Sukses

Penulisan Alamat Surat yang Benar adalah Ada 8 Aturan, Simak Contohnya

Liputan6.com, Jakarta - Cara penulisan alamat surat yang benar adalah terdiri dari delapan aturan, ini termasuk untuk surat pribadi dan surat dinas/resmi. Surat adalah sarana komunikasi antara dua pihak atau lebih, alamat surat penting untuk sampai pada pihak yang dituju.

Penulisan alamat surat yang benar adalah harus ditulis selengkap-lengkapnya alamat, tidak boleh disingkat, dan tidak boleh menggunakan tanda titik. Mulai dari alamat rumah, nomor rumah, kecamatan, kabupaten, provinsi, dan kode pos.

Selain kelengkapan alamat, penulisan alamat surat yang benar adalah harus dengan tanda baca koma dan tidak menggunakan tanda baca titik.

Jika ditujukan kepada perusahaan, penulisan alamat surat yang benar adalah “PT” tidak perlu diberi tambahan titik seperti “PT.” karena berlebihan. Kemudian, penulisan alamat surat yang benar adalah tidak boleh disertai jenis kelamin pihak yang dituju seperti “Bapak/Ibu”.

Agar lebih memahami, berikut Liputan6.com ulas lebih mendalam penulisan alamat surat yang benar adalah ada delapan aturan, Jumat (25/11/2022).

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 3 halaman

Penulisan Alamat Surat yang Benar adalah Ada 8 Aturannya

Perihal surat-menyurat, penting mengetahui cara penulisan alamat surat yang benar. Politeknik Negeri Sriwijaya, Purwanto menjelaskan surat adalah sarana komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan informasi tertulis oleh suatu pihak kepada pihak lain.

Alamat surat yang benar adalah bagian dari struktur surat. Tanpa adanya alamat surat yang dituju, maka surat tidak bisa dikatakan sebagai sarana komunikasi karena pesan dalam surat tidak akan tersampaikan kepada pihak yang dituju.

Bagaimana penulisan alamat surat yang benar? Ini penjelasan cara penulisan alamat surat yang benar yang Liputan6.com lansir dari berbagai sumber:

1. Jika ditulis di dalam surat, penulisan alamat surat yang benar adalah tidak perlu menggunakan kata “kepada” karena sudah ada “Yth.” yang mewakilinya.

2. Jika ditujukan kepada seseorang, penulisan alamat surat yang benar adalah bagian setelah “Yth.” tidak perlu mencantumkan jenis kelamin seperti “Bapak/Ibu” karena tidak tepat.

3. Jika ditujukan kepada perusahaan, penulisan alamat surat yang benar adalah “PT” tidak perlu diberi tambahan titik seperti “PT.” karena berlebihan.

4. Jika ditulis di amplop surat seperti pada surat pribadi, penulisan alamat surat yang benar adalah jangan menggunakan singkatan seperti “Jl.” yang artinya jalan dan usahakan menulis alamat selengkap-lengkapnya sampai kode pos.

 

Contoh penulisan alamat surat yang benar:

Jalan Profesor Mohammad Yamin Sh, Nomor 40, Gang Buntu, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara, Kode Pos 20232

 

5. Khusus pada surat pribadi yang penulisan alamat surat yang benar adalah di luar, maka di dalam surat tidak perlu ditulis alamat lengkap. Termasuk, tidak perlu menuliskan “di tempat” karena sudah ada di amplop.

6. Huruf dalam penulisan alamat surat yang benar adalah pada setiap unsur katanya menggunakan huruf kapital.

7. Tanda baca titik pada penulisan alamat surat yang benar adalah pada bagian akhir tidak perlu diberi tanda titik.

8. Tanda baca koma pada penulisan alamat surat yang benar adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menjelaskan digunakan antara nama dan alamat, bagian-bagian alamat, tempat dan tanggal, serta nama tempat dan wilayah yang ditulis berurutan.

