Sukses

Bilangan Bulat Adalah Bilangan Utuh, Pahami Jenis dan Contohnya

Liputan6.com, Jakarta Melansir dari Cuemath.com, bilangan bulat adalah bilangan yang termasuk dalam bilangan positif, bilangan negatif, dan nol. Integer adalah kata Latin yang berarti utuh, oleh sebab itu bilangan bulat merupakan bilangan yang bukan pecahan atau desimal. 

Bilangan bulat adalah bilangan yang mencakup semua bilangan bulat dan bilangan negatif. Jika kamu memasukan bilangan bulat secara bersama dengan bilangan negatif, maka akan membentuk himpunan bilangan bulat. 

Bilangan bulat adalah bilangan yang bukan pecahan, atau bilangan bulat adalah angka tanpa bagian desimal. Bilangan bulat juga dapat mengikuti properti identitas untuk operasi penjumlahan juga perkalian. 

Berikut ini Liputan6.com lansir tentang bilangan bulat adalah bilangan yang bukan pecahan atau desimal dari berbagai sumber, Kamis (1/9/2022). 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 5 halaman

Definisi Bilangan Bulat

Bilangan bulat merupakan angka tanpa bagian desimal atau pecahan, serta termasuk angka negatif dan positif, juga nol. Beberapa contoh bilangan bulat adalah: -5, 0, 1, 5, 8, 97, dan 3.043. Satu set bilangan bulat, yang direpresentasikan sebagai Z, meliputi:

Bilangan Positif

Suatu bilangan dikatakan positif jika lebih besar dari nol.

Contoh: 1, 2, 3 . . .

Bilangan Negatif

Suatu bilangan juga dapat dikatakan negatif jika kurang dari nol.

Contoh: -1, -2, -3 . . .

Nol dapat didefinisikan sebagai bukan bilangan negatif atau bilangan positif. Ini merupakan bilangan bulat.

Z = {... -7, -6, -5, -4, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, ...}

Bilangan bulat  juga meliputi bilangan positif, bilangan negatif, dan nol, artinya bilangan bulat tidak termasuk pecahan atau desimal. Bilangan bulat juga mencakup semua bilangan bulat dan bilangan negatif, jadi dengan memasukkan bilangan negatif bersama dengan bilangan bulat, maka dapat membentuk himpunan bilangan bulat.

3 dari 5 halaman

Bilangan Bulat dan Garis Bilangan

A. Bilangan bulat pada Garis Bilangan

Garis bilangan merupakan model secara visual dari angka pada garis lurus. Garis ini juga digunakan dalam melakukan perbandingan angka-angka yang dapat ditempatkan pada interval yang sama, pada garis tak terbatas yang memanjang di kedua sisi, secara horizontal. Sama seperti bilangan lainnya, himpunan bilangan bulat juga dapat direpresentasikan pada garis bilangan.

B. Menggambarkan Bilangan bulat  pada Garis Bilangan

Bilangan bulat positif dan negatif juga dapat direpresentasikan secara visual pada garis bilangan. Bilangan bulat pada garis bilangan akan membantu dalam melakukan operasi aritmatika. Ada beberapa hal-hal dasar yang perlu untuk diingat saat menempatkan bilangan bulat pada garis bilangan adalah sebagai berikut:

- Setiap angka di sisi kanan akan selalu lebih besar dari angka di sisi kiri.

- Bilangan positif yang diletakkan di sebelah kanan 0, karena lebih besar dari 0.

- Bilangan negatif yang ditempatkan di sisi kiri 0, karena lebih kecil dari 0.

- Nol, yang tidak positif atau negatif, biasanya akan disimpan di tengah.

4 dari 5 halaman

Operasi Bilangan Bulat

Terdapat empat operasi aritmatika dasar yang perlu diketahui, serta kaitannya dengan bilangan bulat adalah:

1. Penambahan bilangan bulat

2. Pengurangan Bilangan Bulat

3. Perkalian Bilangan Bulat

4. Pembagian bilangan bulat

Dalam operasi bilangan bulat, ada beberapa aturan yang bisa dilakukan adalah: 

Jika tidak ada tanda di depan suatu bilangan, itu artinya bilangan tersebut positif. Misalnya, 5 berarti +5.Nilai mutlak suatu bilangan bulat juga merupakan bilangan positif, yaitu |−2| = 2 dan |2| = 2.

