Sukses

Resistensi Adalah Perilaku Perlawanan, Pahami Penyebab dan Bentuknya

Liputan6.com, Jakarta Resistensi adalah fenomena yang biasa muncul didalam masyarakat, resistensi adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang berada pada struktur bawah, terhadap pihak kuat yang berada pada struktur penguasa. Perilaku ini muncul saat seseorang merasa tertekan akan suatu hal.

Resistensi adalah suatu bentuk perlawanan dan penolakan untuk memprotes perubahan yang yang terjadi, karena tidak sesuai dengan ekspektasi. Selain secara psikologis, resistensi juga ditemui dalam dunia ilmiah, dimana pengertian resistensi adalah kekuatan yang bertindak untuk menghentikan suatu zat untuk mengalir di arus listrik.

Dari dua kesimpulan ini maka dapat disimpulkan bahwa resistensi adalah suatu bentuk perlawanan atau penolakan pada suatu kondisi yang sedang terjadi. Hal ini umum terjadi dalam masyarakat, karena perilaku ini bisa dipicu oleh beberapa faktor pemicu.

Resistensi adalah hal yang umum untuk ditemui. Untuk informasi lebih lengkapnya, berikut ini Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (22/9/2022). Tentang pengertian resistensi, penyebab perilaku resistensi dan bentuknya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Resistensi Adalah

Resistensi Adalah

Resistensi adalah istilah yang berasal dari kata resist dan ance yang merujuk pada posisi sebuah sikap untuk berperilaku bertahan, berusaha melawan, menentang atau upaya oposisi pada umumnya. Sikap ini muncul karena adanya pemicu yang mendasari perasaan tidak nyaman.

Resistensi adalah istilah yang memiliki arti dan pemahaman yang sangat luas. Namun pada dasarnya resistensi adalah kata yang berupaya untuk menjelaskan fenomena perlawanan yang dilakukan subaltern atau mereka yang tertindas, karena ketidakadilan dan sebagainya.

Dalam buku Senjatanya Orang-orang yang Kalah: Bentuk Perlawanan Sehari-hari Kaum Petani (2000) yang ditulis oleh Scott, definisi resistensi adalah setiap semua tindakan para anggota kelas masyarakat yang rendah dengan maksud melunakkan atau menolak tuntutan-tuntutan yang dikenakan pada kelas itu oleh kelas-kelas yang lebih atas atau untuk mengajukan tuntutan-tuntutannya sendiri terhadap kelas-kelas atasan ini.

3 dari 5 halaman

Bentuk Resistensi Adalah

Bentuk Resistensi

Perilaku resistensi ini kemudian dihadirkan dalam dua bentuk perilaku yang berbeda, yaitu resistensi secara terbuka dengan melakukan perlawanan secara terang-terangan dan resistensi secara terselubung dengan melakukan penolakan secara tersembunyi melalui negosiasi. Berikut penjelasan lebih lengkapnya:

1. Resistensi terbuka

Resistensi terbuka adalah bentuk resistensi yang biasanya ditandai dengan adanya tindak kekerasan, keramaian, atau huru-hara. Resistensi yang terbuka ini biasanya bersifat:

- Terorganisasi, sistematis dan kooperatif.

- Berprinsip atau tanpa pamrih.

- Mempunyai akibat-akibat revolusioner.

- Mengandung gagasan dan tujuan yang meniadakan dasar dari dominasi itu sendiri.

 

2. Resistensi terselubung

Resistensi terselubung atau tertutup adalah bentuk resistensi yang biasanya ditandai dengan adanya gosip atau isu antara satu orang dengan yang lain sehingga masyarakat memiliki persepsi yang sama tentang suatu objek tertentu dan biasanya resistensi tertutup ini dilakukan dengan cara sembunyi-sembunyi. Resistensi terselubung bersifat;

- Tidak terorganisasi, tidak sistematis, dan individual.

- Ber Pamrih.

- Tidak mempunyai akibat revolusioner.