3 dari 3 halaman

Jenis-Jenis Surat dan Penjelasan Lengkapnya

Ini penjelasan dari jenis-jenis surat yang perlu diketahui yang Liputan6.com lansir dari berbagai sumber:

1. Jenis Surat Menurut Sifat Isi dan Asalnya

Menurut sifat isi dan asalnya, surat dibagi menjadi 3 macam yang mungkin sudah banyak diketahui. Macam macam surat tersebut adalah:

- Surat pribadi. Menurut sifat dan asalnya, macam macam surat yang pertama adalah surat pribadi. Surat ini merupakan surat yang sifatnya pribadi. Biasanya dikirimkan kepada orang lain atau petugas dalam suatu lembaga.

- Surat dinas. Jenis surat selanjutnya adalah surat dinas. Surat dinas ini biasanya digunakan untuk kepentingan tugas dinas oleh instansi-instansi tertentu, baik instansi sipil maupun militer.

- Surat bisnis atau surat niaga. Surat yang dipakai untuk keperluan bisnis oleh lembaga-lembaga usaha disebut juga dengan surat bisnis atau surat niaga.

2. Jenis Surat Menurut Jumlah Penerima

Menurut jumlah penerimanya, surat dibagi menjadi 3 jenis. Di antaranya adalah:

- Surat biasa. Surat biasa biasanya ditujukan kepada satu orang penerima atau satu orang petugas dari sebuah lembaga.

- Surat pengumuman. Surat pengumuman biasanya ditujukan kepada sekelompok orang atau suatu lembaga.

- Surat edaran. Surat edaran lebih memiliki jumlah penerima yang lebih dari satu orang. Biasanya ditujukan kepada banyak orang atau banyak lembaga, bahkan kepada seluruh masyarakat.

3. Jenis Surat Berdasarkan Jangkauannya

- Surat Internal. Surat internal merupakan surat yang asalnya dari dalam suatu kantor atau perusahaan dan ditujukan ke divisi lain di perusahaan yang sama. Surat ini tidak ada kaitannya dengan orang luar.

- Surat Eksternal. Sedangkan surat eksternal merupakan surat yang asalnya dari luar kantor atau perusahaan yang masuk melalui pengiriman pos surat.

4. Jenis Surat Berdasarkan Tujuannya

- Surat perintah. Surat perintah adalah salah satu jenis surat yang memiliki tujuan agar pihak penerima surat melakukan sesuatu yang dijelaskan dalam surat tersebut.

- Surat peringatan. Surat peringatan memiliki tujuan untuk mengingatkan kesalahan seseorang. Surat ini biasa ditemukan pada suatu instansi.

- Surat keputusan. Surat keputusan bertujuan dalam menyampaikan keputusan yang diambil atas dasar pertimbangan pada suatu organisasi.

- Surat pemberitahuan. Tujuan surat pemberitahuan adalah sebagai pemberitahuan kepada banyak pihak yang merupakan bagian dari suatu lembaga.

- Surat permintaan. Surat permintaan merupakan surat yang bertujuan untuk meminta informasi lebih rinci mengenai sesuatu.

- Surat panggilan. Surat panggilan biasanya digunakan untuk memanggil suatu pihak baik secara personal maupun organisasi.

- Surat susulan. Surat susulan adalah surat yang berisi penegasan dari surat yang pernah dikirim sebelumnya.

- Surat penawaran. Surat penawaran biasanya selalau berhubungan dengan jual-beli barang atau jasa yang isinya mengenai penawaran spesifikasi dan harga.

- Surat laporan. Surat laporan merupakan surat yang berisi laporan kerja kepada orang lain.

5. Jenis Surat Berdasarkan Wujudnya

- Kartu pos. Kartu pos adalah surat yang isinya ditulis pada secarik kertas dan dikirim melalui pos. Biasanya berukuran 10×15 cm.

- Telegram. Telegram merupakan pesan singkat yang dikirim dari jarak jauh dalam waktu cepat dengan bantuan pesawat telegram.

- Warkat pos. Warkat pos adalah surat tertutup yang dibuat dari sehelai kertas cetakan dan dapat dilipat seperti amplop.

- Surat bersampul. Surat bersampul adalah surat yang dibuat dalam beberapa helaian kertas terpisah dimana untuk mengirimnya harus menggunakan amplop.

- Memorandum dan Nota. Memorandum dan nota merupakan surat yang digunakan untuk keperluan internal suatu organisasi yang bertujuan untuk memberi/ meminta informasi antar pejabat kantor.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.