Sukses

Tampon Adalah Pembalut Silinder, Ketahui Perbedaannya dengan Menstrual Cup

Liputan6.com, Jakarta Tampon adalah pembalut yang berbentuk silinder berfungsi untuk menampung darah menstruasi. Bentuk dari tampon ini berbeda dengan pembalut maupun menstrual cup. Meskipun begitu, ketiga produk kesehatan wanita ini berfungsi sebagai alat serap ketika sedang haid.

Sebagian besar wanita di Indonesia biasanya memakai pembalut untuk menyerap darah menstruasi, namun ada juga yang memakai tampon atau menstrual cup bagi wanita yang banyak beraktivitas.

Tampon adalah salah satu jenis pembalut berukuran kecil yang banyak digunakan oleh perempuan karena pemakaiannya yang cukup mudah. Namun, penggunaan tampon bagi pemula mungkin harus membutuhkan adaptasi terlebih dahulu karena pembalut ini dimasukkan ke dalam lubang vagina.

Berikut ini Liputan6.com ulas mengenai pengertian tampon beserta cara memakai dan perbedaannya dengan menstrual cup yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Selasa (27/9/2022).

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 5 halaman

Mengenal Tampon

Secara etimologi, kata tampon berasal dari bahasa Prancis “tampion,” yang berarti "potongan pakaian untuk menyumbat lubang". Saat ini, tampon dirancang untuk dapat disisipkan dengan mudah ke dalam vagina saat menstruasi dan mampu menyerap aliran darah menstruasi. Beberapa negara menetapkan tampon sebagai perangkat medis. 

Tampon adalah pembalut yang berukuran kecil terbuat dari kapas atau rayon yang masuk ke dalam vagina dan menyerap darah menstruasi. Beberapa tampon dilengkapi dengan aplikator yang membantu Anda memasukkan tampon. Tampon memiliki tali yang terpasang di ujungnya, sehingga Anda dapat dengan mudah menariknya keluar.

Tampon sendiri didesain khusus berbentuk silinder supaya dapat dengan mudah masuk ke dalam vagina. Biasanya tampon digunakan bagi yang baru pertama haid seperti anak remaja. Namun, terkadang tampon juga digunakan oleh orang dewasa yang mempunyai aktivitas yang banyak.

Tampon digunakan dalam sekali pakai, artinya dibuang setelah dipakai untuk penyerapan darah menstruasi. Cara kerja dari tampon ini sama dengan pembalut pada umumnya. Tampon harus diganti secara berkala setiap 4-6 jam sekali. Hal ini, supaya daya serap tampon lebih maksimal dan tidak mengalami kebocoran saat darah menstruasi keluar lebih banyak.

3 dari 5 halaman

Perbedaan Tampon dengan Menstrual Cup

Tampon

Tampon adalah pembalut berbentuk silinder yang masuk ke dalam vagina dan menyerap darah menstruasi. Tampon ini lebih praktis digunakan karena tidak menimbulkan bentuk pembalut, karena proses penyerapan langsung di liang vagina. Sangat cocok digunakan bagi wanita yang sering melakukan aktivitas fisik seperti olahraga. Namun, bagi yang belum terbiasa menggunakannya, mungkin bisa dibilang cukup sulit. Anda perlu mengetahui cara memakai tampon yang benar supaya tidak sakit saat memasukkannya ke liang vagina.

Menstrual Cup

Menstrual cup memiliki dua jenis, yang pertama adalah cup yang lembut, fleksibel, dan sekali pakai yang menyerupai diafragma. Menstruasi cup yang kedua adalah cup berbentuk lonceng yang terbuat dari karet (lateks) atau silikon yang dapat digunakan kembali setelah pembersihan menyeluruh. Kedua jenis cup menstruasi dirancang untuk mengumpulkan cairan menstruasi alih-alih menyerapnya untuk dibuang. Meskipun bentuknya beda, namun cara memakai menstrual cup ini sama dengan tampon yaitu dimasukkan ke liang vagina.

4 dari 5 halaman

Cara Memakai Tampon

Bagi anda yang ingin mencoba memakai tampon, perlu mengetahui cara memakainya yang benar. Berikut ini penjelasannya:

1. Pastikan tangan bersih

Pastikan tangan Anda bersih sebelum memakai produk kewanitaan ini. Dianjurkan untuk mencuci tangan lebih dahulu sebelum memegang dan menggunakannya.

2. Gunakanlah yang baru dibuka

Hindari memakai tampon yang sudah terbuka karena bisa jadi tampon tersebut sudah tidak steril. Gunakanlah yang baru dari kemasan yang masih tersegel dengan baik.

3. Periksa benang pada ujungnya

Sebelum digunakan, pastikan benang pada ujungnya benar-benar kuat dan tidak akan lepas. Caranya dengan menarik benang tersebut. Jika tidak mudah terlepas berarti ia cukup aman untuk digunakan.

4. Posisikan tubuh dengan nyaman

Posisikan tubuh senyaman dan serileks mungkin saat akan memasukkan produk kewanitaan ini. Beberapa wanita memilih posisi jongkok mengangkat sebelah kaki dan menahannya pada tembok atau bangku.

5. Masukkanlah dengan hati-hati

Setelah menemukan posisi yang tepat dan nyaman, cara pakai tampon berikutnya adalah memasukkan benda tersebut. Bukalah bibir vagina Anda dengan satu tangan, lalu tangan lainnya memasukkan benda ini ke dalamnya. Posisikan benang di bagian bawah lalu doronglah benda tersebut hingga masuk ke dalam lubang vagina. Agar tidak sakit, aturlah napas agar tubuh rileks saat melakukan ini.

6. Pastikan benang tetap berada di luar

Setelah dirasa tampon sudah masuk ke dalam vagina, dorong dengan menggunakan jari dan pastikan seluruh bagiannya telah masuk dengan sempurna. Sementara itu, pastikan ujung benangnya tetap berada di luar vagina. Karena ketika ditarik dan dikelaurkan akan mudah. Setelah selesai, cuci tangan dengan bersih supaya bakteri atau kotoran tidak menempel di tangan anda.

5 dari 5 halaman

Cara Mengeluarkan Tampon

Ketika ingin mengganti tampon yang telah anda gunakan selama 4-6 jam, anda perlu mengetahui cara mengeluarkan tampon tersebut. Berikut ini terdapat beberapa cara mengeluarkan tampon yang dapat anda ikuti, yaitu:

1. Carilah posisi senyaman mungkin.

2. Posisikan tubuh seperti saat hendak memasukkan tampon, yaitu dengan berjongkok atau duduk sambil mengangkat salah satu kaki. Sebisa mungkin anda merasa nyaman dengan posisi anda.

3. Carilah benang tampon yang berada di bagian luar vagina.

4. Sambil menarik napas, tariklah benang tersebut hingga tampon keluar.

5. Jika tampon tidak langsung keluar, cobalah untuk mengejan agar tampon terdorong.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.