Sukses

Tabayyun Adalah Solusi Kontekstual dan Faktual, Pahami Manfaat serta Penyebabnya

Liputan6.com, Jakarta Sebagian besar masyarakat Indonesia sangat mudah percaya jika terdapat informasi atau berita yang belum diketahui kebenarannya. Tabayyun adalah sikap mencari kebenaran serta kejelasan dari suatu informasi, karena dalam era moderenisasi sekarang, sikap tabayyun sangat diperlukan untuk menghadapi dunia serta perputaran informasi yang kian tersebar secara cepat dan meluas. Tabayyun merupakan salah satu istilah di agama Islam yang merujuk pada sikap yang akan diambil seseorang terhadap arus informasi sesuai dengan fakta.

Tabayyun adalah solusi kontekstual di mana berperan untuk mencegah terjadinya perpecahan, karena informasi yang belum terbukti kebenarannya. Hal ini juga berkaitan dengan sebagian besar masyarakat Indonesia, akan sangat mudah percaya informasi atau berita yang belum diketahui kebenarannya, oleh karena itu tabayyun sebagai metode untuk menemukan kebenaran. 

Perintah tabayyun adalah peringatan, jangan sampai umat Islam melakukan tindakan yang menimbulkan dosa dan penyesalan akibat keputusan yang tidak didahului dengan tabayyun, yang bisa mencelakakan dan merugikan orang lain. Firman Allah SWT. QS. Al-Hujurat 49: 6 "Wahai orang-orang yang beriman, jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu."

Berikut ini arti dan manfaat tabayyun yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (27/9/2022). 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 5 halaman

Mengenal Arti Tabayyun

Arti tabayyun adalah akar kata dalam bahasa Arab tabayyana-yatabayyanu-tabayyanan, serta dalam kamus Arab - Indonesia yang ditulis oleh Ahmad Warson Munawir memaparkan bahwa arti tabayyun atau tabayun dari akar kata itu adalah mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas benar keadaannya. Selain itu Kementrian Agama RI juga menjelaskan arti tabayyun merupakan bentuk dalam mencari suatu kejelasan informasi secara benar dan terang. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) juga menjelaskan arti tabayyun adalah suatu pemahaman atau penjelasan. Bahkan menurut ilmu pengetahuan atau informasi, tabayyun adalah proses dalam mencari suatu data dan fakta yang sebenarnya untuk dipahami serta memiliki manfaat. 

Di dalam Al-Qur'an sendiri kata fatabayyanu disebutkan dua kali, yakni pada surah an-Nisa’ ayat 94 dan surah al-Hujurat ayat 6. Tetapi kata yang hampir sama dengan kata tabayyun banyak disebutkan oleh Alquran, seperti kata tabayyana. Disebutkan juga dalam Al-Qur'an sebanyak 10 kali Surah al Baqarah ayat 109, surah al-Baqarah ayat 256, surah al-Baqarah ayat 259, surah al-Anfal ayat 6, surah at-Tawbah ayat 114, surah al-Ankabut ayat 38, surah Muhammad ayat 25, surah Muhammad ayat 32, surah Ibrahim ayat 45, surah saba’ ayat 14.

3 dari 5 halaman

Tata Cara Bertabayyun

Terdapat beberapa tata cara bertabayyun atau tabayun yang perlu diketahui dalam proses mencapai sesuatu yang benar dan jelas. Dalam kajian teori penelitian yang diterbitkan Universitas Islam Negeri Alauddin, ada enam metode atau tata cara bertabayyun sebagai berikut: 

1. Dalam Islam, tata cara melakukan tabayyun adalah mengembalikan permasalahan kepada Allah, Rasul, serta orang yang memiliki kepandaian. 

2. Cara bertabayyun juga harus memiliki kepandaian untuk bertanya serta melakukan diskusi dengan orang yang menjadi objek dalam permasalahan tersebut.

3. Tata cara tabayyun berikutnya adalah harus mampu memusatkan perhatian dengan baik, merujuk kembali permasalahan jika ternyata belum jelas.

4. Tabayyun selanjutnya adalah mampu mengambil pengalaman dan perhatian selama menjalin kehidupan dan pergaulan.

5. Mempertemukan kembali kedua belah pihak yang bertikai bila menghukum dan mengadili.

6. Cara bertabayyun selanjutnya adalah mampu untuk mendengarkan secara langsung dari orang yang menjadi objek lebih dari satu kali antara waktu yang lama.

