Sukses

Menstruasi adalah Luruhnya Dinding Rahim, Kenali Siklusnya

Liputan6.com, Jakarta Menstruasi adalah suatu kondisi yang tentunya harus dipahami setiap wanita. Pasalnya, menstruasi merupakan kondisi fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala. Terjadinya menstruasi dipengaruhi oleh hormon reproduksi estrogen dan progesteron.

Menstruasi atau haid pada umumnya dialami oleh wanita 11-13 kali dalam setahun. Namun, tidak semua wanita memiliki siklus menstruasi yang teratur, bisa lebih cepat atau lebih lambat. Hal inilah yang harus benar-benar diperhatikan.

Menstruasi adalah datang bulan atau haid. Siklus ini terjadi secara alami dan merupakan bagian dari proses organ reproduksi wanita untuk mempersiapkan kehamilan.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (15/9/2022) tentang menstruasi adalah haid.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Menstruasi adalah

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), menstruasi adalah datang bulan atau haid. Menstruasi adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi estrogen dan progesteron. Pada umumnya, wanita mengalami 11-13 kali menstruasi dalam setahun. Namun, tidak semua wanita memiliki siklus menstruasi yang teratur, bisa lebih cepat atau lebih lambat. 

Menstruasi adalah keluarnya darah dari vagina yang diakibatkan dari siklus bulanan yang dialami seorang wanita. Siklus menstruasi adalah suatu kondisi yang terjadi secara secara alami dan merupakan bagian dari proses organ reproduksi wanita untuk mempersiapkan kehamilan. Organ reproduksi wanita mempersiapkan kehamilan setiap bulannya dengan adanya penebalan dinding rahim yang berisi pembuluh darah. Namun jika tidak terjadi kehamilan, dinding rahim akan luruh dan keluar bersama darah melalui vagina.

Setiap bulannya wanita akan mengalami menstruasi dengan siklus yang berbeda-beda. Seperti yang diketahui, panjang siklus menstruasi adalah 21-35 hari dihitung dari hari pertama menstruasi bulan ini, hingga hari pertama menstruasi berikutnya. Mentruasi biasanya menimbulkan beberapa gejala, seperti perut terasa mulas, mual dan panas, terasa nyeri saat buang air kecil, tubuh tidak fit, demam, Sakit kepala dan pusing, emosi meningkat, bau badan tidak sedap, muncul Jerawat di wajah dan lain sebagainya.

3 dari 4 halaman

Siklus Menstruasi

Siklus menstruasi adalah sebagai berikut:

- Fase menstruasi

Fase menstruasi adalah luruh dan dikeluarkannya dinding rahim dari tubuh. Hal ini disebabkan berkurangnya kadar hormon seks. Hal ini secara bertahap terjadi pada hari ke-1 sampai 7.

- Fase pra-ovulasi

Fase pra-ovulasi yaitu masa pembentukan dan pematangan ovum dalam ovarium yang dipicu oleh peningkatan kadar estrogen dalam tubuh. Hal ini terjadi secara bertahap pada hari ke-7 sampai 13.

- Fase ovulasi

Masa subur atau Ovulasi adalah suatu masa dalam siklus menstruasi wanita di mana sel telur yang matang siap untuk dibuahi. Menurut beberapa literatur, masa subur adalah 14 hari sebelum haid selanjutnya. Apabila wanita tersebut melakukan hubungan seksual pada masa subur atau ovulasi maka kemungkinan terjadi kehamilan. Beberapa metode dalam menentukan masa subur dapat dilihat dengan beberapa cara, yaitu dengan mengenali perubahan periode menstruasi, perubahan lendir servik, dan perubahan suhu basal tubuh.

- Fase pascaovulasi.

Fase ini merupakan masa kemunduran ovum bila tidak terjadi fertilisasi. Pada tahap ini, terjadi kenaikan produksi progesteron sehingga endometrium menjadi lebih tebal dan siap menerima embrio untuk berkembang. Jika tidak terjadi fertilisasi, maka hormon seks dalam tubuh akan berulang dan terjadi fase menstruasi kembali.

4 dari 4 halaman

Penyebab Menstruasi Telat

Beberapa penyebab telat menstruasi adalah

Stres

Penyebab menstruasi telat selain hamil adalah mengelami stres. Bagi seseorang yang tengah banyak beban pikiran biasanya berdampak terhadap waktu menstruasinya. Hal ini disebabkan karena stres memengaruhi perubahan hormon dan hipotalamus. Jika merasa sedang stres kemudian menstruasi terlambat, coba lakukan meditasi. Tenangkan diri, ubah gaya hidup, dan hilangkan penyebab stres ini. 

Obesitas

Penyebab menstruasi telat berikutnya adalah obesitas. Indeks massa tubuh wanita obesitas, yakni 25-30 yang akan mengalami keterlambatan ini. Wanita yang memiliki berat badan berlebihan akan mengalami perubahan hormon. Perubahan hormon inilah yang kemudian membuat menstruasi terlambat.

Merokok

Merokok merupakan penyebab menstruasi telat yang harus kamu hindari. Hal ini berkaitan erat dengan zat-zat berbahaya di dalamnya. Misalnya saja seperti nikotin. Nikotin dapat memengaruhi hormon estrogen dan progesteron. Jadi, tidak heran jika pengaruhnya dapat mengganggu dan menyebabkan keterlambatan menstruasi.

Olahraga Berlebihan

Olahraga memang baik untuk kesehatan, namun jika dilakukan secara berlebihan akan berdampak buruk terhadap kesehatan. Olahraga yang dilakukan secara berlebihan bisa memengaruhi fisik dan juga hormon sehingga menstruasi jadi sering terlambat.

Obat-obatan

Ada beberapa obat yang sebenarnya akan menjadi penyebab haid telat. Obat-obatan ini meliputi antidepresan, antipsikotik, obat tiroid, antikonvulsan, dan obat kemoterapi. Jadi, lebih baik konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mulai mengonsumsinya. Agar dokter juga bisa mengganti obat lain yang tidak mengganggu menstruasi.

Menopause Dini

Menopause akan dialami wanita dengan rentang usia 45 hingga 55 tahun. Namun, ada juga wanita yang mengalaminya pada usia 40 tahun, kondisi seperti ini disebut dengan menopause dini. Hal ini tidak hanya menjadi penyebab menstruasi telat, tetapi juga tanda pelepasan sel telur terhenti.

Alat Kontrasepsi

Penyebab telat menstruasi selanjutnya yakni pengaruh alat kontrasepsi. Hal ini disebabkan karena pil KB mengandung hormon estrogen dan progestin. Hormon inilah yang dapat mencegah ovarium melepaskan sel telur. Setelah melakukan KB, sebagian wanita akan mengalami haid teratur lagi setelah enam bulan kemudian. Hal ini berlaku juga untuk program KB yang ditanam dan disuntikkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.