Sukses

Bacaan Surat Al Kahfi 1-10, Beserta dengan Isi, Terjemahan dan Keutamaannya

Liputan6.com, Jakarta Membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat menjadi salah satu amalan yang kerap disarankan dan dilakukan secara rutin oleh umat muslim. Al Quran adalah kitab ilmu dan petunjuk. Setiap huruf dari kitab suci ini diisi dengan Hikmah dan Barakah. Dan Surah Al Kahfi adalah salah satu Surat Al-Qur'an yang paling bermanfaat dan berbudi luhur. 

Surah Al Kahfi yang memiliki arti Gua ini adalah Surat ke-18 dari Al-Qur'an. Surat Al Kahfi diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW di Mekah, sehingga surat ini masuk kedalam  golongan Surah Mekah atau Makki. Terdapat 110 ayat dalam Surah Al Kahfi dan total 1583 kata dalam bahasa Arab.

Surat Al Kahfi berbicara tentang banyak kejadian. Kisah gua adalah yang paling terkenal dan dari situlah surah mendapatkan namanya. Kisah seorang lelaki taman, kisah Moussa dan Khedr yang Diberkati dan kisah Dhul-Qarnayn. Surat ini juga memiliki banyak ayat dengan instruksi untuk umat Islam.

Lebih lengkapnya, berikut ini Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber pada Jumat (25/11/2022). Bacaan surat Al Kahfi lengkap dengan bacaan latin dan terjemahannya, serta isi dan keutamaan surat Al Kahfi.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Bacaan Surat Al-Kahfi Ayat 1-10

Bacaan Surat Al-Kahfi Ayat 1-10

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ ٱلْكِتَٰبَ وَلَمْ يَجْعَل لَّهُۥ عِوَجَا ۜ

al-ḥamdu lillāhillażī anzala ‘alā ‘abdihil-kitāba wa lam yaj’al lahụ ‘iwajā

Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Quran) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya;

 

قَيِّمًا لِّيُنذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِّن لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا

qayyimal liyunżira ba`san syadīdam mil ladun-hu wa yubasysyiral-mu`minīnallażīna ya’malụnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā

Artinya: Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik,

 

مَّٰكِثِينَ فِيهِ أَبَدًا

mākiṡīna fīhi abadā

Artinya: Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.

 

وَيُنذِرَ ٱلَّذِينَ قَالُوا۟ ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ وَلَدًا

wa yunżirallażīna qāluttakhażallāhu waladā

Artinya: Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: “Allah mengambil seorang anak”.

 

مَّا لَهُم بِهِۦ مِنْ عِلْمٍ وَلَا لِءَابَآئِهِمْ ۚ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَٰهِهِمْ ۚ إِن يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا

mā lahum bihī min ‘ilmiw wa lā li`ābā`ihim, kaburat kalimatan takhruju min afwāhihim, iy yaqụlụna illā każibā

Artinya: Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.

 

فَلَعَلَّكَ بَٰخِعٌ نَّفْسَكَ عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِمْ إِن لَّمْ يُؤْمِنُوا۟ بِهَٰذَا ٱلْحَدِيثِ أَسَفًا

fa la’allaka bākhi’un nafsaka ‘alā āṡārihim il lam yu`minụ bihāżal-ḥadīṡi asafā

Artinya: Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Quran).

 

إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى ٱلْأَرْضِ زِينَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

innā ja’alnā mā ‘alal-arḍi zīnatal lahā linabluwahum ayyuhum aḥsanu ‘amalā

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.

 

وَإِنَّا لَجَٰعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَعِيدًا جُرُزًا

wa innā lajā’ilụna mā ‘alaihā ṣa’īdan juruzā

Artinya: Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus.

 

أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَٰبَ ٱلْكَهْفِ وَٱلرَّقِيمِ كَانُوا۟ مِنْ ءَايَٰتِنَا عَجَبًا

am ḥasibta anna aṣ-ḥābal-kahfi war-raqīmi kānụ min āyātinā ‘ajabā

Artinya: Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?

