Sukses

Apa Itu Child Grooming? Ketahui Pengertian dan Modusnya

Liputan6.com, Jakarta Publik dihebohkan dengan pengakuan dari Kriss Hatta yang memacari perempuan berusia 14 tahun. Hal ini sontak membuat warganet menuding bahwa Kriss Hatta melakukan child grooming. Lantas apa itu child grooming?

Secara umum, child grooming adalah sebuah upaya atau perilaku yang dilakukan seseorang untuk membangun hubungan, kepercayaan, dan ikatan emosional dengan seorang anak atau remaja, sehingga mereka dapat memanipulasi atau mengeksploitasi, bahkan melecehkan korban.

Mengetahui apa itu child grooming sangatlah penting bagi orang tua. Hal ini sebagai langkah pencegahan supaya anak tidak terjerumus dalam tindakan negatif yang akan berdampak buruk pada anak.

Berikut ini Liputan6.com ulas mengenai apa itu child grooming dan modusnya yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (28/9/2022).

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 5 halaman

Apa Itu Child Grooming

Apa itu child grooming adalah berteman dan membangun hubungan emosional dengan anak di bawah umur dan terkadang keluarga anak, untuk menurunkan hambatan anak dengan tujuan pelecehan seksual.

Child grooming juga secara teratur digunakan untuk memikat anak di bawah umur ke dalam berbagai bisnis terlarang seperti perdagangan anak, prostitusi anak, perdagangan seks dunia maya, atau produksi pornografi anak. Secara sederhana, apa itu child grooming adalah modus pelecehan seksual terhadap anak yang dilakukan dengan iming-iming 'PDKT' alias pendekatan. 

Kejahatan ini bahkan sudah dilarang dalam Konvensi Internasional untuk Pemberantasan Perdagangan Perempuan dan Anak, yang disepakati pada tahun 1921 sebagai perjanjian multilateral.

Cara untuk menjalin hubungan baik dengan anak dan keluarga, predator melakukan hal-hal seperti mencoba untuk mendapatkan kepercayaan anak atau orang tua dengan berteman dengan mereka, dengan tujuan akses mudah ke anak. Hal ini dimanfaatkan guna mendapat kepercayaan dari orang tua korban, sehingga tidak akan mudah mempercayai jika predator terbukti melakukan pelecehan seksual pada anak.

Apa itu child grooming ini bisanya terjadi pada siapa saja, tak peduli berapa usia dan jenis kelaminnya. Pelaku bahkan bisa berasal dari lingkungan keluarga anda sendiri. Untuk itu, perlu pembekalan edukasi seksualitas pada anak, termasuk tentang bagian tubuh yang boleh dilihat dan disentuh orang dan yang tidak boleh. Ini agar anak tahu perilaku yang dapat membahayakan dirinya. Selain itu, orang tua perlu memastikan bahwa anak paham betul akan arti grooming supaya mereka dapat melakukan tindakan preventif jika ada seseorang yang bermaksud jahat kepadanya.

3 dari 5 halaman

Modus Pelaku Child Grooming

Setelah mengetahui apa itu child grooming, Anda perlu mengenali modus yang digunakan pelaku dalam melakukan child grooming. Berikut ini terdapat beberapa modus child grooming yang dapat anda kenali, yaitu:

1. Seleksi korban

Modus pertama yang dilakukan pelaku child grooming adalah dengan memilih korban. Biasanya korban sering kali dipilih karena daya tarik fisik yang mereka rasakan, kemudahan akses, atau kerentanan yang dirasakan. Mereka yang berada dalam bahaya ekstrim adalah anak-anak yang tidak mendapatkan pengawasan yang cukup dari orang tua. Anak-anak yang memiliki kepercayaan diri rendah dan terlalu percaya diri juga sering menjadi sasaran para pelaku.

2. Mendapatkan akses terhadap korban

Setelah pelaku memilih korbannya, selanjutnya modus child grooming adalah mendapatkan akses ke anak. Mereka mungkin menguntit anak, mempelajari jadwal mereka, dan menemukan saat-saat di mana anak secara emosional atau fisik terpisah dari orang tua mereka. Para pelaku mungkin terlibat dalam pekerjaan sukarela atau berteman dengan orangtua tunggal untuk mendapatkan akses ke anak di bawah umur tanpa kecurigaan oleh orang tua.

