Sukses

3 Tujuan Imperialisme Modern, Pahami Penyebab dan Dampaknya

Liputan6.com, Jakarta Tujuan imperialisme modern dilandasi oleh berbagai hal. Kata imperialisme sendiri sering dikaitkan dengan penjajahan atau kolonialisme. Imperialisme merupakan kebijakan politik suatu negara untuk memperluas wilayah dan pengaruh mereka di berbagai bidang ke negara lain.

Meskipun imperialisme sering dikaitkan dengan kolonialisme, keduanya sebenarnya adalah hal yang berbeda. Kolonialisme bertujuan untuk menguasai dan menguras habis semua sumber daya alam yang dimiliki negara lain untuk kemudian dibawa ke negaranya. Sementara itu, imperialisme bertujuan untuk menguasai seluruh aspek kehidupan dari suatu negara.

Imperialisme dibagi menjadi dua, yakni imperialisme kuno atau klasik dan imperialisme baru atau modern. Selain perbedaan wakti, tujuan imperialisme modern berbeda dengan imperialisme klasik.

Lalu apakah tujuan imperialisme modern? Berikut ini adalah beberapa tujuan imperialisme modern yang dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Kams (21/7/2022)

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 6 halaman

Definisi Imperialisme

Sebelum membahas tentang tujuan imperialisme modern, ada baiknya kita membahas tentang definisi imperialisme terlebih dahulu. Secara etimologis, imperialisme berasal dari bahasa Latin "imperare" yang artinya "memerintah". Sementara itu, hak untuk memerintah (imperare) disebut "imperium". Orang yang diberi hak itu (diberi imperium) disebut "imperator".

Istilah imperialisme sendiri pertama kali muncul di Ingris pada akhir abad ke-19. Disraeli, perdana menteri Inggris, ketika itu mengemukakan ide politik yang ditujukan pada perluasan kerajaan Inggris hingga membentuk suatu "impire" yang meliputi seluruh dunia. Ide ini mendapatkan perlawanan yang keras dari berbagai pihak. Disraeli dan para pendukungnya kemudian dicap sebagai golongan "empire" atau "imperialisme"

Mengutip dari situs KBBI daring, imperialisme adalah sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan yang lebih besar. Sementara itu, kamus Mirriam Webster menyebutkan imperialisme sebagai kebijakan, praktik, atau advokasi untuk memperluas kekuasaan dan pengaruh suatu bangsa terutama dengan perolehan wilayah secara langsung atau dengan memperoleh kendali tidak langsung atas kehidupan politik atau ekonomi wilayah lain.

Pada intinya, imperialisme adalah kebijakan politik atau ide tentang untuk memperluas pengaruh dan kekuasaan dari suatu negara. Negara-negara menggunakan berbagai cara untuk memperluas kekuasaan dan pengaruhnya ke negara lain menggunakan berbagai cara, termasuk kekerasan. Hal ini membuat imperialisme identik dengan kekerasan dan penindasan terhadap suatu negara.

3 dari 6 halaman

Jenis Imperialisme

Setelah mengetahui definisi imperialisme, saatnya kita sedikit membahas tentang jenis-jenis imperialisme. Imperialisme dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Imperialisme Kuno (Ancient Imperialism)

Imperialisme kuno adalah imperialisme yang terjadi sebelum revolusi industri. Pada masa ini, imperialisme identik atau terkait dengan semboyan 3G atau Gold, Glory, and Gospel (kekayaan, kejayaan, dan penyebaran agama). Pada masa ini, negara-negara berebut memperluas kekuasaannya untuk mencari kekayaan, kejayaan, dan menyebarkan agama. Negara-negara Eropa pergi untuk mencari rempah-rempah yang harganya mahal dan memperluas wilayah kekuasaan sebagai simbol kejayaan bagi negaranya. Di samping itu, mereka juga bertujuan untuk menyebarkan agama dan kebudayaan mereka ke wilayah lain.

2. Imperialisme Modern (Modern Imperialism atau New Imperialism)

Imperialisme modern adalah imperialisme yang terjadi pasca revolusi industri. Hal yang membedakan antara imperialisme modern dengan imperialisme kuno adalah motifnya. Imperialisme modern cenderung dilandasi oleh motif ekonomi.