 

إِذْ أَوَى ٱلْفِتْيَةُ إِلَى ٱلْكَهْفِ فَقَالُوا۟ رَبَّنَآ ءَاتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

iż awal-fityatu ilal-kahfi fa qālụ rabbanā ātinā mil ladungka raḥmataw wa hayyi` lanā min amrinā rasyadā

Artinya: (Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”.

3 dari 4 halaman

Isi Surat Al Kahfi

Isi Surat Al Kahfi

1. Orang-Orang Gua atau Ashab-e-Kahfi

Disebutkan dalam Surat Al Kahfi bahwa ada beberapa pemuda yang beriman kepada Allah, di kota yang penuh dengan orang kafir. Ini adalah ujian Allah terhadap iman mereka. Ketika pemuda-pemuda itu merasa terancam oleh orang-orang kafir di negeri itu, mereka memilih meninggalkannya untuk menjaga keimanan mereka. 

Mereka pergi ke sebuah gua dan Allah memberikan mereka tidur selama bertahun-tahun. Ketika mereka bangun dan keluar dari gua, mereka menyadari bahwa waktu telah lama berlalu dan mereka dikelilingi oleh orang-orang beriman.

Sama seperti pemuda-pemuda ini, kita harus teguh beriman kepada Islam bahkan ketika kita dikelilingi oleh orang-orang yang tidak beriman. Kita harus memiliki Tawakkal bahwa Tuhan kita akan menjaga kita dan dengan Dia meletakkan kekuatan dan kekuatan kita.

2. Pengadilan Agama

Surat Al Kahfi juga menceritakan kisah penting dari zaman kuno. Ketika Allah menyampaikan pesan itu, hanya sedikit orang beriman yang menerimanya. Namun, mayoritas orang di kota itu adalah orang yang tidak beriman. Dan ketika orang percaya menghadapi pembalasan mereka, mereka harus mencari perlindungan di dalam gua. 

Allah SWT menganugerahkan tidur atas mereka selama berabad-abad dan pada saat mereka bangun, seluruh kota menjadi beriman. Jadi seseorang tidak boleh berkecil hati saat berada di jalan Allah dan menghadapi fitnah. Sebaliknya, seseorang harus percaya pada kekuatan Yang Mahakuasa dan bertahan dengan sabar.

3. Dua Kebun 

Ada seorang pria yang sangat kaya dan diberkahi dengan dua taman yang indah. Tetapi dia adalah seorang kafir dan bahkan ketika Allah melimpahkan rahmat-Nya berupa taman-taman yang sangat subur yang diberikan kepadanya. Namun dia tidak bersyukur kepada Allah atas nikmat tersebut. 

Bahkan, dia mulai meragukan rahmat dan berkah ilahi. Dia menjadi sombong tentang dirinya sendiri. Akibatnya, Allah SWT mengambil hartanya, dan akhirnya dia mengetahui tentang kesesatan yang dia jalani. Tapi itu memang terlambat baginya. Kisah ini mengajarkan pada kita bahwa apapun yang diberikan kepada kita adalah semata-mata oleh Allah SWT. 

Dan kita harus selalu bersyukur karenanya. Ketika Allah memberkati kita dengan kekayaan, kita harus bersyukur dan menggunakannya dengan tujuan dan untuk kemajuan dunia dan Islam. Karena dunia ini bukanlah tempat tinggal kita yang abadi.

4. Ujian Pengetahuan

Kisah Surah Al Kahfi ini adalah tentang Nabi Musa AS dan Nabi Khizar AS. Nabi Musa AS berpikir bahwa dia adalah orang yang paling berpengetahuan di bumi. Dan tidak ada yang lebih mengetahui ilmunya selain dia. Saat itulah Allah SWT membimbingnya untuk bertemu Nabi Khizar AS yang lebih berpengetahuan dari Musa AS.

Kisah Surah Al Kahfi ini mengajarkan kita bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu dan kita tidak boleh menyombongkan nikmat-Nya. Pengetahuan kita harus membuat kita rendah hati dan kita harus selalu menggunakannya untuk kebaikan.

