Sukses

10 Penyebab Gagal Jantung, Gejala dan Cara Mencegahnya

Liputan6.com, Jakarta Penyebab gagal jantung perlu dipahami oleh setiap orang. Pasalanya kondisi kesehatan satu ini bisa mengancam nyawa seseorang yang mengalaminya. Gagal jantung terjadi ketika jantung masih bekerja tapi tidak sebaik seharusnya. 

Gagal jantung ditandai dengan ketidakmampuan jantung untuk memompa suplai darah yang cukup ke tubuh. Tanpa aliran darah yang cukup, semua fungsi utama tubuh akan terganggu. Gagal jantung adalah suatu kondisi yang melemahkan atau membuat jantung kaku.

Gagal jantung adalah kondisi saat otot jantung menjadi sangat lemah sehingga tidak bisa memompa cukup darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah gagal jantung kongestif.

Penyebab gagal jantung dipengaruhi oleh berbagai kondisi kesehatan, seperti penyakit arteri koroner yang tidak diobati, tekanan darah tinggi , aritmia, dan kondisi lainnya. Semua kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan jantung untuk memompa atau berelaksasi dengan baik.

Berikut Liputan6.com rangkum dari laman Pusat Jantung Nasional, Selasa (2/8/2022) tentang penyebab gagal jantung.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Penyebab Gagal Jantung

Penyebab gagal jantung dipengaruhi oleh berbagai masalah kesehatan yang tentunya perlu kamu perhatikan. Melansir Pusat Jantung Nasional, masalah kesehatan yang dapat menjadi penyebab gagal jantung di antaranya adalah:

Hipertensi

Penyebab gagal jantung yang pertama yaitu hipertensi. Tekanan darah merupakan kekuatan yang dibutuhkan untuk memompa darah ke seluruh tubuh tiap kalinya. Jika tekanan darah tinggi, maka hal ini dapat menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Otomatis otot jantung akan menebal untuk mengimbangi kinerja yang meningkat tersebut. Jika ini terus berlangsung, maka pada akhirnya jantung terlalu terbebani dan tidak lagi kuat untuk memompa darah secara efektif. Otot-ototnya menjadi lemah atau bisa juga menjadi terlampau kaku.

Penyakit jantung koroner dan serangan jantung

Penyakit jantung koroner membuat pasokan darah dan oksigen ke jantung menurun akibat menyempitnya arteri oleh tumpukan lemak. Saat pembuluh darah ke otot jantung benar-benar tersumbat dan aliran oksigen ke seluruh bagian jantung menjadi terputus, terjadilah serangan jantung. Serangan jantung dapat membuat daya pompa jantung melemah atau bahkan menyebabkan kerusakan permanen pada dinding otot jantung.

Kardiomiopati

Penyebab gagal jantung juga berkaitan dengan kardiomiopati atau kerusakan pada otot jantung. Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kardiomiopati, di antaranya adalah genetik atau keturunan, penggunaan obat-obatan kemoterapi, penyalahgunaan narkoba, kecanduan alkohol,dan infeksi.

Miokarditis

Miokarditis atau radang otot jantung kadang-kadang dapat berkembang dan mengarah pada penyebab gagal jantung kiri. Umumnya, penyebab miokarditis adalah infeksi virus.

Kerusakan katup jantung

Katup jantung berfungsi menjaga darah yang mengalir melalui jantung tetap berada di jalur yang tepat. Jika katup jantung rusak, maka aliran darah bisa terganggu. Hal ini mengakibatkan meningkatnya beban kerja pada otot jantung.

Gangguan ritme jantung 

Gangguan ritme jantung dapat menyebabkan ritme atau detak jantung menjadi terlalu lambat atau terlalu cepat. Ritme yang terlalu lambat akan mengurangi pasokan darah dari jantung ke tubuh. Ritme yang terlalu cepat, dapat membuat jantung bekerja terlalu keras. Kedua kondisi ini lama-kelamaan akan mengarah kepada penyebab gagal jantung.

Hipertioridisme

Orang yang menderita heipertiroidisme, kelenjar tiroid di dalam tubuhnya akan memproduksi hormon tiroid secara berlebihan. Saat kadar hormon tersebut tinggi, maka denyut jantung, tekanan darah, serta suhu tubuh akan meningkat pula.

Anemia

Saat seseorang mengalami anemia, maka tubuhnya kekurangan oksigen yang didapat dari darah. Jika kondisi ini tidak ditangani maka kerusakan pada organ-organ di tubuhnya, termasuk jantung, dapat terjadi.

Diabetes

Orang yang menderita diabetes memiliki risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung koroner yang meningkat. Hal ini tentunya bisa menjadi penyebab gagal jantung nantinya.

Cacat jantung sejak lahir

Sebagian bayi lahir dengan kondisi sebagian bilik atau katup jantungnya tidak terbentuk secara sempurna. Keadaan ini dapat menyebabkan bagian jantung lainnya yang masih sehat harus bekerja lebih keras dalam memompa darah. Pada akhirnya berpotensi mengarah kepada penyebab gagal jantung.

3 dari 4 halaman

Gejala Gagal Jantung

Gejala utama gagal jantung adalah sesak napas dan rasa lelah sepanjang hari. Penyakit ini juga dapat membuat pasokan darah ke ginjal menjadi lebih sedikit sehingga terjadi penumpukan cairan di tubuh penderitanya yang ditandai dengan:

-Pembengkakan pada kaki (termasuk pergelangan kaki) dan perut

-Kenaikan berat badan

-Frekuensi buang air kecil yang meningkat pada malam hari

Selain ke ginjal, gagal jantung juga membuat pasokan darah ke otot serta organ-organ penting lainnya menjadi berkurang. Hal ini dapat membuat penderita mengalami berbagai gejala seperti lemah, bingung, pusing, hingga mengi, batuk yang memburuk di malam hari, perut kembung, jantung berdebar-debar tidak teratur (palpitasi), detak jantung yang cepat, nafsu makan berkurang, penurunan berat badan, pingsan, cemas, dan depresi.

Sesak napas akibat penyebab gagal jantung biasanya makin terasa saat penderita berbaring datar. Sebagian dari mereka juga mengalami tidur malam yang terganggu akibat sesak napas hebat sehingga harus duduk atau berdiri agar bisa menghirup udara.  

4 dari 4 halaman

Cara Mencegah Gagal Jantung

Cara mencegah gagal jantung adalah sebagai berikut:

- Mengonsumsi makanan sehat seperti sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, ikan, dan daging. Hindari makanan yang mengandung lemak jenuh seperti gorengan, mentega, es krim dan daging olahan.

- Batasi asupan gula dan garam.

- Batasi konsumsi minuman keras.

- Jika memiliki tingkat tekanan darah dan kolesterol yang tinggi, segera lakukan penanganan. Kedua kondisi ini dapat meningkatkan risiko terkena gagal jantung.

- Jaga berat badan pada batasan sehat dan lakukan langkah-langkah penurunan berat badan jika diperlukan.

- Berhenti merokok jika kamu seorang perokok. Jika bukan perokok, maka jauhi asap rokok agar tidak menjadi perokok pasif.

- Lakukan aktivitas atau olahraga yang dapat membuat jantung sehat, seperti bersepeda atau berjalan kaki, minimal dua setengah jam per minggu.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.