3. Mendapatkan kepercayaan

Pada tahap ini, pelaku berusaha mendapatkan kepercayaan dari anak, orangtua, dan masyarakat. Dengan melakukan itu, mereka berharap dapat melakukan pelecehan tanpa terdeteksi. Selama tahap ini, pelaku bekerja untuk mendapatkan kepercayaan dari korban yang dituju dengan memberi mereka hadiah kecil, perhatian khusus, atau berbagi rahasia. Seorang anak atau remaja tidak akan mengerti bahwa mereka sedang dimanipulasi dan karena itu akan mulai mempercayai pelaku.

4. Mengurangi kepekaan korbannya

Selanjutnya, modus child grooming yang dilakukan pelaku aadalah mengurangi kepekaan korbannya. Artinya pelaku akan mencoba membuat anak tidak peka terhadap sentuhan. Hal ini berarti mereka akan mulai menyentuh target mereka dengan cara non-seksual untuk membuat mereka merasa terbiasa dengannya. Selama tahap ini, pelaku akan mulai memeluk, bergulat, dan menggelitik targetnya. Tujuan pelaku adalah membuat anak merasa nyaman dengan sentuhannya.

5. Menjaga hubungan baik

Terakhir, modus child grooming adalah menjaga hubungan dari korban. Biasanya tindakan pelecehan akan membuat anak merasa tersesat, takut, dan bingung. Begitu pelecehan dimulai, anak tidak akan tahu apa yang harus dilakukan. Pelaku kejahatan ini akan terlibat dalam perilaku yang bertujuan untuk menjaga hubungan dengan mendorong anak untuk menyimpan rahasia dan meyakinkan mereka bahwa pelecehan itu normal. Bahkan yang lebih buruknya lagi, begitu anak memutuskan untuk memberi tahu seseorang apa yang terjadi, pelaku akan mulai mengancam mereka atau membuat mereka merasa bertanggung jawab atas pelecehan tersebut.

4 dari 5 halaman

Cara Melindungi Anak dari Child Grooming

Berikut ini terdapat beberapa cara melindungi anak dari child grooming yang perlu diketahui oleh orang tua, antara lain:

1. Orang tua perlu mengenali tanda-tanda child grooming pada anak.

2. Awasi anak dengan jangan biarkan anak berduaan dengan orang asing yang lebih tua.

3. Tolak jika ada orang asing yang menawarkan bantuan kepada anak maupun keluarga anda.

4. Mencari tahu hubungan antara anak dan orang asing tersebut melalui teman-teman atau orang tua lainnya.

5. Mencari tahu perasaan anak terhadap orang asing yang sedang didekatinya.

5 dari 5 halaman

Cara Mencegah Child Grooming

Supaya anak anda tidak terjerumus dalam kejahatan child grooming, anda perlu mengetahui cara mencegahnya. Berikut ini terdapat beberapa cara mencegah child crooming untuk anak, yaitu:

1. Beri kasih sayang dan perhatian yang lebih

Cara mencegah child grooming yang pertama adalah memberi kasih sayang dan perhatian lebih serta sedakan waktu untuk anak. Jika memiliki anak lebih dari satu, maka pastikan masing-masing anak mendapatkan perhatian yang seimbang.

2. Libatkan anak dalam kegiatan keluarga

Selanjutnya, cara mencegah child grooming adalah dengan melibatkan anak dalam kegiatan keluarga, saling mengobrol, serta membangun kedekatan emosional dalam aktivitas-aktivitas ringan bersama keluarga.

3. Beri edukasi seksualitas

Berikutnya, cara mencegah child grooming adalah dengan memberikan anak edukasi seksualitas. Hal ini penting ditanamkan sejak dini, supaya anak mengetahui contoh-contoh orang yang membahayakan seperti apa.

4. Beri pemahaman

Selanjutnya, cara mencegah child grooming adalah dengan memberikan anak pemahaman. Pemahaman ini berguna apabila anak mengalami hal-hal yang aneh atau tidak nyaman bagi dirinya. Dalam hal ini. peran orang tua sangat penting untuk memberikan pemahaman siapa yang boleh dipercaya dan boleh berbagi cerita. Selain itu, orang tua juga bisa mengajak diskusi mengenai caranya bercerita kepada orang lain.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.