Sukses

Cara Membaca Resistor 4 Warna dengan Mudah, Lengkap dengan Tabel Kode Warna

Liputan6.com, Jakarta Cara membaca resistor merupakan cara untuk mengetahui nilai resistansi komponen elektronika berupa resistor, terutama resistor tetap. Sebab beberapa jenis resistor seperti potensio tidak memerlukan cara khusus untuk dapat diketahui nilai resistansinya.

Pada resistor variabel seperti potensio misalnya, nilai resistansi biasanya sudah ditulis dengan angka, misalnya B500. B500 artinya adalah potensio tersebut merupakan jenis potensio linear yang memiliki nilai resistansi yang dapat diatur mulai dari nol sampai dengan 500 ohm. Ohm adalah satuan hambatan atau besarnya resistansi pada sebuah resistor.

Berbeda dengan potensio, untuk mengetahui nilai resistansi resistor tetap, perlu mengetahui cara membaca resistor yang tepat. Sebab, nilai resistansi pada resistor tetap tidak ditulis dengan angka, melainkan ditunjukkan dengan simbol berupa gelang-gelang berwarna.

Oleh karena itu, cara membaca resistor ini melibatkan pengetahuan mengenai warna-warna, dan urutan warna pada resistor. Setiap warna memiliki makna yang berbeda, dan setiap warna juga memiliki fungsi yang berbeda.

Umumnya, kode warna resistor ini bisa terdiri dari tiga sampai enam warna. Namun resistor yang banyak digunakan dan dijual di pasaran secara bebas umumnya memiliki empat warna. Oleh karena itu artikel ini akan fokus pada cara membaca resistor empat warna.

Namun sebelum lebih jauh ke cara membaca resistor, penting bagi kita untuk memahami apa resistor itu, seperti yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Sabtu (24/9/2022).

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Apa itu resistor?

Resistor adalah suatu komponen elektronika yang ada di hampir semua perangkat elektronika, baik itu TV, radio, ponsel, komputer, dan sebagainya. Resistor berfungsi untuk menciptakan hambatan dalam aliran arus listrik.

Adapun besaran hambatan sebuah resistor diukur dalam satuan ohm (Ω). Ohm adalah besaran resistansi yang terjadi ketika arus satu ampere (A) melewati resistor dengan penurunan satu volt (V) di terminalnya. Rasio ini diwakili oleh hukum Ohm, sebagai berikut:

R=V/I

R: resistor (ohm/Ω)

V: tegangan listrik (Volt)

I: arus listrik (Ampere)

Fungsi resistor antara lain seperti membatasi arus listrik, pembagian tegangan, pembangkitan panas, sirkuit pencocokan dan pemuatan, kontrol penguatan, dan konstanta waktu pengaturan.

Untuk mengetahui nilai resistansi sebuah resistor dapat diukur dengan menggunakan alat yang disebut multimeter atau multitester. Beberapa jenis resistor, nilai resistansi atau hambatan sudah tertulis dalam bentuk angka, seperti pada potensio.

Namun untuk resistor tetap, nilai resistansi atau hambatan tidak ditulis dengan angka, sehingga untuk mengetahui nilai hambatannya harus diukur dengan multimeter atau dengan cara membaca resistor berdasarkan kode warnanya.

3 dari 4 halaman

Jenis-Jenis Resistor

Cara membaca resistor atau cara mengetahui nilai-nilai resistor berbeda-beda tergantung jenisnya. Beberapa jenis resistor biasanya dapat diketahui nilain hambatannya dari angka yang tercetak di bagian komponennya. Namun, khussu resistor tetap, nilai hambatan harus diukur dengan multimeter atau dengan cara membaca resistor berdasarkan warnanya.

Sebelum lebih jauh ke cara membaca resistor, berikut adalah jenis-jenis resistor. Seperti dikutip dari EE Power, resistor dapat dibagi berdasarkan fungsi dan bahannya. Berdasarkan fungsinya, resistor dapat dibagi menjadi dua, yakni resistor tetap dan resistor variabel.

