Sukses

Tata Cara Salat Taubat dan Waktunya untuk Peroleh Pengampunan

Liputan6.com, Jakarta Tata cara salat taubat dan waktunya penting dipahami setiap umat Islam. Setiap orang akan melakukan dosa baik disadari maupun tidak. Untuk menjauhkan diri dari dosa, umat manusia perlu memohon ampunan pada Allah SWT.

Salah satu cara untuk memperoleh ampunan dan ridho Allah SWT adalah salat taubat. Salat taubat adalah salat sunnah yang dilakukan dalam rangka memohon pengampunan dari Allah SWT, atas segala dosa maupun kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat. Maka dari itu tata cara salat taubat dan waktunya penting diketahui.

Ketika sudah menjalankan tata cara salat taubat dan waktunya yang benar, maka seorang muslim seharusnya tidak mungkin lagi mengulangi kembali maksiat atau dosa yang telah lalu. Tata cara salat taubat dan waktunya serupa dengan salat sunah pada umumnya.

Yang membedakan tata cara salat taubat dan waktunya adalah niat yang diucapkan. Tata cara salat taubat dan waktunya ini dilaksakan berdasarkan sunah Rasulullah. Berikut ulasan mengenai tata cara salat taubat dan waktunya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (2/1/2020).

2 dari 7 halaman

Dalil tentang salat taubat

Dasar hukum yang menganjurkan orang untuk menjalankan salat taubat nasuha ini ada pada Alquran dalam surat At-Tahrim ayat 8 yang artinya:

"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai."

Anjuran salat taubat ini juga tercermin dalam Hadis Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam, diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ahmad, dan Tirmidzi yang berbunyi:

“Apabila ada orang yang melakukan suatu perbuatan dosa, kemudian dia berwudhu dengan sempurna, lalu dia mendirikan shalat dua rakaat, dan selanjutnya dia beristigfar memohon ampun kepada Allah, maka Allah pasti mengampuninya.”

3 dari 7 halaman

Waktu menjalankan salat taubat

Taubat merupakan sesuatu yang tak bisa ditunda-tunda. Oleh sebab itu taubat harus segera dilakukan setelah melakukan perbuatan dosa.

Salat taubat merupakan salah satu bentuk salat mutlak yang waktu pelaksanaannya bisa dilakukan kapan saja, baik siang maupun malam kecuali pada waktu yang diharamkan untuk salat. Sementara itu, sebagian ulama menyatakan bahwa waktu pelaksanaan salat taubat yang utama adalah pada 2/3 malam atau selama salat tahajud dilaksanakan.

Adapun waktu yang diharamkan untuk salat adalah:

1. Mulai dari terbit fajar kedua hingga terbit matahari.

2. Saat terbit matahari hingga matahari naik sepenggalah

3. Saat matahari persis di tengah-tengah hingga terlihat condong.

4. Setelah salat asar hingga matahari tenggelam.

5. Ketika menjelang matahari tenggelam hingga benar-benar sempurna tenggelamnya.

4 dari 7 halaman

Niat salat taubat

Tata cara salat taubat sama seperti salat sunnah lainnya. Salat taubat dilakukan sebanyak dua rakaat dengan sekali salam. Salat ini juga bisa dikerjakan dalam empat atau enam rakaat.

Salat taubat sebaiknya dikerjakan secara sendirian. Ini karena salat taubat merupakan sholat nafilah yang tidak disyariatkan untuk dikerjakan secara berjamaah. Berikut niat yang harus dibacakan saat memulai salat:

USHALLI SUNNATAT TAUBATI ROKAATAINI LILLAHI TAALA

Artinya: “Saya niat shalat sunnah taubat dua rakaat karena Allah.”

5 dari 7 halaman

Tata cara salat taubat

1. Mengucapkan niat

2. Takbirotul Ihram

3. Membaca doa Istiftah/iftitah (Sunnah)

4. Membaca surat Al Fatihah

5. Membaca surat dari Alquran

6. Rukuk (Membaca tasbih ruku’ tiga kali)

7. I'tidal (Membaca doa i’tidal)

8. Sujud (Membaca tasbih sujud tiga kali)

9. Duduk diantara dua sujud

10. Sujud kedua (Membaca tasbih sujud tiga kali)

11. Bangun melanjutkan rakaat kedua seperti urutan di atas sampai 10.

12. Tasyahud akhir (Membaca bacaan tasyahud akhir)

13. Salam

14. Berdoa mohon ampunan

6 dari 7 halaman

Anjuran berdoa usai salat taubat

Setelah mengerjakan sholat sunnah taubat, dianjurkan untuk memperbanyak baca istighfar yang ditujukan untuk memohon ampunan dari Allah SWT. Ini sesuai dengan hadis Rasulullah dari Abu bakar Radiyallahu’anhu, yang berbunyi:

“Hendaklah kalian membaca Laailaaha illallah dan istigfar lalu perbanyaklah membaca keduanya karena iblis berkata, 'Aku telah membinasakan manusia dengan dosa sedangkan mereka membinasakanku dengan Laailaaha illallah, istigfar. Lalu tatkala aku mengetahui demikian maka aku binasakan mereka dengan (mengikuti) hawa nafsu hingga akhirnya mereka menyangka dan merasa bahwa sesungguhnya mereka itu sedang mendapatkan petunjuk (dan sedang berada di atas kebenaran)'.” (HR. Al-Imam Al-Hafidz Ibnu Ya’la)

7 dari 7 halaman

Doa usai salat taubat

Adapun bacaan istighfar setelah mengerjakan sholat taubat nasuha adalah sebagai berikut:

ASTAGHFIRULLAHAL LADZII LAA ILAAHA ILLAA HUWAL HAYYUL QAYYUUMU WA ATUUBU ILAIHI.

Artinya: “Aku meminta pengampunan kepada Allah yang tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepadanya.”

Bacaan istighfar ini hendaknya diucapkan sebanyak 100 kali sambil diresapi artinya dalam hati dengan setulus-tulusnya.

Setelah itu baru membaca doa sholat taubat nasuha seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW berikut ini:

ALLAHUMMA ANTA ROBBII LAA ILAAHA ILLAA ANTA, KHOLAQTANII WA ANA ‘ABDUKA WA ANA ‘ALA ‘AHDIKA WA WA’DIKA MASTATHO’TU. A’UDZU BIKA MIN SYARRI MAA SHONA’TU, ABUU-U LAKA BINI’MATIKA ‘ALAYYA, WA ABUU-U BI DZANBII, FAGHFIRLII FAINNAHUUA LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLA ANTA

Artinya:

"Ya Allah Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada sesembahan yang hak kecuali Engkau. Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hambamu dan aku di atas ikatan janjimu dan akan menjalankannya dengan semampuku. Aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakuimu atas nikmatmu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku padamu, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau."

Mengenai doa tersebut, Rasulullah SAW pernah bersabda, yang artinya: "Barangsiapa mengucapkannya (sayyidul istighfar) di siang hari dalam keadaan yakin dengannya kemudian dia mati pada hari itu sebelum petang hari, maka dia termasuk penduduk syurga. Dan siapa yang mengucapkannya di waktu malam hari dalam keadaan dia yakin dengannya, kemudian dia mati sebelum subuh maka dia termasuk penduduk syurga." (HR. Al-Bukhari)