Sukses

Duh, Sekelompok Siswa Ini Nekat Ikat Guru Matematika di Pohon Usai Dapat Nilai Jelek

Liputan6.com, Jakarta Bagi seorang pelajar, mendapatkan nilai yang baik tentu saja sebuah pencapaian yang bagus. Pasalnya, nilai tersebut didapatkan usai belajar giat serta mengikuti ujian dengan baik.

Namun, tak sedikit pula siswa yang harus menerima nilai buruk dalam pelajaran. Matematika menjadi salah satu pelajaran yang terbilang sulit. Tak heran jika banyak pula siswa yang mendapatkan nilai kurang di pelajaran tersebut.

Alih-alih melakukan remidial serta belajar lebih giat, beberapa siswa di sekolah yang berada di India ini justru melakukan hal yang nekat. Dilansir Liputan6.com dari Oddity Central, Rabu (7/9/2022) puluhan siswa diduga terlihat dalam insiden pengikatan guru matematika serta pegawai sekolah di pohon.

Tak hanya mengikat seorang guru matematika dan pegawai sekolah saja, akan tetapi para siswa diduga melakukan pemukulan. Insiden tersebut diketahui terjadi pada Senin (5/9/2022) lalu dan mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, siswa di Sekolah Pemukiman Suku Terjadwal di Dumka, negara abagian Jharkhand India ini juga merekam dan menyebarkan videonya di media sosial.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 5 halaman

Berniat ingin diskusikan nilai

Dalam laporan Oddity Central, Rabu (7/9/2022) siswa Sekolah Pemukiman Suku Terjadwal ini disebutkan mendapatkan nilai buruk dalam pelajaran matematika. Nilai jelek dalam ujian tersebut bahkan telah diunggah melalui situs resmi sekolah.

Tak terima akan nilai yang didapat, puluhan siswa disebutkan memiliki dalih mendiskusikan nilai ujian kelas 9 kepada guru matematika dan petugas sekolah. Namun, yang terjadi guru matematika dan petugas sekolah tersebut justru diikat di sbeuah pohon. Tak sampai disitu saja, mereka jika diduga melakukan pemukulan kepada guru dan petugas sekolah.

Foto serta video insiden tersebut bahkan beredar luas di media sosial. Dalam foto dan video yang beredar, terlihat adanya tiga pria yang terikat pada pohon serta puluhan siswa yang berada disekitaran sambil membawa tongkat kayu yang cukup tebal.

3 dari 5 halaman

Penyelidikan polisi

Beredarnya foto serta video insiden tersebut pun langsung ditangai oleh pihak kepolisian. Meski dalam video tidak memperlihatkan adanya pemukulan, akan tetapi polisi menemukan jika korban yang terikat memiliki luka fisik akibat serangan siswa.

Tak hanya itu saja, salah satu korban juga memberikan pernyataan kepada pihak berwajib dengan perban yang masih melilit di bagian kepalanya. Adanya kekerasan yang dilakukan siswa kepada guru dan petugas sekolah ini pun menyita perhatian banyak masyarakat.

Dilansir Liputan6.com dari India Times, Rabu (7/9/2022) kejadian tersebut dipicu karena nilai matematika dari 11 siswa di kelas 32 DD atau sangat buruk. Hal ini pun memicu kemarahan para siswa.

4 dari 5 halaman

200 siswa terlibat

Kemarahan para siswa ini pun membuat guru matematika dan petugas sekolah diikat di pohon. Pasalnya, para siswa menganggap jika ketiga orang tersebut yang bertanggung jawab dan menuntut balas dendam karena telah mengunggah nilai ke situs web sekolah.

“Mahasiswa memanggil kami dengan dalih mengadakan pertemuan & mengatakan hasil mereka dimanjakan. Itu terjadi karena nilai praktik mereka tidak dimasukkan dalam hasil. Itu harus dilakukan oleh kepala sekolah. Jadi kami tidak bisa mengambil langkah apa pun dalam hal ini.” ujar Suman Kumar selaku guru matematika.

Akan tetapi, meski telah dijelaskan, para siswa tidak mendengarkan. Bahkan, menurut penyelidikan pihak kepolisian setidaknya 200 siswa dari Sekolah Pemukiman Suku Terjadwal terlibat dalam insiden tersebut.

5 dari 5 halaman

Tak mengajukan pengaduan pengadilan

Meski telah memiliki bukti yang kuat, akan tetapi pihak sekolah memutuskan untuk tak mengajukan pengaduan pengadilan terhadap para siswa tersebut. Pihak sekolah menyebut jika adanya pengaduan pengadilan dapat merusak karier siswa kedepannya.

Sebelumnya, para korban juga diketahui tak membuat laporan ke polisi. Akan tetapi, usai video viral di media sosial, mereka mengajukan pengaduan terhadap 11 siswa yang melakukan penyerangan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.