Sukses

Tikus Ini Jadi Tersangka Lenyapkan 200 Kg Ganja, Bikin Heboh Pengadilan

Liputan6.com, Jakarta Selain dikenal sebagai penjaga rantai ekosistem, tikus lebih sering dianggap sebagai hama. Keberadaannya kerap dikeluhkan para petani hingga pemilik rumah. Tak heran jika banyak yang mengeluhkan tikus memakan segala hal seperti makanan hingga berbagai perabotan. Namun tak hanya itu, ternyata tikus juga doyan narkoba. 

Seperti yang tengah jadi sorotan, tikus di India dijadikan tersangka atas hilangnya ganja seberat 200 kilogram. Seolah mustahil dengan jumlah yang tak sedikit, mengingat ukuran tikus yang kecil. Namun hewan pengerat inilah yang jadi kekacauan baru di negara bagian Uttar Pradesh. Hakim setempat tak bisa mendapatkan bukti dari polisi sejumlah narkoba yang jadi barang bukti.

"Tikus adalah hewan kecil dan mereka tidak takut pada polisi. Sulit untuk melindungi obat dari mereka," kata pengadilan di negara bagian Uttar Pradesh melansir dari BBC (24/11).

Semua bermula saat barang bukti 700 kilogram mariyuana yang tersimpan di kepolisian terancam oleh keberadaan tikus. Jumlah barang terlarang yang tak sedikit itu tersimpan tergeletak di kantor polisi di distrik Mathura. 

Kini Pihak Kepolisian menyalahkan tikus jadi tersangka atas hilangnya 200 kilogram ganja. Berikut Liputan6.com merangkum kisah unik ini melansir dari BBC, Jumat (25/11/2022).

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 3 halaman

Tikus Tak Kenal Takut Polisi

Kasus penggunaan barang terlarang itu harus ditangani oleh pengadilan. Namun jalannya sidang tak bisa lancar atas insiden hilangnya barang bukti ratusan kilogram ganja itu. Hakim Sanjay Chaudhary mengatakan dalam sebuah perintah bahwa ketika pengadilan meminta polisi untuk menunjukkan obat yang disita sebagai bukti. Namun pihak kepolisian mengabarkan bahwa 195 kg ganja telah "dimakan" oleh tikus. 

Dia mengatakan polisi tidak memiliki keahlian dalam menangani masalah ini karena tikus-tikus itu "terlalu kecil". Satu-satunya cara untuk melindungi barang-barang yang disita dari "tikus yang tak kenal takut", tambahnya, adalah dengan melelang obat-obatan tersebut ke laboratorium penelitian dan perusahaan obat, dengan hasilnya akan diberikan kepada pemerintah.

MP Singh, seorang pejabat polisi senior distrik Mathura, mengatakan kepada wartawan bahwa beberapa ganja yang disimpan di kantor polisi di sekitarnya telah "rusak karena hujan lebat" dan tidak dimusnahkan oleh tikus. Kendati demikian hilang dan rusaknya ratusan kilogram ganja itu jadi misteri tersendiri yang harus dipecahkan.

3 dari 3 halaman

Bukan Kali Pertama Terjadi

Mungkin banyak yang mempertanyakan apa efek samping tikus mengonsumsi narkoba itu. Namun nyatanya, kasus serupa tikus memakan ganja ini bukan kali pertama terjadi. Pada tahun 2018, delapan petugas polisi Argentina dipecat setelah mereka menyalahkan tikus atas hilangnya setengah ton ganja dari gudang polisi. 

Tetapi para ahli membantah klaim tersebut, dengan mengatakan bahwa hewan tidak mungkin mengacaukan obat untuk makanan dan "jika sekelompok besar tikus memakannya, banyak mayat akan ditemukan di gudang".

Oleh karenanya, sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2019 menemukan bahwa ketika tikus laboratorium diberi adonan ganja, mereka "cenderung menjadi kurang aktif dan suhu tubuh tikus juga menurun".

Pada 2017, polisi di negara bagian Bihar, India timur, menyalahkan tikus karena mengonsumsi ribuan liter alkohol sitaan, setahun setelah negara melarang penjualan dan konsumsi alkohol.

Pada tahun 2018, teknisi yang datang untuk memperbaiki mesin ATM yang tidak berfungsi di negara bagian Assam menemukan bahwa uang kertas senilai lebih dari 1,2 juta rupee (Rp 230 juta) rusak parah dan tersangka pelakunya adalah tikus.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.