Sukses

Syirik Adalah Dosa Besar, Ini Dalil dan Contoh-Contoh yang Tak Disadari

Liputan6.com, Jakarta Syirik adalah salah satu dosa besar menurut pandangan agama Islam. Syirik adalah dosa yang terjadi ketika seorang Muslim menyembah kepada selain Allah SWT.

Syirik adalah sebutan lain dari tindakan menyekutukan Allah SWT, perbuatan yang sangat dilarang dalam agama Islam. Sebab, sejatinya Allah SWT tidak memerlukan sekutu, dan hanya kepadaNya saja, setiap Muslim berserah dan menyembah.

Syirik adalah sesuatu tindakan yang dilakukan oleh orang yang disebut sebagai musyrikin. Syirik adalah sesuatu yang bisa dipahami sebagai tindakan ketika seseorang menyembah selain Allah SWT, atau menyembah Allah dan menyembah selain Allah sekaligus.

Syirik adalah dosa besar, yang ketika seseorang mati tanpa bertobat, dia tidak akan mendapatkan pengampunan di akhirat. Untuk lebih memahami apa itu syirik, penting bagi kita untuk memahami pengertian, dalil-dalil, dan contoh-contohnya.

Berikut adalah ulasan lengkap mengenai syirik seperti yang telah dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (27/9/2022).

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 7 halaman

Pengertian Syirik

Secara bahasa, syirik adalah kata yang berasal dari kata "syaraka," yang berarti mencampurkan atau mempersekutukan dua atau lebih benda, hal yang tidak sama seolah-olah sama. Sementara itu secara istilah, syirik adalah menjadikan bagi Allah tandingan atau sekutu; mempersekutukan Tuhan dengan menjadikan sesuatu, sebagai obyek pemujaan, dan atau tempat menggantungkan harapan.

Syirik adalah salah satu dosa besar yang tidak akan diampuni Allah SWT sampai pelakunya bertobat. Bahkan syirik adalah perbuatan dosa yang tidak akan diampuni di akhirat jika pelakunya mati dalam keadaan yang belum bertobat. Ini karena perbuatan itu mengingkari kemahakuasaan dan kemahasempurnaan-Nya.

Pelaku dosa besar syirik disebut sebagai musyrik. Seorang musyrik biasanya akan tetap melakukan aktivitas peribadatan seperti salat, puasa, membayar zakat, dan bahkan menunaikan ibadah haji. Namun di sisi lain dia juga melakukan ritual-ritual lain yang dimaksudkan untuk memuja sesuatu selain Allah SWT, dengan harapan bahwa hidupnya akan dimudahkan.

Dari penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa syirik adalah perbuatan menyekutukan Allah SWT dengan objek pemujaan lain, dengan harapan dapat memudahkan kehidupannya. Pelaku syirik disebut sebagai musyrik.

Orang musyrik akan tetap beribadah kepada Allah SWT dengan cara salat, puasa, zakat, haji, dan sebagainya. Namun di sisi lain, dia juga tidak ragu untuk memasrahkan hidupnya pada objek sesembahan lain untuk mengharapkan kelimpahan rezeki, kemudahan hidup, dan sebagainya.

Allah SWT berfirman dalam QS An Nisa': 48 yang artinya, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa-dosa di bawah syirik bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa berbuat syirik kepada Allah, maka sungguh dia telah berbuat dosa yang besar.”

3 dari 7 halaman

Dampak Buruk Syirik

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, syirik adalah perbuatan dosa besar yang tidak akan diampuni Allah SWT. Sebab syirik adalah perbuatan di mana seseorang menyembah Allah, tapi juga menyembah objek lain yang ia anggap sebagai Tuhan.

Pelaku syirik adalah orang yang disebut sebagai musyrik. Syirik adalah menyamakan selain Allah dengan Allah SWT seperti berdoa atau meminta pertolongan kepada selain Allah SWT namun tetap meminta pertolongan kepada Allah SWT.

Perbuatan ini jelas akan menimbulkan dampak buruk, terutama bagi pelakunya. Seperti yang sudah difirmankan Allah SWT dalam QS An-Nisa': 48, orang yang telah melakukan perbuatan syirik lalu mati dalam keadaan musyrik, maka di akhirat dosa-dosanya tidak akan diampuni oleh Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an Surah Luqman ayat 13, yang artinya, "Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya "hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar."