1. Penambahan bilangan bulat

Dalam melakukan penjumlahan bilangan bulat, maka salah satu prosesnya adalah menemukan jumlah dari dua atau lebih bilangan bulat yang nilainya dapat bertambah atau berkurang tergantung pada bilangan bulat itu positif atau negatif. Aturan yang berbeda juga kemungkinan terjadi pada kasus untuk penambahan bilangan bulat diberikan di bagian berikut: 

- Aturan Bilangan Bulat Selain

Melansir dari cuemath.com, ketika kedua bilangan bulat memiliki tanda yang sama, maka tambahkan nilai mutlak pada bilangan bulat, serta berikan tanda yang sama dengan bilangan bulat yang akan diberikan pada hasilnya. Ketika satu bilangan bulat positif dan yang lain nilainya negatif, maka temukan perbedaan nilai yang absolut dari angka-angka tersebut, kemudian berikan tanda yang lebih besar dari angka-angka ini pada hasilnya.

Contoh: Tambahkan bilangan bulat yang diberikan: 2 + (-5)

Terdapat nilai absolut dari 2 dan (-5) masing-masing adalah 2 dan 5, dengan selisihnya (angka lebih besar - angka lebih kecil) adalah 5 - 2 = 3

Sekarang, di antara 2 dan 5, 5 merupakan angka yang lebih besar dan tanda aslinya "-". Oleh karena itu, hasilnya mendapat tanda negatif, "-". Hasilnya 2 + (-5) = -3

2. Pengurangan bilangan bulat

Melansir dari sumber yang sama, dalam pengurangan bilangan bulat maka salah satu prosesnya adalah menemukan perbedaan antara dua atau lebih bilangan bulat di mana nilai akhir dapat meningkat atau menurun, semua juga tergantung pada bilangan bulat yang positif atau negatif. 

- Aturan Bilangan Bulat dalam Pengurangan

Untuk melakukan pengurangan dua bilangan bulat, dapat menggunakan aturan berikut:

Ubah operasi bilangan bulat menjadi masalah penjumlahan bisa dilakukan dengan mengubah tanda pengurangan. Terapkan juga aturan penjumlahan bilangan bulat yang sama, serta selesaikan masalah yang dapat diperoleh.

Contoh: Kurangi bilangan bulat yang diberikan: 7 - 10

Solusi: 7 - 10 dapat ditulis sebagai (+ 7) - (+)10

Untuk aturan operasi ini, maka akan sama dengan penjumlahan dua bilangan bulat.

Nilai mutlak dari 7 dan (-10) masing-masing adalah 7 dan 10, dengan selisih angka lebih besar - angka lebih kecil, adalah 10 - 7 = 3. 

Sekarang, di antara 7 dan 10, 10 merupakan angka yang lebih besar dan tanda aslinya "-".

Oleh karena itu, hasilnya mendapat tanda negatif, "-".

5 dari 5 halaman

Operasi Bilangan Bulat

3. Perkalian bilangan bulat

Perkalian bilangan bulat, maka harus menggunakan aturan sebagai berikut : 

Contoh: Kalikan (-6) × 3

Solusi: Ketika menggunakan aturan perkalian dalam bilangan bulat, maka kita dapat mengalikan bilangan bulat positif dan negatif.  Oleh karena itu, (-6) × 3 = -18

4. Pembagian bilangan bulat

Dalam pembagian bilangan bulat, berarti dalam pengelompokan yang sama atau membagi bilangan bulat, bisa menjadi sejumlah kelompok tertentu. Untuk melakukan pembagian bilangan bulat, dapat menggunakan aturan yang bisa diberikan dalam tabel berikut. Aturan yang berbeda juga kemungkinan kasus untuk pembagian bilangan bulat diberikan di bagian berikut:

- Aturan Bilangan Bulat dalam Pembagian

Dalam melakukan pembagian dua bilangan bulat, dapat menggunakan aturan berikut.

Contoh: Bagi (-15) 3

Solusi: Menggunakan aturan pembagian bilangan bulat, kamu bisa membagi bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif, dan hasil bagi akan memiliki tanda negatif.

Oleh karena itu, (-15) 3 = -5

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.