Sukses

Tata Cara Sholat Istiqarah dan Doanya untuk Mantapkan Pilihan

Liputan6.com, Jakarta Tata cara sholat istiqarah dan doanya penting dipahami bagi umat Islam yang ingin menentukan pilihan. Sholat istiqarah merupakan sholat sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan ketika seseorang menghadapi dua pilihan yang berat.

Saat dihadapkan oleh dua atau lebih pilihan yang berat, tata cara sholat istiqarah dan doanya adalah solusi tepat yang bisa dilakukan. Dengan mempraktikkan tata cara sholat istiqarah dan doanya, seseorang mampu membuat pilihan yang benar dan terbaik menurut petunjuk Allah.

Tata cara sholat istiqarah dan doanya bertujuan meminta petunjuk pada Allah agar dapat membuat pilihan yang tepat tanpa keraguan. Tata cara sholat istiqarah dan doanya perlu dilakukan sesuai sunnah Rasul. Tak sedikit orang tidak mengetahui tata cara sholat istiqarah dan doanya yang benar.

Berikut tata cara sholat istiqarah dan doanya sesuai sunah, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (20/1/2020).

2 dari 6 halaman

Keutamaan sholat istiqarah

Rasulullah dalam sebuah hadits riwayat Jabir Ibn Abdillah ra bersabda:

Jika diantara kalian hendak melakukan perkara/urusan, maka rukuklah (shalatlah) dua rakaat, kemudian berdoa (HR. Bukhori)

sholat istiqarah adalah sholat sunnah 2 rakaat yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk menentukan pilihan yang mendesak. Sebelumnya, masyarakat jahiliyah melakukan istiqarah (menentukan pilihan) dengan menggunakan azlam (undian). Namun Allah melarang cara tersebut dan menggantinya dengan sholat istiqarah setelah mengangkat Nabi Muhammad SAW sebagai Rasulullah.

Setelah sholat istiqarah, biasanya akan timbul rasa tenang dan mantap di hati untuk menentukan pilihan yang ada. Petunjuk yang didapat dari istiqarah dapat berupa mimpi, dengan isyarat dan simbol-simbol tertentu. istiqarah dapat dilakukan dua atau tiga kali jika dirasa hati masih ada keraguan.

3 dari 6 halaman

Niat sholat istiqarah

Seperti sholat pada umumnya, tata cara dan doa shalat istiqarah diawali dengan membaca niat yang dapat diucapkan dalam hati. Berikut niat sholat istiqarah:

أصلى سنة الإستخارة ركعتين لله تعالى

Ussholli sunnatan istikhoroti rak’ataini lillahi ta’ala

Artinya: Saya berniat sholat sunnah istiqarah dua rakaat karena Allah Ta’ala

4 dari 6 halaman

Jumlah rakat dan ketentuan sholat istiqarah

Sholat istiqarah dapat dilakukan kapan saja, siang atau malam. sholat istiqarah tidak memiliki batasan tertentu untuk waktu pelaksanaannya. Tapi, penting diperhatikan bahwa ada waktu-waktu tertentu di mana tidak diperbolehkan melakukan sholat sunnah.

Jumlah rakaat sholat istiqarah yang disunahkan adalah 2 rakaat. Dilansir Liputan6.com dari Dream, Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq menjelaskan, sholat istiqarah boleh berupa sholat sunnah apa saja. Baik sholat sunnah rawatib, sholat sunnah tahiyatul masjid, maupun sholat sunnah lainnya.

Menurut Syaikh Wahbah disunnahkan membaca surat Al Kafirun setelah membaca surat Al Fatihah pada rakaat pertama. Setelah itu membaca surat Al Ikhlas setelah membaca surat Al Fatihah pada rakaat kedua.

5 dari 6 halaman

Tata Cara Shalat istiqarah

Berikut tata cara dan doa shalat istiqarah:

1. Niat

2. Takbiratul ihram, diikuti dengan doa iftitah

3. Membaca surat Al Fatihah

4. Membaca surat dari Alquran, diutamakan Surat Al Kafirun

5. Ruku’ dengan tuma’ninah

6. I’tidal dengan tuma’ninah

7. Sujud dengan tuma’ninah

8. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah

9. Sujud kedua dengan tuma’ninah

10. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua

11. Membaca surat Al Fatihah

12. Membaca surat dari Alquran, diutamakan Surat Al Ikhlas

13. Ruku’ dengan tuma’ninah

14. I’tidal dengan tuma’ninah

15. Sujud dengan tuma’ninah

16. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah

17. Sujud kedua dengan tuma’ninah

18. Tahiyat akhir dengan tuma’ninah

19. Salam

6 dari 6 halaman

Doa shalat istiqarah

Setelah salam, dianjurkan untuk membaca doa setelah sholat istiqarah. Berikut doanya:

“Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub.

Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (menyebutkan persoalannya) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi.

Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.”

Artinya:

"Ya Allah, sesungguhnya, aku memohon kebaikan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kemampuan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu dan aku memohon kepada-Mu dari anugerah-Mu yang Agung. Sesungguhnya, Engkau Mahakuasa sedang aku tidak kuasa, Engkau Mahatahu sedang aku tidak mengetahui, Engkaulah Dzat yang Maha Mengetahui perkara yang gaib.

Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (menyebutkan persoalannya) adalah baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akhir urusanku, maka tentukanlah untukku, mudahkanlah jalannya dan berkahilah aku di dalamnya.

Dan apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini adalah buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku dan akhir urusanku, maka jauhkanlah ia dariku dan jauhkanlah diriku darinya, tentukanlah untukku apapun yang terbaik, kemudian jadikanlah aku ridha dengannya."

 

Loading