Sukses

6 Masalah Psikologi Dilihat dari Rumah yang Berantakan, Cek di Sini

Liputan6.com, Jakarta Manusia hidup dengan caranya masing-masing. Ada yang lebih suka bergaul dengan lingkungan, ada pula yang lebih memilih menjauhi keramaian. Dua kepribadian ini biasa disebut dengan ekstrovert dan introvert. 

Selain dua kepribadian tersebut, terdapat beberapa masalah psikologi yang pasti dialami tiap orang. Ternyata, masalah psikologi juga bisa dilihat dari kondisi rumah yang berantakan. Misalnya, lemari yang sesak oleh baju yang tidak dilipat.

Kondisi tersebut bisa tunjukkan masalah yang dialami seseorang. Lantas, apa saja masalah psikologi yang bisa dilihat dari kondisi rumah yang berantakan? Simak penjelasannya seperti dihimpun Liputan6.com dari Bright Side, Jumat (19/4/2019).

2 dari 7 halaman

1. Lemari Penuh dengan Barang-barang Tak Berguna

Pada pandangan pertama, mungkin rumah seseorang terlihat sempurna. Dari lantainya yang bersih hingga buku-buku yang tersusun rapih. Tapi ketika menilik lemari, laci di ruang kerja, ataupun tempat-tempat yang tak terlihat dalamnya, mungkin akan ditemukan barang-barang  yang tak berguna.

Misalnya gunting yang rusak, bolpoin yang habis tintanya, kartu kredit lama, atau bahkan pakaian yang sudah tak layak pakai di dalamnya. Biasanya, orang-orang yang punya ciri-ciri seperti yang disebutkan di atas adalah tipe orang yang dramatis.

Mereka hanya mementingkan apa yang terlihat di luar ketimbang wujud asli di dalam. Orang-orang tipe ini lebih suka menunjukkan sisi terbaik dan melakukan hal-hal yang membuat orang lain terkesan. Selain itu, mereka juga seringkali mengatur rumah mereka agar terlihat menarik daripada membersihkannya.

3 dari 7 halaman

2. Ruang Kerja Berantakan

Ruang kerja merupakan spot paling menarik jika dilihat dari sudut pandang psikologi. Beberapa orang mungkin menyusun tiap berkas atau perkakas ke dalam map ataupun wadah lainnya. Sebaliknya, ada pula yang mencampur segala jenis berkas menjadi satu.

Mereka yang tak pernah repot merapikan ruang kerja dapat dikelompokkan menjadi orang-orang dengan kepercayaan diri tinggi. Meski meja kerja berantakan, mereka bisa bekerja dengan baik dan dengan mudah menemukan barang-barang yang dicari.

Terkadang, meja yang berantakan bisa tunjukkan kepribadian yang kreatif dan inventif.

4 dari 7 halaman

3. Keranjang Pakaian Kotor atau Tempat Sampah yang Penuh

Sebagian orang mungkin berpikir bersih-bersih adalah salah satu kegiatan yang paling disukai. Namun untuk beberapa orang, bersih-bersih menjadi kegiatan paling membosankan. Pada akhirnya, rumah berantakan karena keranjang pakaian penuh dengan barang kotor.

Atau bisa juga tempat sampah yang menumpuk dan tak dihiraukan. Orang-orang yang punya sifat buruk ini biasanya tipe orang procrastinator atau penunda. Mereka hanya terlalu malas dan terlalu banyak alasan ketika dihadapkan dengan kebersihan.

5 dari 7 halaman

4. Dapur Penuh dengan Barang Bekas

Dapur seharusnya menjadi tempat paling bersih mengingat tempat ini digunakan untuk memasakan dan makan. Namun apa jadinya jika dapur malah dipenuhi barang-barang kotor seperti sisa botol kecap, minyak goreng bekas, ataupun bungkus makanan dan minuman yang dibiarkan begitu saja?

Tak hanya kotor, dapur yang dipenuhi barang bekas juga berpengaruh buruk pada kesehatan. Sayangnya ada saja orang yang tetap betah dengan keadaan tersebut. Nyatanya, banyak penelitian yang menyebutkan bahwa orang-orang dengan sifat buruk ini cenderung tergolong tanda depresi.

Mereka biasanya tidak punya energi untuk beres-beres. Mereka pikir hal tersebut bukanlah hal yang penting. Bahkan di beberapa kasus, mereka menganggap dirinya sendiri tidak penting. Sehingga tak heran mereka mengabaikan kondisi di sekitarnya.

6 dari 7 halaman

5. Kamar Mandi yang Kotor

Melihat kepribadian seseorang dapat dengan mudah dilakukan, misalnya dengan menilik kebersihan kamar mandi. Tak hanya kepribadian, bahkan kondisi badan sekalipun. Kamar mandi yang bersih bisa jadi tanda bahwa tempat tersebut sering digunakan.

Sebaliknya, kamar mandi yang kotor justru menunjukkan bahwa penggunanya depresi, cenderung stres dan tak punya hasrat kuat merawat diri sendiri ataupun untuk sekadar mempedulikan penampilannya.

7 dari 7 halaman

6. Terlalu Banyak Barang

Sebagian orang punya kesulitan untuk berpisah dengan barang-barang yang mereka sukai. Misalnya, boks barang elektronik yang tidak terpakai ataupun furnitur yang sudah usang. Biasanya, orang-orang ini termasuk orang konservatif.

Mereka tidak mau berusaha berubah untuk hidup yang lebih baik. Mereka hanya akan terus menerus menimbun barang-barang yang tak berguna. Selain itu juga bisa jadi tanda bahwa seseorang mengalami perilaku kompulsif.