Sukses

Ilmuwan Ciptakan Kecoak Cyborg, Menakutkan Tapi Bisa Selamatkan Manusia

Liputan6.com, Jakarta Bagi sebagian besar orang, membayangkan bentuk kecoak saja sudah bisa bikin takut, merinding, hingga jijik. Tak heran jika banyak yang menjadikan kecoak sebagai serangga pengganggu untuk dimusnahkan. Namun siapa sangka, lewat teknologi hewan berkaki enam itu punya manfaat yang besar. 

Ialah kecoak cyborg perpaduan kecoak hidup yang sebagian tubuhnya disisipi mesin robot. Mirip film fiksi ilmiah, para  peneliti di RIKEN Cluster for Pioneering Research (CPR) merancang sistem untuk membuat kecoak cyborg yang dikendalikan dari jarak jauh. 

Uniknya, perpaduan makhluk hidup dan robot ini bakal punya jasa yang besar bagi manusia. Mengutip dari Reuters, terobosan baru ini bisa digunakan untuk mencari para korban gempa bumi di bawah reruntuhan bangunan. 

Semuanya bakal terwujud setelah berbagai komponen mekanik dan listrik bersemayam di tubuh kecoak. Ukurannya yang mungil bisa dimanfaatkan untuk menjangkau tempat sempit yang tak bisa dicapai manusia bahkan mobil remot kontrol sekalipun. 

Meski terkesan menakutkan dan menjijikkan namun makhluk separuh robot dan separuh kecoak itu jadi harapan besar. Berikut selengkapnya Liputan6.com merangkum penemuan unik ini melansir dari Reuters dan Riken, Selasa (27/9/2022).

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Punya Sel Surya di Tubuh

Sebagian besar peralatan elektronik yang punya mobilitas butuh baterai. Tak heran jika tantangan terbesar pada pembuatan kecoak cyborg itu dari sumber daya listrik. Tak mungkin menempatkan baterai tahan lama dengan ukuran besar di tubuh kecoak yang kecil. 

Oleh karenanya, Kenjiro Fukuda dan timnya di Thin-Film Device Laboratory di raksasa riset Jepang Riken mengembangkan lapisan sel surya fleksibel setebal 4 mikron, sekitar 1/25 lebar rambut manusia, dan bisa muat di perut serangga.

"Manfaat utama (dari serangga cyborg) adalah ketika serangga bergerak, serangga menyebabkan dirinya bergerak, jadi listrik yang dibutuhkan tidak terlalu banyak, “ kata Fukuda.

Lapisan film ini memungkinkan kecoak untuk bergerak bebas sementara sel surya menghasilkan daya yang cukup untuk memproses dan mengirim sinyal arah ke organ sensorik di bagian belakang serangga.

3 dari 4 halaman

Jenis Kecoak Jumbo Madagaskar

Misi dan harapan besar ini tentu saja mengharuskan kecoak yang digunakan punya kriteria khusus. Kecoak cyborg itu tak punya sayap seperti yang biasa ditemui di rumah. Bahkan kecoak cyborg berukuran besar ini berasal dari Madagaskar. 

Dipimpin oleh Kenjiro Fukuda, RIKEN CPR, tim bereksperimen dengan kecoak Madagaskar yang panjangnya sekitar 6 cm. Kecoak jenis ini cukup besar untuk membawa peralatan dan tidak memiliki sayap yang menghalangi. 

Bahkan ketika peralatan elektronik dan sel surya direkatkan ke punggungnya, serangga dapat melintasi rintangan kecil atau memperbaiki dirinya sendiri ketika terbalik. Komponen robot itu dapat dilepas, memungkinkan kecoak hidup kembali di terarium lab. Serangga dewasa dalam empat bulan dan telah diketahui hidup hingga lima tahun di penangkaran.

4 dari 4 halaman

Dikontrol dari Jarak Jauh

Perjalanan penelitian masih panjang. Dalam demonstrasi baru-baru ini, peneliti Riken Yujiro Kakei menggunakan komputer khusus dan sinyal Bluetooth nirkabel untuk memberi tahu kecoak cyborg untuk berbelok ke kiri, menyebabkannya berebut ke arah umum itu. Tetapi ketika diberi sinyal "benar", bug itu berputar-putar.

Tantangan berikutnya adalah mengecilkan komponen sehingga serangga dapat bergerak lebih mudah. Bahkan memungkinkan pemasangan sensor dan kamera. Kakei mengatakan dia membuat ransel komponen robot cyborg dengan suku cadang senilai 5.000 yen (Rp 500 ribu) yang dibeli di distrik elektronik Akihabara yang terkenal di Tokyo.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.