Selain dosa-dosa yang tidak akan diampuni, syirik membuat amal kebaikan seseorang menjadi tidak bernilai, dan tidak dapat menolongnya lagi ketika berada di pengadilan akhirat.

Menurut M. Quraish Shihab dalam Tafsir al-Misbah ayat di atas menunjukkan bahwa perbuatan syirik merupakan dosa yang terbesar karena bukti-bukti keesaan-Nya sedemikian gamblang dan jelas terbentang di alam raya, bahkan dalam diri manusia sendiri. Allah SWT telah menciptakan manusia dalam keadaan memiliki potensi untuk mengenal-Nya dan memenuhi tuntunan-tuntunan-Nya.

4 dari 7 halaman

Jenis-Jenis Syirik

Perbuatan syirik adalah sesuatu yang dapat dibedakan berdasarkan kuantitas dan kualitasnya. Berdasarkan kuantitas, syirik adalah perbuatan dosa yang dapat dibagi ke dalam tiga jenis, yakni syirik uluhiiya, syirik rububiyyah, dan syirik 'ubudiyyah.

Syirik Uluhiiya adalah perbuatan syirik di mana pelakukan menyekutukan Allah SWT, dalam arti menyakini adanya Tuhan lain selain Allah SWT, sebagai pencipta alam semesta.

Syirik Rububiyyah adalah suatu perbuatan syirik di mana pelakunya menyekutukan Allah SWT, dengan meyakini adanya Tuhan lain selain Allah, sebagai pemelihara dan pengatur alam semesta.

5 dari 7 halaman

Syirik Besar

Sedangkan berdasarkan kualitasnya, syirik adalah suatu perbuatan dosa besar yang dapat dibagi ke dalam dua jenis, yakni syirik besar dan syirik kecil. Syirik besar (Al syirik Al Akbar) adalah jenis perbuatan syirik di mana pelakunya meyakini bahwa ada tuhan selain Allah SWT.

Syirik besar adalah perbuatan syirik di mana pelakunya dianggap telah melakukan dosa besar yang setara dengan murtad, atau bahkan sudah dinilai telah murtad, atau keluar dari agama Islam.

Contoh dari perbuatan syirik besar antara lain adalah menyembelih kurban dan bernadzar untuk selain Allah SWT baik untuk kuburan, jin dan setan. Contoh lain dari syirik besar adalah rasa takut yang berlebihan kepada orang yang telah mati, jin atau setan dan meyakini bahwa mereka dapat mendatangkan kemudharatan. Selain itu, yang termasuk dalam kategori syirik besar adalah perbuatan yang mengharapkan sesuatu kepada selain Allah SWT seperti kekayaan, keberuntungan dan lainnya, dengan cara melakukan pesugihan.

Allah SWt berfirman dalam QS Surah Yunus ayat 18, yang artinya, "Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfa`atan, dan mereka berkata 'mereka itu adalah pemberi syafaat kepada kami di sisi Allah.' Katakanlah, 'apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) di bumi?' Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka mempersekutukan (itu).”

Syirik besar masih dapat dibagi menjadi empat jenis, yakni syirik dakwah (doa), syirik niat, syirik ketaatan, dan syirik kecintaan.

Syirik Dakwah (Doa)

Syirik dakwah (doa) adalah perbuatan syirik di mana pelakunya selain berdoa kepada Allah SWT, dia juga berdoa kepada selainNya, sebagaimana termaktub dalam al-Qur'an Surah al-Ankabut ayat 65: “Maka apabila mereka naik kapal mereka berdoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah).”

Syirik Niat

Syirik niat adalah salah satu jenis perbuatan syirik di mana pelakunya melakukan suatu bentuk ibadah yang ditujukan kepada selain Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an Surah Hud ayat 15-16, “Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan?”

Syirik Ketaatan

Syirik ketaatan adalah jenis perbuatan syirik di mana pelakunya menaati selain Allah SWT dalam hal maksiat kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam al-Qur’an Surah at-Taubah ayat 31: “Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) al-Masih putera Maryam padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.”

