Sukses

10 Penyebab Migren dan Cara untuk Mengatasinya, Jangan Salah Langkah

Liputan6.com, Jakarta Penyebab migren saat ini masih belum diketahui secara pasti, namun terdapat beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab anda mengalami sakit kepala sebelah atau migrain atau migren. Migren merupakan jenis sakit kepala yang berulang dan menyebabkan rasa sakit yang sering terasa seperti berdenyut di salah satu sisi kepala.

Terdapat banyaknya penyebab migren membuat penyakit ini bisa terjadi sewaktu-waktu dan jika dibiarkan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Migren bisa disebabkan oleh berbagai hal mulai dari kondisi lingkungan yang tidak kondusif dan membuat tubuh tidak nyaman hingga salah konsumsi makanan.

Sehingga penting untuk mengetahui penyebab migren untuk bisa membantu anda dalam menentukan pengobatan atau langkah pencegahan yang tepat untuk mengatasi migren yang datang menyerang kapan saja tanpa peringatan.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini Liputan6.com rangkum pada Kamis (11/8/2022), tentang berbagai penyebab migren dan cara mengatasinya yang bisa dijadikan referensi saat anda mengalami migren.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 6 halaman

Penyebab Migren Dan Cara Untuk Mengatasinya

1. Stres

Penyebab migren yang paling umum adalah Stress. stres adalah pemicu bagi hampir 70 persen orang dengan migren, dan satu penelitian mengungkapkan bahwa 50-70 persen orang memiliki hubungan yang signifikan antara tingkat stres harian mereka dan aktivitas migren harian mereka.

Cara mengatasinya: Mulailah dengan membuat daftar hal-hal yang diketahui menyebabkan anda stres dan kemudian berusaha untuk mengurangi pemicu ini dalam hidup. Biofeedback, terapi relaksasi, meditasi, olahraga, dan menjaga jadwal tidur yang konsisten dapat sangat membantu dalam mengelola stres.

Strategi ini tidak akan menghilangkan semua stres dari hidup anda, tetapi mereka dapat mengubah respons fisiologis tubuh anda terhadap stres dan dengan demikian mengurangi kemampuan stres untuk memicu serangan migren.

 

2. Hormon

Wanita tiga kali lebih mungkin mengalami migren daripada pria, dan hingga 75% wanita menemukan bahwa mereka mengalami serangan migren ketika waktu periode menstruasi. Ini disebut "migren menstruasi," hanya terjadi selama periode menstruasi karena perubahan kadar estrogen dan progesteron.

Cara mengatasinya: Selain perubahan gaya hidup dan pola makan, ada beberapa metode pengendalian kelahiran yang dapat menstabilkan kadar hormon sehingga mencegah serangan migren di masa mendatang. Pastikan untuk bertemu dengan spesialis sakit kepala atau ginekolog sehingga anda dapat menemukan rencana perawatan yang tepat.

3 dari 6 halaman

Penyebab Migren Dan Cara Untuk Mengatasinya

3. Perubahan Jadwal Tidur yang Tidak Teratur

Hubungan antara migren dan tidur tidak dapat disangkal. Tidur memperbarui dan memperbaiki semua bagian tubuh termasuk otak, jadi masuk akal jika jadwal tidur yang tidak teratur membuat anda lebih rentan terhadap serangan migren.

Dalam hal lain yang perlu diperhatikan dalam hubungan migren dan tidur adalah hampir setengah dari semua serangan migren terjadi antara pukul 4:00 pagi dan 9:00 pagi, menempatkan orang pada risiko yang lebih besar untuk mengalami gangguan tidur berkelanjutan.

Cara mengatasinya: Cobalah untuk tidur pada waktu yang sama setiap malam, dan usahakan untuk tidur setidaknya 7-8 jam. Hilangkan handphone, makanan, membaca buku, dan mendengarkan musik saat di tempat tidur, dan cobalah yang terbaik untuk tidak tidur siang di siang hari.

 

4. Kafein dan Alkohol

Banyak orang menemukan gejala migren mereka meningkat setelah mengonsumsi kafein atau alkohol. Sebaliknya, orang lain mengatakan bahwa secangkir kopi dapat menghentikan gejala migren mereka, dan beberapa obat yang dirancang untuk melawan rasa sakit migren mungkin mengandung dosis kafein.

Meskipun pasien migren menganggap anggur merah sebagai pemicu migren akibat alkohol yang utama, penelitian menunjukkan bahwa jenis alkohol lain sama berbahayanya dan kadang-kadang bahkan lebih sering menjadi penyebab migren.

Cara mengatasinya: Batasi dan ketahui batasan anda dalam hal konsumsi alkohol dan juga kafein. Jika anda mengalami tanda dan gejala peringatan serangan migren setelah minum alkohol, segera minum obat sesuai dengan kebutuhan dan hentikan konsumsi kafein.