4 dari 5 halaman

Manfaat Bersikap Tabayyun

 

1. Menghilangkan kesalahpahaman

Manfaat yang bisa diperoleh ketika memiliki sikap tabayyun adalah mampu untuk menghilangkan kesalahpahaman yang terjadi antar sesama. Karena segala permasalahan telah diketahui pasti perkaranya bersama-sama. Sehingga tak perlu lagi menimbulkan perdebatan. Tabayyun juga menjadi sarana dalam mempererat silahturahim antar sesama.

Silaturahim bisa saja punah hanya karena informasi yang diberikan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Informasi yang kebenarannya tidak jelas, mampu merusak hubungan yang sudah dibangun sejak lama. Untuk itu jagalah silaturahim dengan menjaga dan melaksanakan tabayyun sebelum menyebarkan berita ke khalayak umum.

2. Informasi yang diberikan valid

Manfaat tabayyun juga dapat memberikan suatu kejelasan informasi yang valid, maka segala informasi akan dipastikan terlebih dahulu kebenarannya. Jika berita itu benar adanya maka bisa disampaikan kepada orang lain. Jika tidak benar, jangan justru ikut menyebarkan berita bohong.

3. Menghindari fitnah

Betapa pentingnya bersikap tabayyun dalam kehidupan sehari-hari dalam mengatakan kebenaran serta menghindari fitnah. Tanpanya adanya kebenaran yang pasti, maka banyak masalah akan timbul, salah satunya menuduh orang lain berbuat buruk. Dalam surat An-Nur ayat 11 yang berbunyi, “Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.”

 

5 dari 5 halaman

Penyebab Gagalnya Tabayyun

Kegagalan dalam menerima kebenaran atau gagalnya tabayyun ada banyak macamnya.

1. Kelalaian

Hal yang menjadi penyebab gagalnya tabayyun disebabkan karena kelalaian yang merupakan sifat alami manusia. Meski demikian, pelajaran berharga yang bisa diperoleh setidaknya dapat diingat untuk tidak diulangi lagi. Qatadah dari Anas Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Semua anak cucu Adam banyak salah dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat."

2. Tertipu

Penyebab selanjutnya dari tabayyun adalah tertipu akan perkataan yang tinggi. Pendengaran seseorang juga bisa terkesan dengan runtutan atau rangkaian kata-kata manis dan ungkapan yang menarik hati. Akibat kata dan ungkapan tersebut lalu mulai terjerat dengan sikap ketidaktelitian ini.

3. Tidak mengerti cara tabayyun

Penyebab selanjutnya yang perlu dipahami adalah orang tidak mengerti cara tabayyun. Tidak mengetahui cara atau jalan yang harus dilakukan dalam upaya mengetahui kejelasan, sehingga dapat menyebabkan seseorang ceroboh dalam memutuskan hukum. 

4. Latar belakang hidup

Penyebab gagalnya tabayyun juga bisa disebabkan karena latar belakang hidup. Ketika seseorang sudah mulai beranjak dewasa, ada sebagian orang yang hidup di asuhan kedua orang tua yang memiliki perilaku yang ceroboh dalam menilai sesuatu.

5. Pergaulan

Penyebab gagalnya tabayyun adalah pergaulan, di mana manusia memilih teman yang mirip dengannya dalam hobi, kenderungan, pandangan, dan pemikiran. Teman juga memiliki pengaruh yang besar dalam membentuk karakter dan akhlak seseorang. Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: "Seseorang itu tergantung pada adat kebiasaan temannya. maka salah seorang dari kalian hendaknya melihat siapa yang menemani."

6. Fanatisme tinggi

Penyebab selanjutnya adalah muncul gejolak semangat yang meluap-luap atau fanatisme ke-Islaman yang tinggi dan berlebihan di dalam jiwa dapat menjadikan seseorang bersikap ceroboh dan tidak teliti dalam menerima informasi.

7. Terpikat harta dan benda

Penyebab gagalnya tabayyun adalah mulai terpikat harta benda duniawi, serta menjadi faktor pendorong sikap ketidakjelasan dan ketidaktelitian. Hal ini juga karena rasa cinta kepada sesuatu dapat menyebabkan mata dan telinga menjadi buta dan tuli. 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.