Resistor tetap adalah resistor yang nilainya tidak dapat berubah atau diatur. Misal nilai resistor tetap adalah 1.000 ohm, maka selamanya nilainya akan tetap seperti itu.

Sedangkan resistor variabel adalah resistor yang nilai resistansinya bisa diubah atau diatur. Contoh resistor variabel adala trimpot dan potensio. Resistor variabel memungkinkan nilai resistansinya diubah atau diatur.

Misalnya dalam perangkat radio, untuk mengatur besarnya volume suara diperlukan resistor variabel. Resistor yang digunakan untuk mengatur volume suara radio adalah potensio.

Selain dua jenis resistor tersebut, ada pula resistor yang nilai resistansinya tergantung pada kuantitas fisik. Contoh:

a. Termistor (NTC dan PTC) - resistansi adalah fungsi suhu

b. Resistor foto - resistansi adalah fungsi dari tingkat cahaya

c. Varistor - resistansi adalah fungsi dari tegangan

d. Resistor magneto - resistansi adalah fungsi dari medan magnet

e. Pengukur regangan - resistansi adalah fungsi dari beban mekanis

Berdasarkan bahan yang digunakan membuatnya, resistor memiliki jenis-jenis antara lain Film karbon, film logam, Film oksida logam, Gulungan kawat, dan foil.

4 dari 4 halaman

Cara Membaca Resistor 4 Warna

Beberapa jenis resistor memiliki nilai hambatan yang dapat diketahui dari angka yang tercetak. Namun khusus untuk resistor tetap, nilai ditunjukkan dengan deretan warna yang ada padanya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui cara membaca resistor agar dapat mengetahui nilai hambatannya tanpa perlu menggunakan multimeter.

Untuk mengetahui cara membaca resistor, penting untuk mengetahui cara kerja kode warna pada gelang-gelang resistor. Pengkodean didefinisikan dalam standar internasional IEC 60062. Standar ini menjelaskan kode penandaan untuk resistor dan kapasitor.

Jumlah gelang pada satu resistor bervariasi tergantung produsen. Namun menurut RR Power, jumlah gelang berwarna mulai dari tiga hingga enam. Namun yang jelas, urutan gelang resistor ini mengindikasikan nilai tertentu.

Karena resistor yang umum digunakan dan dijual di pasaran adalah resistor dengan 4 gelang berwarna, makan dalam artikel ini hanya akan membahas cara membaca resistor 4 warna saja.

Berikut adalah makna dari urutan gelang pada resistor:

a. Dua gelang pertama mewakili digit paling signifikan dari nilai resistansi. Misalnya saja resistor memiliki kode warna hitam. Cara membaca dua gelang pertama ini contohnya sebagai berikut. Jika dua gelang pertama resistor berwarna cokelat dan merah, maka dua digit pertama dari nilai resistansi sebuah resistor adalah 12. Dua belas hanya dua digit pertama dari nilai resistansi.

b. Gelang ketiga menunjukkan faktor pengali, di mana dua digit pertama yang telah didapatkan dari cara membaca resistor pada dua gelang pertama. Sebagai contoh, jika gelang ketiga berwarna merah, maka dua digit yang didapatkan sebelumnya harus dikalikan dengan 10 pangkat 2, yang artinya 100. Cara membaca resistor sampai tahap ini sudah dapat diketahui, yakni 1.200 ohm.

c. Gelang berikutnya menunjukkan toleransi dari nilai resistor. Misalnya saja resistor tetap dengan warna cokelat, merah, merah, dan emas. Gelang berwarna emas ini menunjukkan toleransi nilai resistor sebesar 5%.

Dengan kata lain, resistor dengan kode warna cokelat, merah, merah, emas, nilainya tidak benar-benar 1.200 ohm, melainkan bisa memiliki kelebihan atau kekurangan sebanyak 5%. Sederhananya, dengan resistor dengan kode warna tersebut memiliki nilai resistansi antara 1.140 sampai dengan 1.260 ohm.

Itu adalah cara membaca resistor 4 warna untuk dapat mengetahui nilai hambatan pada resistor tetap.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.