangan saya untuk segera membukanya.

16. Genangan lumpur menahan diri sejenak.

17. Air, udara, dan tanah memberikan kehidupan bagi semua makhluk hidup tanpa ikatan.

18. Bumi mengambil semua bentuk kehidupan tanpa pilih kasih.

19. Kalkulator membantu para ibu menghitung pembelian mereka.

20. Telepon berdering dan memanggil pemiliknya.

21. Kursi roda pergi ke mana pun pemilik membawanya saat pemilik menginginkannya.

22. Tinta kotor semua pakaian saudara.

23. Jamur di kedua sisi jalan telah berdiri sejak pagi menyambut para tamu undangan.

24. Lilin dan balon warna-warni memeriahkan pesta ulang tahunnya.

25. Kisah menyeramkan di kuburan membuat takut warga yang tinggal di dekatnya.

26. Gelang emas itu mencengkram pergelangan tangannya dengan erat.

27. Koran lokal menulis kisah perjuangan hidupnya.

28. Kekeringan panjang menyerap kebutuhan air di bumi.

29. Kartu tarot memprediksi kekayaannya.

30. Coretan itu merusak kertas presentasi ayah saya pagi ini.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.