Sukses

Pencipta Permainan Bola Basket Adalah Dr. James Naismith, Ketahui Profilnya

Liputan6.com, Jakarta Pencipta permainan bola basket adalah Dr. James Naismith. Bola basket merupakan salah satu olahraga yang banyak diminati di dunia setelah sepak bola. Bola basket adalah permainan yang bisa dilakukan di lapangan terbuka (outdoor) atau ruang tertutup (indoor).

Bola basket memiliki sejarah panjang hingga bisa dikenal seperti sekarang ini. Pencipta permainan bola basket adalah Dr. James Naismith pada tahun 1891 silam. Pada saat itu, permainan bola basket adalah Dr. James Naismith memperkenalkannya ke dunia.

Di Indonesia sendiri, bola basket baru diperkenalkan pada tahun 1920-an yang dibawa oleh bangsa Belanda dan di perkenalkan oleh para perantau dari China. Kini, olahraga bola basket di Indonesia menjadi olahraga populer.

Berikut ini Liputan6.com ulas mengenai profil pencipta permainan bola basket adalah Dr. James Naismith yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Senin (19/9/2022).

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Profil Pencipta Pemain Bola Basket Adalah Dr. James Naismith

Pencipta permainan bola basket adalah Dr. James Naismith pada tahun 1891 silam. Sosok Naismith adalah orang yang dikenal suka mempelajari Teologi dan unggul dalam bidang olahraga. Ia juga merupakan seorang guru olahraga asal Kanada yang mengajar di perguruan tinggi untuk para siswa profesional YMCA di Springfield, Massachusetts.

Awalnya, pencipta permainan bola basket adalah Dr. James Naismith ditugaskan oleh kepala Departemen Pendidikan Jasmani di Springfield, Luther Halsey Gulick untuk membuat permainan olahraga dalam ruangan yang dapat membantu para atlet tetap bugar saat mereka menghadapi musim dingin, terutama di New England.

Kemudian pencipta permainan bola basket adalah Dr. James Naismith terinspirasi dari permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di Ontario, Naismith menciptakan permainan yang sekarang dikenal sebagai bola basket pada 15 Desember 1891.

Setelah memperkenalkan permainan bola basket tersebut, kemudian ia menulis beberapa peraturan dasar, menempelkan sebuah keranjang di dinding ruang gelanggang olahraga, dan meminta para siswa untuk mulai memainkan permainan ciptaannya itu.

Permainan bola basket semakin berkembang pesat dan populer di Amerika Serikat. Bahkan, tim wanita juga dibentuk di Smith College pada 1892. Kemudian dibentuk Federasi Bola Basket Internasional pada tahun 1932 oleh 8 negara dari Italia, Latvia, Portugal, Argentina, Cekoslowakia, Yunani, Rumania dan Swiss. Permainan bola basket kemudian dimainkan pula dalam Olimpiade Musim Panas di St. Louis, Missouri.

Pada tahun 1936, permainan atau olahraga bola basket menjadi acara resmi di Olimpiade Musim Panas di Berlin. Tak lama setelah permainan bola basket dikenal di berbagai universitas dan masyarakat dunia, pencipta permainan bola basket adalah Dr. James Naismith tutup usia pada 28 November 1939 saat usia 78 tahun di Lawrence, Kansas.

Hingga sekarang, olahraga bola basket merupakan salah satu olahraga populer yang banyak dimainkan orang untuk berolahraga dan dipertandingkan dalam kompetisi baik nasional hingga internasional. 

3 dari 4 halaman

Sejarah Bola Basket di Indonesia

Dikutip dari laman Perbasi, sejarah bola basket di Indonesia mulai diperkenalkan pada tahun 1920-an. Pada saat itu, bola basket dibawa masuk ke Indonesia oleh golongan perantau dari Tiongkok. Bahkan mereka membentuk komunitas sendiri termasuk mendirikan sekolah Tionghoa. Akibatnya, basket cepat berkembang di sekolah-sekolah Tionghoa. Di sekolah-sekolah Tionghoa itu, bola basket menjadi salah satu olahraga wajib yang harus dimainkan oleh setiap siswa. Tidak heran jika di setiap sekolah selalu ada lapangan basket.

Pada era 1930-an komunitas bola basket mulai terbentuk. Kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Medan menjadi sentral berdirinya perkumpulan atau komunitas bola basket ini.

Untuk pertama kalinya, bola basket dipertandingkan untuk level nasional pada PON atau Pekan Olahraga Nasional I pada tahun 1948 di Solo. Pada pertandingan ini, peserta basket masih terbatas pada tim putra masing-masing Karesidenan dan perkumpulan-perkumpulan dengan pemain pribumi, seperti PORI Solo, PORI Yogyakarta, dan Akademi Olahraga Sarangan.

Meskipun begitu, pada PON II yang diselenggarakan pada tahun 1951 basket sudah dimainkan untuk putra dan putri. Kali ini regu yang dikirim sudah mewakili Provinsi masing-masing.

Pada tahun 1951, Maladi yang merupakan salah satu tokoh olahraga nasional meminta Tony Wen dan Wim Latumeten untuk membentuk organisasi basket di Indonesia. Jabatan Maladi pada waktu itu adalah sekretaris Komite Olimpiade Indonesia atau KOI.

Atas prakarsa kedua tokoh itu maka pada 23 Oktober 1951 dibentuklah organisasi dengan nama “Persatuan Basketball Seluruh Indonesia”. Pada tahun 1955, diadakan penyempurnaan nama sesuai kaidah Bahasa Indonesia. Nama itu adalah “Persatuan Bola Basket seluruh Indonesia” disingkat dengan Perbasi. Pengurus Perbasi yang pertama adalah Tony Wen sebagai ketua dan Wim Latumeten sebagai sekretaris.

Kemudian pada tahun 1953, Perbasi diterima menjadi anggota FIBA. Tepat setahun kemudian, Indonesia untuk pertama kalinya mengirimkan regu basket di Asian Games Manila.

4 dari 4 halaman

Permainan Bola Basket

Permainan bola basket adalah permainan yang bisa dilakukan di lapangan terbuka (outdoor) atau ruang tertutup (indoor). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, permainan bola basket adalah lingkaran berjaring yang dipasang pada ketinggian tiga meter pada papan sebagai tempat memasukkan bola pada olahraga bola basket.

Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjelaskan tujuan utama dalam permainan bola basket adalah memenangkan suatu pertandingan. Permainan bola basket adalah olahraga beregu yang mempertandingkan dua tim dengan masing-masing tim terdiri dari lima pemain.

Ukuran lapangan, tinggi keranjang, ukuran bola basket, dan lama waktu permainan dapat bervariasi sesuai dengan usia, ukuran, dan tingkat keterampilan pemain. Namun, standar internasional permainan bola basket adalah empat babak, durasi waktu untuk setiap babaknya adalah 10 menit (4×10 menit), dengan jeda waktu istirahat 10 menit. Namun, khusus untuk ajang NBA, berbeda. Kompetisi tersebut menggunakan format 12 menit per babaknya (4×12 menit).

Permainan bola basket adalah olahraga yang bergerak cepat yang melibatkan banyak teknik dasar, termasuk teknik menembak, menggiring bola, mengoper, rebound, bertahan, dan masih banyak lagi.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.