Syirik Kecintaan (Muhabbah)

Syirik kecintaan (mahabbah) adalah jenis perbuatan syirik di mana pelakunya menyamakan selain Allah SWT dengan Allah SWT dalam hal kecintaan, sebagaimana firman-Nya dalam al-Qur’an Surah al-Baqarah ayat 165: “Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).”

6 dari 7 halaman

Syirik Kecil

Syirik kecil (Al syirk Al Asghar) adalah jenis perbuatan syirik di mana pelakukan melakukan sembahyang bukan karena Allah SWT, tetapi karena manusia. Dalam Islam syirik ini juga disebutkan dengan riya.

Syirik kecil juga dikenal dengan syirik ashgar/khafi. Syirik kecil adalah perbuatan yang secara tersirat mengandung pengakuan adanya yang berkuasa selain Allah SWT. Syirik kecil adalah jenis perbuatan syirik yang bisa saja berhubungan dengan penyembahan terhadap Allah dan bermuamalah dengan-Nya.

Dalam syirik kecil, pelakunya masih meyakini bahwa Allah SWT tidak memiliki sekutu, sehingga tidak menyebabkan pelakunya keluar dari agama Islam. Akan tetapi, perbuatan syirik kecil merusak tauhid dan merupakan perantara (washilah) kepada syirik besar.

Syirik kecil pun juga masih dapat dibagi ke dalam beberapa golongan, yakni syirik zhahir dan syirik khafi.

Syirik zhahir (nyata) adalah syirik dalam bentuk ucapan dan perbuatan seperti bersumpah dengan nama selain Allah SWT sebagaimana firman-Nya dalam al-Qur'an Surah at-Takwir ayat 29: “Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.”

Sedangkan syirik khafi (tersembunyi) adalah syirik dalam hal keinginan dan niat seperti ingin dipuji dan ingin didengar orang lain atas ibadah yang dilaksanakan. Contohnya ketika seseorang melakukan suatu amal kebaikan tertentu, demi ingin dipuji dan disanjung orang lain. Memperbagus bacaan/gerakan salat agar dipuji atau disanjung orang juga termasuk ke dalam syirik khafi.

Allah SWT berfirman dalam AlQur’an Surah al-Kahfi ayat 110, yang artinya, “Katakanlah, sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya."

7 dari 7 halaman

Contoh dan Ciri-Ciri Perbuatan Syirik

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, syirik adalah perbuatan menyekutukan Allah SWT dengan objek lain yang dianggap sebagai tuhan lain. Sedangkan pelaku syirik disebut sebagai musyrik. Adapun perbuatan-perbuatan syirik adalah suatu perbuatan yang dapat dikenali melalui ciri-ciri dari hal yang dilakukan oleh seorang musyrik.

Adapun ciri-ciri musyrik dan perbuatan syirik adalah sebagai berikut:

a. Melakukan ibadah kepada sesembahan selain Allah SWT;

b. Tujuan beribadah adalah untuk selain Allah SWT

c. Menaati selain Allah SWT dalam hal kemaksiatan

d. Menyamakan dengan selain Allah SWT dalam hal kecintaan.

Sebagian contoh perbuatan syirik beberapa telah disebutkan sebelumnya. Berikut adalah sejumlah contoh lain dari perbuatan syirik untuk menambah pemahaman kita mengenai perbuatan syirik.

Contoh perilaku orang musyrik atau syirik yang paling berat adalah menyembah sesuatu selain Allah SWT. Misalnya, penyembahan terhadap patung, batu, kayu, makam, atau benda lain, termasuk manusia. Orang musyrik pun memiliki kepercayaan bahwa benda-benda tersebut merupakan tuhan yang mampu menciptakan kebaikan dan keburukan.

Demikian penjelasan mengenai perbuatan syirik. Initnya, syirik adalah perbuatan di mana seseorang menyekutukan Allah SWT dengan objek sesembahan lain. Selain itu, syirik adalah segala sesuatu perbuatan khususnya ibadah, yang dilakukan untuk tujuan selain Allah SWT.

Dengan memahami apa itu syirik, semoga kita selalu menjadi seorang muslim yang tawadhu, dan dihindarkan dari perbuatan yang menyekutukan Allah dalam bentuk apa pun.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.