Selain kedua jenis di atas, imperialisme juga dapat dibagi berdasarkan tujuannya. Bila berdasarkan pada tujuannya, imperialisme bisa dibagi menjadi imperialisme politik, imperialisme ekonomi, imperialisme kebudayaan, dan imperialisme militer.

4 dari 6 halaman

Tujuan Imperialisme Modern

- Membuka Pasar Baru

Tujuan imperialisme modern yang pertama ialah untuk membuka pasar baru bagi hasil industri negara mereka. Revolusi industri membawa banyak perubahan yang besar di berbagai sektor kehidupan masyarakat Eropa, termasuk ekonomi.

Berkembangnya teknologi yang membantu proses industri menyebabkan perkembangan signfikan pada industri di Eropa. Dengan bantuan teknologi yang baru ditemukan, industri bisa mempercepat dan memperbesar skala produksinya. Dengan kata lain, mereka bisa memproduksi lebih banyak barang dalam waktu yang lebih singkat.

Semakin meningkatnya produksi, berarti mereka memiliki semakin banyak barang untuk dijual. Sementara itu, mereka memiliki pasar yang terbatas. Untuk itu, negara-negara Eropa memperluas wilayah kekuasaan dan pengaruhnya ke wilayah lain, khususnya di Amerika, Asia, dan Afrika untuk membuka pasar baru bagi hasil industrinya. Dengan semakin besarnya pasar, mereka berharap bisa merangsang perkembangan industri mereka dan membawa semakin banyak uang atau kekayaan bagi negara mereka.

- Sumber Daya Alam

Tujuan imperialisme modern yang kedua ialah Sumber Daya Alam. Sumber daya alam adalah salah satu faktor penting dalam industri. Semakin tingginya produksi, semakin besar sumber daya alam yang mereka butuhkan. Revolusi industri meningkatkan output produksi secara signifikan. Artinya, setiap negara industri harus bisa mengamankan sumber daya alam sebagai bahan produksi supaya proses produksi industri mereka bisa berjalan dengan lancar dan industri mereka tetap berkembang. Oleh sebab itu, mereka berusaha untuk menguasai negara lain untuk mengeruk sumber daya alamnya demi industri negara mereka.

- Kejayaan

Kejayaan juga masih menjadi salah satu tujuan dari imperialisme modern. Pada saat itu, masih ada kepercayaan bahwa negara yang besar adalah negara yang memiliki wilayah kekuasaan yang luas. Untuk itu negara-negara memperluas wilayah kekuasaannya untuk membuktikan kejayaan negaranya.

5 dari 6 halaman

Penyebab Imperialisme

Ada beberapa hal yang menyebabkan Imperialisme. Hal-hal tersebut adalah:

1. Keinginan untuk menjadi negara yang terbesar dan termahsyur di seluruh dunia. Mereka percaya bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki wilayah kekuasaan yang luas. Semakin besar luas wilayah kekuasaannya, semakin besar adalah negara tersebut.

2. Perasaan istimewa bangsa tertentu (racial superiority). Bangsa Eropa, pada masa itu, percaya bahwa mereka adalah bangsa terbaik dan yang paling beradab. Mereka memandang rendah bangsa dan kebudayaan lain dan menindas mereka.

3. Keinginan untuk menyebarkan agama dan ideologi

4. Ingin untuk menguasai wilayah yang dianggap strategis.

5. Keinginan untuk memperkaya bangsanya dengan menguasai perdagangan dan mengeruk sumber daya alam negara lain.

6 dari 6 halaman

Dampak Imperialisme

Imperialisme memberikan berbagai dampak di berbagai bidang. Dampak-dampak tersebut meliputi:

A. Dampak Politik

- Munculnya Nasionalisme

- Munculnya tanah-tanah jajahan

- Munculnya politik dunia

- Politik pemerasan

- Terjadinya berbagai perang

B. Dampak Ekonomi

- Munculnya jurang ekonomi antara negara imperialis dengan negara jajahannya

- Meluasnya perdagangan dunia

- Terbentuknya lalu lintas perdagangan dunia

- Penanaman modal di tanah jajahan

- Hilangnya kekuatan ekonomi penduduk asli tanah jajahan

C. Dampak Sosial

- Diskriminasi sosial berdasarkan ras

- Diskriminasi dalam bidang pendidikan

- Hak milik masyarakat asli tidak dihargai

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.