5. Pemimpin

Dzul-Qarnayn adalah raja yang bijaksana, perkasa dan adil yang menjaga keadilan dan berkeliling dunia untuk membantu orang-orang yang membutuhkan. Dia adalah raja yang memenjarakan Yajuj dan Majuj di balik tembok besar dan memberikan bantuan kepada orang-orang dari kekerasan mereka.

Allah memberkati kita dengan segala kekuatan. Dan kita harus memanfaatkan berkah kita untuk tujuan yang baik. Jika kita mampu melakukan kebaikan meski kelihatannya sulit, kita harus percaya kepada Allah dan bersegera melakukannya karena Allah SWT mencintai pelaku kebaikan dan juga membantu mereka dalam menyelesaikan tugas yang baik.

4 dari 4 halaman

Keutamaan Surat Al Kahfi Beserta Dalilnya

1. Melindungi Dari Serangan Dajjal

Nabi Muhammad SAW telah menjelaskan bahwa Surat Al Kahfi ini akan melindungi manusia dari serangan Dajjal. Cara membaca dan menghafal beberapa ayat dalam surah ini. Sering dikatakan bahwa sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir adalah ayat yang penting untuk dihapalkan.

Imam Muslim meriwayatkan dari hadits al-Nawas bin Sam'an cukup panjang, yang mana dalam riwayat Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Maka barang siapa di antara kamu yang menemukannya (menemukan Dajjal) hendaknya dia membacanya ayat-ayat permulaan. dari surat al-Kahfi. ”

Dalam riwayat Muslim lainnya, dari Abu Darda 'radhiyallahu' anhu, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa membaca sepuluh ayat dari awal surat al-Kahfi, maka dia terlindungi dari Dajjal.” Itu dari kerusuhannya. (Sahih Muslim, Kitab Salalah al-Mufassirin)

 

2. Diampuni Dosanya

Imam Mardawaih meriwayatkan dari Ibnu Umar, “Barangsiapa membaca Surat al-Kahfi pada hari Jumat maka akan ada cahaya yang memancar dari telapak kakinya hingga ke langit yang akan bersinar pada hari kiamat. Dan dosa-dosanya akan diampuni antara dua Jum'at. ”

“Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka dia akan disinari dengan cahaya antara dia dan Baitul 'Atiq.” Al-Hasan bin Ali RA selalu membaca Surat Al Kahfi pada setiap malam Jumat.

 

3. Memancarkan Cahaya di antara Dua Jum’at

Keutamaan Surat Al Kahfi yang selanjutnya adalah memancarkan cahaya diantara dua jumat. Dalam riwayat lain, masih dari Abu Sa'id al-Khudri,

“Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum'at, maka akan dipancarkan cahaya baginya di antara dua Jum'at.” (HR. Al-Hakim)

 

4. Rumahnya Tidak Akan Dimasuki Setan

Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari Abdullah bin Mughaffal, “Rumah yang dibacakan surat Al-Kahfi atau Al-Baqarah di dalamnya tidak akan dimasuki setan sepanjang malam.” 

Para imam mengatakan wajib membaca surah Al-Kahfi pada hari Jumat malam. Mereka juga mengatakan, disarankan untuk mengulanginya. Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni mengatakan, “Dibacakan membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at.”

 

5. Menerangi Hari Kiamat

Abdullah bin 'Umar berkata bahwa Rasulullah mengatakan:

“Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka ia akan memancarkan cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua Jum’at.”

 

6. Kita Akan Mendapatkan Ampunan Dari Allah SWT

Salah satu waktu terbaik ketika meminta ampunan kepada Allah adalah pada hari Jumat, dengan bernubuat yang tulus ikhlas dan membaca Surat Al Kahfi. Dalam riwayat dari Abu Sa'id al-Khudri ra., Dari Ibnu Umar ra.,

“Rasulullah SAW bersabda, 'Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat akan menyalakan cahaya dari bawah kakinya ke langit, akan meneranginya pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua jumat.”

 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.