4 dari 5 halaman

Penyebab Resistensi Adalah

Penyebab Resistensi Adalah

Terdapat berbagai kondisi yang dapat memicu seseorang menunjukan perilaku resistensi, Silvio De Bono dalam bukunya yang berjudul Creating Growth from Change (2008) mengungkapkan bahwa terdapat delapan hal yang dapat menjadi penyebab munculnya perilaku resistensi, yaitu:

1. Tidak Sepakat dengan Perubahan

Penyebab resistansi yang pertama adalah karena adanya ketidaksepakatan pada perubahan. Dalam masyarakat terdapat anggota organisasi merasa bahwa langkah yang baru adalah langkah yang salah dan tidak seharusnya dilakukan, yang kemudian memunculkan penolakan.

 

2. Memiliki Keyakinan yang Salah

Selanjutnya adalah adanya keyakinan yang salah dalam diri seseorang. Tidak sedikit orang merasa bahwa segala sesuatu akan selesai dengan sendirinya, suatu saat, tanpa melakukan apapun. Walau terkadang pendapat ini adalah kebenaran, namun kerap kali pemikiran ini adalah untuk memudahkan diri sendiri dan menghindar dari risiko akibat adanya perubahan.

 

3. Takut Gagal

Penyebab resistensi yang berikutnya adalah rasa takut akan kegagalan. Perubahan mungkin menuntut keterampilan diluar kemampuan seseorang. Resistensi terhadap pendekatan atau strategi baru muncul karena orang mengetahui bagaimana sebelumnya suatu hal berjalan, namun kemudian dihadapkan pada sesuatu yang tidak diketahui.

 

4. Adanya Ketidakpahaman dan Ketiadaan Kepercayaan

Ketidakpahaman dan ketiadaan kepercayaan menjadi penyebab resistensi yang selanjutnya. Anggota organisasi menolak perubahan ketika mereka tidak memahami ide atau penerapannya, dan menganggap perubahan bisa jadi hanya akan lebih banyak membebani daripada apa yang dapat diperoleh. Situasi demikian terjadi apabila tidak ada kepercayaan antara pihak yang mengusulkan perubahan dengan para anggota organisasi.

5 dari 5 halaman

Penyebab Resistensi Adalah

5. Takut Kehilangan Benda yang Bernilai

Takut harus kehilangan sesuatu yang bernilai adalah penyebab lain perilaku resistensi. Setiap anggota organisasi yang kemudian mengetahui rencana perubahan yang akan dilakukan dan menemukan bahwa mereka akan kehilangan sesuatu sebagai hasil dari penerapan perubahan, maka mereka akan menunjukan sikap menolak.

 

6. Ketidakberdayaan

Penyebab resistansi berikutnya adalah rasa ketidakberdayaan. Setiap organisasi bisa mengalami suatu kondisi ketidakberdayaan pada tingkatan tertentu dan karena hal itu mereka mencoba mempertahankan status mereka dengan perilaku resistensi.

 

7. Enggan Meninggalkan Zona Nyaman

Perasaan enggan untuk meninggalkan zona nyaman juga menjadi penyebab perilaku resistensi. Banyak orang merasa takut menuruti keinginan melakukan hal baru karena akan memaksa mereka keluar dari wilayah yang selama ini membuat mereka nyaman dan karena harus menghadapi resiko ketidaknyamanan.

 

8. Takut Terhadap Perubahan

Penyebab resistensi yang terakhir adalah rasa takut akan adanya perubahan. Perubahan berimplikasi pada adanya sebuah ketidakpastian, dan ketidakpastian adalah sesuatu yang tidak memberikan kenyamanan. Ketidakpastian berarti keraguan atau ketidaktahuan terhadap apa yang mungkin akan terjadi. Ini dapat menimbulkan rasa takut, dan menolak menjadi tindakan yang dapat mengurangi rasa takut itu.

Resistensi adalah perilaku yang kerap kali muncul dalam kehidupan bermasyarakat. Demikian informasi tentang pengertian resistensi, bentuk perilaku resistensi dan penyebab perilaku ini dapat muncul.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS