Sukses

Demi Kumpulkan Donasi, Pria Ini Bersepeda dari Finlandia hingga Jakarta

Liputan6.com, Jakarta Keterbatasan dana kerap menjadi masalah bagi relawan yang aktif dalam kegiatan kemanusiaan, sosial maupun kesehatan. Karena itulah beragam cara dilakukan untuk bisa mendapat bantuan dana dari orang-orang. 

Lazimnya untuk menggalang donasi orang-orang akan mengadakan bazaar, lelang, pertunjukan atau penjualan kupon-kupon sumbangan. Namun, aksi berbeda dilakukan oleh seorang Pria asal Denmark.

Seorang pria asal Denmark gencar melakukan aksi sosial dan menggalang dana untuk peduli kesehatan mental anak. Masalah kesehatan mental ternyata tidak hanya bisa terjadi pada orang dewasa, anak-anak pun punya risiko yang sama. Kesehatan mental anak tidak hanya diartikan sebagai kondisi mental anak yang terlihat baik, namun juga mencangkup kemampuan untuk berpikir secara jernih, mengendalikan emosi, dan bersosialisai dengan anak seusianya. Salah satu negara dengan kasus kesehatan mental pada anak yang cukup tinggi adalah Greenland.

Hal ini lah yang membuat Emil Hvidtfeldt asal Denmark, rajin mengumpulkan donasi. Namun, pria asal Denmark ini ternyata memiliki cara yang unik untuk menyebarkan peran positifnya ke berbagai negara. Emil Hvidtfeldt diketahui bersepeda dari Finlandia hingga Jakarta, seperti Liputan6.com lansir dari Lorry, Selasa (16/7/2019).

2 dari 3 halaman

Bersepeda dari Finlandia hingga Jakarta

Emil Hvidtfeldt baru saja melakukan kegiatan yang terbilang ekstrem bagi orang pada umumnya. Pria yang berasal dari Denmark ini melakukan perjalanan melintasi dua benua, yaitu Eropa dan Asia dengan bersepeda. Total perjalanan yang dilakukan Emil mencapai 18.000 Kilometer.

Emil memulai perjalanannya dengan bersepeda dari Finlandia pada akhir April 2018. Selama satu tahun ia mengayuh sepeda melintasi 26 negara hingga berakhir di Indonesia. Dari Kota Turku, Finlandia, ia menjelajah jalur darat menuju titik akhir di Jakarta, Indonesia dengan bersepeda. Pada Rabu, 8 Mei 2019, ia menginjakkan kakinya di Jakarta, sebagai destinasi akhir perjalanan panjangnya.

Lebih kurang 18.000 Kilometer ditempuhnya dalam kurun waktu lebih dari setahun terakhir, melintasi 26 negara di dua benua. Bahkan Emil telah merasakan berbagai macam suhu dan cuaca selama perjalanan. Suhu dingin yang ekstrem di Himalaya yang mencapai -20 derajat, serta panas menyengat saat melintasi wilayah Asia Tenggara, disebutnya sebagai salah satu tantangan paling berat.

3 dari 3 halaman

Tujuan Emil Hvidtfeldt

Emil memilih Indonesia sebagai destinasi terakhir karena Indonesia adalah negara yang jauh dan sangat eksotis sehingga menjadi destinasi impian Emil.

"Saya memilih Indonesia sebagai destinasi terakhir karena Indonesia adalah negara yang sangat jauh sekaligus sangat eksotis. Jadi kenapa tidak menjadi suatu destinasi impian? Apalagi biasanya orang hanya bisa terbang dari Denmark ke Indonesia," tutur Emil.

Ia menuturkan perjalanannya itu dilakukan sebagai upaya bentuk aksi sosial untuk menggalang dana bagi Association for the Greenlandic Children, suatu Lembaga Swadaya Masyarakat di Greenland yang bekerja untuk mengatasi masalah kesehatan mental dan sosial anak-anak Greenland.

Dari perjalanan tersebut, ia telah berhasil mengumpulkan donasi sebesar 64,5 ribu kron denmark atau sekitar Rp 138 juta yang akan disumbangkan untuk kesehatan mental anak-anak Greenland. Ide penggalangan dana lewat bersepeda lintas negara ini muncul dari pengalamannya ketika ia menimba ilmu di Greenland selama satu tahun.

Loading
Artikel Selanjutnya
Kecanduan Drama, Remaja Ini Terserang Stroke dan Hampir Meninggal
Artikel Selanjutnya
Punya Berat Badan 21 Kg di Usia 24 Tahun, Kisah Gadis Ini Bikin Haru