Sukses

ODGJ Artinya Orang dengan Gangguan Jiwa, Gejala, Jenis-Jenis, dan Cara Mengatasi

Liputan6.com, Jakarta - Apa arti ODGJ? ODGJ artinya Orang dengan Gangguan Jiwa. Orang yang masuk kategori ODGJ adalah mereka yang memiliki gangguan kejiwaan, kecemasan, hingga kepribadian. ODGJ sering menerima perlakukan diskriminasi di masyarakat umum.

Masalah ODGJ artinya gangguan jiwa yang tidak sama dengan masalah kesehatan biasa. ODGJ memengaruhi mental penderita dan bukan fisik penderitanya. Maka, mengenali seseorang dengan ODGJ ini tidak mudah.

Seseorang dengan ODGJ artinya memiliki pola pikir, cara mengekspresikan perasaan, dan perilaku yang menyimpang. Menyimpang sama dengan berbeda dengan orang pada umumnya. Ini mengapa ODGJ cenderung disisihkan dalam kehidupan sosial.

Padahal, jika seseorang dengan masalah ODGJ mendapat penanganan tepat seperti melakukan pengobatan dan konsultasi kepada ahli, mereka masih bisa kembali hidup normal. Itu artinya, mereka akan tetap bisa melanjutkan hidup dan berinteraksi secara sosial.

Berikut Liputan6.com ulas lebih mendalam tentang arti ODGJ, jenis-jenis ODGJ, dan cara mengatasi ODGJ, Jumat (7/10/2022).

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 3 halaman

ODGJ Artinya Masalah Gangguan Jiwa yang Bisa Disembuhkan

Kepanjangan ODGJ artinya Orang dengan Gangguan Jiwa. Masalah ODGJ berisiko dialami oleh semua orang, tidak mengenal usia dan latar belakang kehidupannya. ODGJ artinya bukan berkaitan dengan kesehatan fisik, melainkan berhubungan dengan masalah kesehatan jiwa atau mental seseorang.

ODGJ artinya gangguan jiwa yang tandanya sulit dikenali karena tidak seperti masalah kesehatan biasa. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dalam keterangan tertulisnya mengutip dari Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza, Kementerian Kesehatan Dr. Fidiansjah, Sp.Kj, memaparkan ada tiga tanda seseorang mengalami ODGJ yang perlu diketahui.

Tanda atau gejala seseorang menderita ODGJ adalah bisa diamati dari komponen pikirannya, dari komponen ekspresi wajahnya, dan dari komponen perilakunya. ODGJ artinya memiliki cara berpikir atau akal atau logika yang sudah berbeda dengan orang sehat dalam kejiwaannya. ODGJ artinya seseorang yang sulit menyembunyikan perasaan hingga akan sangat terlihat dari ekspresi wajah dan perilakunya.

Masalah ODGJ berisiko membuat penderitanya sulit berinteraksi dengan orang lain, ini karena mereka pasti cenderung dikucilkan atau mendapat diskriminasi. ODGJ menjadi gangguan kejiwaan yang tidak hanya satu jenisnya. Liputan6.com lansir dari berbagai sumber ada tujuh jenis ODGJ yang perlu diketahui dan sering terjadi:

1. ODGJ Artinya Depresi

Depresi termasuk dalam ODGJ karena memengaruhi kejiwaan seseorang. ODGJ artinya depresi, di mana penderitanya cenderung tidak memiliki gairah dalam kehidupannya. Mereka akan mengalami gangguan masalah tidur, gangguan masalah makan, gangguan seksual, memiliki perasaan tidak pasti, dan lain sebagainya.

2. ODGJ Artinya Gangguan Kepribadian

Gangguan kepribadian termasuk dalam ODGJ karena memengaruhi kejiwaan seseorang. ODGJ artinya gangguan kepribadian, di mana penderitanya cenderung tidak memiliki pola pikir sekaligus perilaku menyimpang. Mereka akan mengalami gangguan kepribadian ambang, gangguan kepribadian obsesif kompulsif, gangguan kepribadian narsistik, dan memiliki gangguan kepribadian antisosial.

3. ODGJ Artinya Gangguan Kecemasan

Gangguan kecemasan termasuk dalam ODGJ karena memengaruhi kejiwaan seseorang. ODGJ artinya gangguan kecemasan, di mana penderitanya cenderung sulit mengendalikan kecemasan, kecuali penyebabnya hilang.

Mereka akan mengalami panik, kecemasan sosial, fobia, dan kecemasan umum lainnya. Gangguan kecemasan membuat penderitanya sulit memiliki konsentrasi, pusing, banyak berkeringat, merasa terancam, dan dada berdebar.

3 dari 3 halaman

Jenis-Jenis ODGJ Selanjutnya dan Cara Mengatasi

4. ODGJ Artinya OCD (Gangguan Obsesif Kompulsif)

OCD termasuk dalam ODGJ karena memengaruhi kejiwaan seseorang. ODGJ artinya gangguan obsesif kompulsif, di mana penderitanya cenderung tidak menyukai hal-hal yang berantakan atau kotor. Mereka akan merasa kerepotan dengan kebiasaan atau gangguan ini. Jika sudah parah, akan membuat penderitanya sulit berinteraksi dengan orang lain.

5. ODGJ Artinya PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder)

PTSD termasuk dalam ODGJ karena memengaruhi kejiwaan seseorang. ODGJ artinya gangguan stres yang terjadi karena kejadian tertentu atau pengaruh dari peristiwa traumatis. Penderitanya akan cenderung mudah mengalami kegelisahan, merasa takut, merasa bersalah, panik, dan sensitif dengan hal-hal pemicu trauma.

6. ODGJ Artinya Gangguan Bipolar

Gangguan bipolar termasuk dalam ODGJ karena memengaruhi kejiwaan seseorang. ODGJ artinya gangguan bipolar, di mana penderitanya cenderung tidak mudah merasa sedih serta terpuruk dan mudah merasa senang. Mereka akan lebih berisiko bunuh diri dan melakukan hal-hal buruk lainnya seperti mengonsumsi alkohol dan menggunakan narkoba.

7. ODGJ Artinya Skizofrenia

Skizofrenia termasuk dalam ODGJ karena memengaruhi kejiwaan seseorang. ODGJ artinya skizofrenia, di mana penderitanya cenderung sering mengalami halusinasi, delusi, gelisah, cemas, dan pola pikir yang aneh. Mereka akan merasakan sesuatu, mendengar, membaui, dan lainnya yang sebenarnya tidak ada di kenyataan. Kondisi ini menyulitkan penderitanya berinterkasi dengan orang lain tanpa pengobatan yang tepat.

Tak hanya skizofrenia, sebenarnya segala jenis gangguan jiwa yang termasuk dalam ODGJ bisa diatasi dengan pengobatan khusus. Penanganan tepat pada penderita ODGJ artinya tidak dengan mendiskriminiasi atau mengeliminasi penderita dari strata sosial atau kehidupan sosial.

Cara menangani ODGJ masih Liputan6.com lansir dari berbagai literatur kesehatan, harus dilakukan dengan melakukan konsultasi atau pemeriksaan kejiwaan. Setelah itu mengonsumsi obat-obatan seperti obat penenang atau pereda cemas. Kemudian melakukan psikoterapi untuk melakukan bimbingan atau rekondisi perasaan dan pikiran. Ini sama dengan melakukan konsultasi bersama psikiater.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.