Sukses

Demi Bikin Video TikTok, Pria Ini Nyaris Kehilangan Nyawa

Liputan6.com, Jakarta Aplikasi TikTok kini tengah digemari oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Video-video singkat yang dibuat oleh pengguna TikTok membuat warganet tertarik untuk menonton dan membagikannya karena merasa terhibur.

Di sisi lain pengguna TikTok juga merasa senang karena keseruan membuat video bersama rekan-rekannya. Namun di balik video TikTok yang seru dan menghibur, ternyata ada dampak negatif yang ditimbulkan bila digunakan secara berlebihan. 

Terobsesi membuat video yang menarik, terkadang pengguna aplikasi TikTok dapat membahayakan keselamatannya sendiri. Seperti yang terjadi baru-baru ini di India.

Seorang pria terjatuh dari kereta api yang tengah melaju kencang saat membuat video TikTok. Kejadian itu terekam dan menjadi viral di media sosial Twitter. Video tersebut dibagikan oleh Menteri Perkeretaapian dan Perdagangan India, Piyush Goyal beserta caption.

"Melakukan aksi di kereta yang bergerak bukanlah keberanian, itu adalah tanda kebodohan. Hidupmu tak ternilai, jangan letakkan dalam bahaya. Ikuti aturan dan nikmati perjalanannya." tulis Piyush Goyal seperti dikutip Liputan6.com dari akun Twitter @PiyushGoyalOffc, Jumat (21/2/2020)

2 dari 2 halaman

Nyaris kehilangan nyawa

Dalam video TikTok itu memperlihatkan seorang pria yang tak diketahui namanya berusaha turun dari kereta yang masih melaju. Namun tiba-tiba ia kehilangan keseimbangan dan jatuh ke tanah. Bahkan kepalanya sempat berada di bawah kereta selama beberapa detik.

Beruntung kemudian ia tiba-tiba dapat bangkit dan selamat dari kejadian buruk tersebut. Pria itu membahayakan nyawanya demi video TikTok yang hanya berdurasi 7 detik.

Video tersebut menjadi viral selang beberapa jam setelah dibagikan dan hingga kini telah ditonton lebih dari 115 ribu warganet. Sontak video tersebut juga mendapat berbagai komentar negatif dari pengguna Twitter.

Kejadian berbahaya dari video tersebut dapat menjadi pelajaran bagi pengguna TikTok agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Banyak warganet yang berharap tidak ada lagi orang yang membuat konten dengan membahayakan keselamatannya sendiri.