Sukses

Ternyata, 7 Makanan Ini Bisa Membuat Daya Ingat Cepat Menurun

Liputan6.com, Jakarta Daya ingat atau memori merupakan salah satu fungsi kognitif pada otak yang memiliki andil dalam pengambilan informasi. Memiliki kondisi otak cemerlang dan daya ingat yang prima merupakan salah satu dambaan hampir setiap orang. Sebab, daya ingat yang menurun bisa mengganggu aktivitas dan produktivitas kamu.

Daya ingat yang menurun dapat mengganggu aktivitas dan performa kerja. Hal ini tidak hanya disebabkan oleh faktor usia, melainkan juga karena gaya hidup dan lingkungan yang kurang sehat.

Ya, banyak faktor yang menyebabkan menurunnya kemampuan otak. Faktor penyebab itu antara lain gaya hidup seperti kurangnya waktu tidur, pola makan yang tidak sehat, dan stress.

Nah, yang sangat dekat dan menjadi kebutuhan pokok kita adalah konsumsi makanan. Pola makan yang tidak sehat ternyata menjadi salah satu penyebab menurunnya fungsi otak. Sejauh ini orang-orang hanya berusaha mencari tahu tentang makanan apa yang bisa meningkatkan fungsi otak, tanpa ingin mengetahui kalau ternyata ada makanan yang bisa menurunkan fungsi otak.

Berikut ini Liputan6.com telah melansir dari Boldsky mengenai beberapa makanan yang ternyata membuat daya ingat cepat menurun, Jumat (7/6/2019). Ternyata, makanan ini sangat dekat dengan kita bahkan beberapa di antara kamu suka megonsumsi makanan ini.

2 dari 5 halaman

Makanan Tinggi Lemak Menjadi Penyebab Daya Ingat Cepat Menurun

Sebuah studi menemukan bahwa lemak trans dapat merusak memori atau daya ingat pada otak. Ya, mengonsumsi lemak trans yang cukup tinggi dapat mengakibatkan kinerja otak menjadi menurun. Lemak tidak sehat seperti lemak jenuh dan lemak trans dapat meningkatkan kada kolesterol buruk atau LDL dan mempercepat pembentukan plak beta-amiloid di otak.

Plak yang menempel di otak ini dapat menyebabkan penyakit Alzheimer. Lemak ini juga dapat memperlambat produksi asam lemak omega-3 di dalam tubuh, yang dimana fungsinya untuk memainkan peran penting dalam kinerja otak.

3 dari 5 halaman

Daging, Karbohidrat, dan Keju Olahan

Daging Olahan

Mengonsumsi daging olahan memang sangat nikmat dan praktis. Maka tidak heran kalau banyak orang yang suka dengan makanan ini. Makanan yang termasuk ke dalam daging olahan ini seperti bacon, sosis, dan lain sebagainya. Padahal di dalam daging olahan mengandung nitrosamine yang bisa menyebabkan hati menghasilkan lemak dan ini sangat membahayakan otak.

Sebuah studi menunjukkan bahwa daging olahan merupakan salah satu makanan penyebab daya ingat menjadi menurun. Jika kamu sering mengonsumsi daging olahan ini, maka kamu akan memiliki gangguan atau masalah pada tingkat mengingat.

Karbohidrat Olahan

Begitu juga pada karbohidrat olahan yang memiliki indeks glikemik tinggi. Dimana makanan dengan kandungan ini sangat cepat untuk dicerna, yang menyebabkan naiknya kadar gula darah dan insulin. Sebuah studi penelitian menunjukkan bahwa, makanan dengan indeks glikemiks tinggi dapat merusak memori otak orang dewasa dan anak-anak.

Keju Olahan

Keju olahan seperti mozzarella dan lain sebagainya bisa menyebabkan penumpukan protein amyloid di otak yang dikaitkan dengan penyakit Alzheimer.

4 dari 5 halaman

Kentang Goreng dan Popcorn

Kentang Goreng

Jika kamu memiliki kebiasaan menjadikan kentang goreng sebagai camilan andalan, ada baiknya untuk mulai berhenti mengonsumsinya saat ini. Tingkat mengonsumsi kentang goreng yang sangat tinggi bisa menyebabkan penyakit Alzheimer dan penurunan fungsi kognitif.

Popcorn

Begitu juga dengan popcorn yang mengandung lemak jenuh dalam jumlah yang tinggi. Pada 28 gram popcorn rasa mentega mengandung 2,5 gram lemak jenuh. Sedangkan pada 32 gram popcorn rasa karamel mengandung 1,5 gram lemak jenuh. Pada popcorn mengandung diacetyl, bahan kimia yang meningkatkan plak amyloid di otak yang telah dikaitkan dengan penyakit Alzheimer.

5 dari 5 halaman

Aneka Kue dan Pizza

Aneka Kue

Kue yang mengandung frosting, shortening, dan margarin ini memiliki jumlah lemak trans yang sangat tinggi. Penelitian telah menunjukkan bahwa peningkatan asupan lemak trans dapat meningkatkan risiko penyakit Alzheimer, penurunan kognitif, memori atau daya ingat yang buruk, dan membuat volume otak menurun. Oleh karena itu, mulailah untuk menghindari sajian sejenis kue.

Pizza

Pizza dengan penggunaan topping seperti pepperoni, sosis, daging sapi mengandung lemak trans dan lemak jenuh. Pada 100 gram pizza mengandung 0,2 gram lemak trans dan 4,5 gram lemak jenuh. Menurut American Heart Association, daging dan produk susu memiliki sejumlah kecil lemak trans yang terjadi secara alami.