4 dari 6 halaman

Penyebab Migren Dan Cara Untuk Mengatasinya

5. Dehidrasi

Sekitar 1/3 orang dengan migren mengatakan dehidrasi adalah pemicu migren yang mereka rasakan, bahkan ditemukan juga sedikit dehidrasi bisa menjadi jalur cepat untuk melemahkan sakit kepala. Dehidrasi mempengaruhi tubuh pada semua tingkatan dan dapat menyebabkan pusing, kebingungan, dan bahkan dapat menjadi keadaan darurat medis.

Cara mengatasinya: Selalu bawa botol air minum dan pantau asupan cairan anda serta ingat rekomendasi konsumsi air harian adalah dua liter. Batasi juga konsumsi diuretik anda karena terkadang serangan dapat dihentikan hanya dengan meminum segelas air.

 

6. Perubahan cuaca

Penyebab migren yang berikutnya adalah cuaca. Badai, panas yang berlebihan, dan perubahan tekanan suhu udara adalah pemicu migren terkait cuaca yang umum yang dapat menyebabkan serangan migren. Kelembaban dan panas yang tinggi dapat dengan mudah menyebabkan dehidrasi, yang merupakan pemicu umum migren.

Cara mengatasinya: Karena kita tidak bisa mengendalikan cuaca, jadi jika kondisi saat ini tidak mendukung tubuh dan menyebabkan migren, tetaplah di dalam rumah atau sesuaikan jadwal anda agar tidak perlu keluar ruangan ketika cuaca sedang panas atau terlalu dingin.

5 dari 6 halaman

Penyebab Migren Dan Cara Untuk Mengatasinya

7. Penggunaan Obat Berlebihan

Penyebab migren yang jarang diketahui adalah karena penggunaan obat yang berlebihan. Jika anda mengalami sakit kepala migren secara teratur dan minum obat yang diresepkan oleh dokter anda lebih dari 10 hari dalam sebulan, hal ini dapat menyebabkan lebih banyak serangan migren dan memperparah kondisinya.

Cara mengatasinya: Anda harus terlebih dahulu berhenti minum obat dan membersihkannya dari sistem anda. Anda juga harus bekerja sama dan konsultasi dengan dokter untuk mempelajari cara melepaskan obat tertentu, seperti opioid atau obat yang mengandung butalbital, dengan aman.

 

8. Pola Makan

Ada daftar makanan yang diketahui memicu serangan migren, yang paling umum adalah makanan yang mengandung histamin dan MSG, cokelat, keju, dan produk susu lainnya, pemanis buatan (misalnya aspartam), kafein, daging yang diawetkan, dan masih banyak lagi sesuai dengan orang yang mengalami migren akibat makanan.

Cara mengatasinya: Jika anda dapat mengidentifikasi pemicu makanan tertentu, pastikan untuk menghindarinya sebisa mungkin. Banyak orang juga mengadopsi diet migren yang menghilangkan makanan dan bahan yang diketahui memicu migren.

6 dari 6 halaman

Penyebab Migren Dan Cara Untuk Mengatasinya

9. Cahaya

Bagi banyak pasien migren, cahaya alami adalah musuh. Kondisi ini disebut Fotofobia, dan sebenarnya merupakan salah satu kriteria yang digunakan untuk mendiagnosis migren. Baik lampu alami, cahaya terang, dan lampu neon atau lampu yang berkedip-kedip dapat bermasalah bagi penderita migren, sehingga sulit untuk menghabiskan waktu di luar atau berada di lingkungan kantor.

Cara mengatasinya: Mengenakan kacamata hitam sangat membantu saat anda berada di luar, dan merupakan ide yang baik untuk membawa kacamata hitam setiap saat. Saat berhadapan dengan cahaya buatan, duduklah lebih dekat ke jendela dan hindari lampu yang berkedip-kedip atau sumber silau.

Lampu hijau adalah satu-satunya pita cahaya yang telah terbukti tidak memperburuk migren, menemukan lampu yang memancarkan cahaya hijau atau kacamata hitam yang membelokkan semua kecuali lampu hijau dapat membantu.

 

10. Bau

Bau menjadi penyebab migren yang selanjutnya. Beberapa bau dapat mengaktifkan reseptor saraf tertentu di saluran hidung yang dapat memicu serangan migren atau memperburuk yang sudah dimulai. Osmophobia (keengganan terhadap bau) adalah gejala umum migren.

Cara mengatasinya: Hindari parfum, bau makanan yang menyengat, bahan kimia atau bensin. Jika Anda bekerja di lingkungan kantor, sampaikan kondisi anda kepada rekan kerja dan jangan takut untuk meminta mereka menahan diri untuk tidak memakai parfum atau cologne.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS