Sukses

Herpes Adalah Salah Satu Penyakit Kulit, Kenali Ciri-Ciri dan Penyebabnya

Liputan6.com, Jakarta Herpes adalah salah satu penyakit kulit yang dapat menyerang bagian tubuh manapun. Herpes dapat terjadi di  kulit badan, mulut, wajah, hingga organ vital. Penyakit herpes ini termasuk kondisi yang menular.

Perlu diketahui bahwa herpes memiliki berbagai jenis. Jenis herpes yang paling umum adalah herpes simpleks. Ada juga herpes zoster yang dikenal sebagai cacar air. Setiap jenis herpes tersebut disebabkan oleh virus yang berbeda.

Penyakit herpes adalah penyakit yang diakibatkan dari kontak langsung dengan penderita penyakit herpes lain. Untuk itu, perlu mengetahui penyebab penyakit herpes agar dapat mengobatinya dengan tepat.

Berikut ini Liputan6.com ulas mengenai herpes beserta gejala dan penyebabnya yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (7/9/2022).

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 5 halaman

Herpes Adalah

Herpes adalah salah satu penyakit kulit yang dapat menular. Penyakit herpes adalah penyakit yang disebabkan oleh Herpes simplex virus atau HSV yang menyebabkan herpes simplex dan varicella-zoster virus atau VZ yang menyebabkan herpes zoster.

Perlu diketahui bahwa penyakit herpes adalah penyakit yang dapat menyerang siapa saja, baik wanita, laki-laki, anak-anak, sampai orang dewasa. Adanya riwayat kontak dengan penderita infeksi virus ini dan daya tahan tubuh yang sedang lemah adalah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terinfeksi virus herpes.

Herpes adalah penyakit yang umum terjadi di masyarakat. Ada dua jenis penyakit herpes yang umum terjadi, yakni HSV tipe 1 dan HSV tipe 2. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa pada tahun 2016, sekitar 3,7 miliar orang di bawah usia 50 tahun menderita HSV-1. Pada tahun yang sama, sekitar 491 juta orang berusia 15 hingga 49 tahun menderita HSV-2.

3 dari 5 halaman

Ciri-Ciri Herpes

Herpes tidak selalu menimbulkan gejala. Ciri-ciri herpes dapat muncul tergantung dengan penderita apakah mengalami infeksi primer atau tidak. Medical News Today mengungkap tidak hanya luka atau lecet, ciri-ciri herpes pada infeksi pertama, antara lain:

1. Muncul rasa nyeri dan gatal di permukaan kulit.

2. Mengalami pembengkakan di kelenjar getah bening.

3. Mengalami demam.

4. Muncul perasaan lelah dan tidak sehat seperti pada umumnya.

Kondisi infeksi herpes pada orang yang sempat mengalaminya tidak separah ciri-ciri herpes infeksi pertama kali. Ciri-ciri herpes yang kambuh diungkap Medical News Today mirip dengan infeksi awal, tetapi tidak parah dan cenderung berlangsung lebih singkat. Ciri-ciri herpes oral yang kambuh dijelaskan oleh American Sexual Health Association biasanya akan berlangsung selama 8-10 hari. 

4 dari 5 halaman

Penyebab Penyakit Herpes

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa secara umum penyakit herpes dapat menular melalui kontak langsung dengan penderita. Penyebab umum penyakit herpes adalah herpes simplex virus (HSV). Penyebab penyakit herpes ini menyebar dengan cepat melalui kontak langsung dengan orang yang membawa HSV.

Virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1) adalah bentuk paling umum dari penyakit herpes simpleks. HSV-1 biasanya mengarah ke herpes oral, karena sebagian besar kasus HSV-1 memengaruhi mulut dan daerah sekitarnya. HSV-1 juga bisa memengaruhi area tubuh lainnya, seperti alat kelamin. 

Virus herpes simpleks masuk melalui kulit dan berjalan ke saraf, di mana mereka umumnya tidak menimbulkan masalah. Herpes dapat menyebabkan luka kulit, namun, ketika virus menjadi aktif. Penyakit herpes tidak dapat menular hanya dengan sentuhan ke wastafel atau handuk.

Berikut ini terdapat beberapa faktor penyebab penyakit herpes adalah:

1. Seks tanpa kondom

Herpes genital yang disebabkan oleh HSV-2 paling sering ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui seks, termasuk seks oral. HSV-1 juga dapat ditularkan melalui aktivitas seksual, meskipun tidak umum. Memiliki banyak pasangan seksual dan melakukan hubungan seks tanpa kondom dengan pasangan yang dapat terinfeksi meningkatkan risiko penularan herpes.

2. Berciuman

Berciuman atau kontak mulut lainnya adalah salah satu penyebab umum penularan HSV-1.

3. Kekebalan lemah

Sistem kekebalan tubuh yang lemah membuat tubuh rentan terinfeksi penyebab virus herpes. Jika sistem kekebalan kurang karena alasan apa pun, seseorang berisiko lebih besar mengalami infeksi herpes yang lebih serius atau persisten. Kekebalan yang lemah juga bisa membuat penyakit herpes sering kambuh. Sistem kekebalan bisa melemah karena sejumlah alasan, termasuk kondisi autoimun, HIV, penyakit IgA, penyakit seperti kanker sumsum tulang, pengobatan kemoterapi, atau transplantasi organ.

5 dari 5 halaman

Cara Mengatasi Herpes

Para ahli belum menemukan obat untuk herpes. Tetapi berbagai perawatan dapat membantu meringankan gejala Anda. Perawatan untuk HSV meliputi berikut ini:

1. Pengobatan Medis

Lepuh biasanya dapat membaik dengan sendirinya, tanpa perawatan medis. Tetapi jika Anda mengalami gejala yang parah atau sering, dokter akan meresepkan obat antivirus. Antivirus dapat membantu mengurangi jumlah episode yang Anda alami dan meringankan keparahan gejala Anda. Obat antivirus juga dapat membantu menurunkan peluang Anda menularkan virus selama Anda tidak memiliki gejala.

2. Pengobatan Rumahan

Banyak pengobatan rumahan dapat membantu meringankan rasa sakit dan ketidaknyamanan yang terkait dengan lepuh yang disebabkan oleh virus herpes. Berikut ini cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi herpes di rumah, yaitu:

a. Kompres hangat atau dingin.

b. Campurkan baking soda atau tepung maizena dan air, lalu oles pada luka.

c. Campuran bawang putih yang dihancurkan dan minyak zaitun, lalu oleskan pada luka.

d. Oleskan lidah buaya pada luka.

e. Bisa mengoleskan kayu putih atau minyak peppermint pada luka.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.