Sukses

7 Cara Mengatasi Kram Perut saat Haid Secara Alami, Tanpa Obat

Liputan6.com, Jakarta Cara mengatasi kram perut saat haid perlu dipahami oleh setiap wanita yang sedang mengalaminya. Kram perut memang menjadi salah satu kondisi yang sering kali terjadi saat menstruasi. Namun, rasa kram yang dirasakan berbeda-beda, ada yang mengalami kram ringan, ada juga yang cukup parah.

Kram perut saat haid tentunya dapat mengganggu aktivitas. Banyak wanita melaporkan mengalami sakit perut atau panggul pada awal siklus haid. Gejala ini dapat bermula dari ketidaknyamanan ringan yang berlangsung 1 atau 2 hari, hingga kram yang menyakitkan dan melemahkan muncul.

Cara mengatasi kram perut saat haid bisa kamu praktikkan di rumah dengan beberapa cara sederhana. Namun, bila langkah-langkah sederhana tersebut tidak dapat meredakan nyeri, kamu bisa mengonsumsi obat yang direkomendasikan dokter.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (29/8/2022) tentang cara mengatasi kram perut saat haid.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Cara Mengatasi Kram Perut saat Haid

Kompres Panas

Cara mengatasi kram perut saat haid yang pertama yaitu kompres panas. Menerapkan panas ke perut dan punggung bagian bawah dapat menghilangkan rasa sakit. Sebuah studi pada tahun 2012 berfokus pada 147 wanita berusia 18 hingga 30 tahun yang memiliki siklus menstruasi teratur menemukan bahwa kompres panas pada suhu 40° C sama efektifnya dengan ibuprofen.

Cara mengatasi kram perut saat haid ini yaitu, masukkan air panas ke botol atau bantal pemanas. Jika tidak memiliki botol air panas atau bantal pemanas, mandi air hangat atau gunakan handuk panas. Menempatkan botol air panas atau bantal pemanas di perut dapat mengendurkan otot dan meredakan kram. Panas membantu otot rahim dan organ-organ di sekitarnya rileks, yang dapat meredakan kram dan ketidaknyamanan.

Tetap Terhidrasi

Cara mengatasi kram perut saat haid berikutnya adalah tetap terhidrasi. Menurut para ahli, wanita lebih mungkin mengalami kram perut selama menstruasi jika mengalami dehidrasi. Usahakan untuk minum delapan gelas 8 ons air per hari. kAMU akan membutuhkan lebih banyak cairan jika cuaca panas, berolahraga, atau merasa haus.

Minum air menjaga tubuh dari menahan air dan membantu menghindari kembung yang menyakitkan selama menstruasi. Air hangat atau panas biasanya lebih baik untuk kram, karena cairan panas meningkatkan aliran darah ke kulit dan dapat mengendurkan otot yang kram. Kamu juga bisa mengonsumsi makanan berbasis air untuk meningkatkan hidrasi seperti buah-buahan.

3 dari 4 halaman

Cara Mengatasi Kram Perut saat Haid

Olahraga Ringan

Peregangan ringan, berjalan kaki, atau yoga dapat kamu lakukan sebagai cara mengatasi kram perut saat haid. Hal ini berkaitan dengan olahraga yang dapat melepaskan endorfin, yaitu penghilang rasa sakit alami. Sebuah studi di Taiwan menemukan bahwa 12 minggu kelas yoga sebanyak dua kali seminggu mengurangi kram menstruasi pada peserta studi.

Menurut sebuah studi lainnya, latihan aerobik intensitas rendah hingga sedang dapat dilakukan sebagai cara mengatasi kram perut saat haid atau menstruasi. Dalam studi ini, para ilmuwan menemukan bahwa wanita yang melakukan latihan aerobik 30 menit tiga hari seminggu, selama delapan minggu, menunjukkan pengurangan yang signifikan pada kram periode.

Melakukan Pijatan

Cara mengatasi kram perut saat haid juga bisa dilakukan dengan pijatan. Pijatan yang berfokus di abdomen, punggung, dan bagian samping badan selama 15 menit dapat membuat nyeri mereda. Pijatan ini dapat membantu menurunkan kram sebanyak 90 persen. Kamu juga dapat menggunakan essential oil yang dapat merilekskan tubuh.

Minyak Esensial

Sebuah studi 2013 membandingkan pereda nyeri haid dengan pijat perut pada dua kelompok siswa perempuan. Satu kelompok mendapatkan pijatan yang hanya menggunakan minyak almond, sedangkan kelompok lain mendapatkan pijatan menggunakan campuran minyak esensial yang terdiri dari kayu manis, cengkeh, lavender, dan mawar dalam basis minyak almond.

Para peneliti menemukan bahwa kelompok yang menggunakan minyak esensial merasa lebih lega dari kram menstruasi daripada kelompok yang hanya menggunakan minyak biasa. Cara mengatasi kram perut saat haid ini juga dapat kamu coba dengan menambahkan beberapa tetes, setidaknya satu dari minyak esensial ini ke minyak utama untuk memijat sendiri perut secara efektif.

4 dari 4 halaman

Cara Mengatasi Kram Perut saat Haid

Hindari Makanan Tertentu

Selama menstruasi, sebaiknya hindari makanan yang menyebabkan kembung dan retensi air. Beberapa makanan tersebut meliputi makanan berlemak jenuh, alkohol, minuman berkarbonasi, kafein, dan makanan asin. Cobalah menenangkan perut dengan jahe, teh mint, atau air panas yang dibumbui dengan lemon.

Jika membutuhkan gula, camilan buah-buahan seperti stroberi atau raspberry bisa jadi pilihan. Menurut sebuah penelitian tahun 2000, makanan vegetarian yang rendah lemak dapat membantu sebagai cara mengatasi kram perut saat haid dan sindrom pramenstruasi (PMS).

Konsumsi Herbal

Bahan herbal mengandung senyawa anti-inflamasi dan antispasmodik yang diyakini para ahli dapat mengurangi kontraksi otot dan pembengkakan yang terkait dengan nyeri haid. Herbal ini seperti jahe, kunyit, kayu manis, adas, dan chamomile. Sebuah tinjauan studi tahun 2012 melaporkan teh chamomile meningkatkan kadar glisin dalam urin, yang membantu meredakan kejang otot. Glycine juga bertindak sebagai pereda saraf.

Satu studi terhadap mahasiswa menemukan bahwa 250 mg bubuk jahe empat kali sehari selama tiga hari membantu sebagai cara mengatasi kram perut saat haid atau menstruasi. Bahkan, disimpulkan juga bahwa jahe sama efektifnya dengan ibuprofen. Curcumin, bahan kimia alami dalam kunyit juga dapat membantu dengan gejala sindrom pramenstruasi (PMS). Satu studi 2015 mengamati 70 wanita yang menggunakan dua kapsul curcumin selama tujuh hari sebelum menstruasi dan tiga hari setelahnya. Peserta melaporkan pengurangan signifikan dalam PMS.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.