Sukses

Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi Corona COVID-19, Kisah Pria Ini Bikin Haru

Liputan6.com, Jakarta Sejak dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO, Virus Corona COVID-19 kini menjadi perhatian utama dunia. Penularannya yang sangat cepat, membuat banyak aktivitas terpaksa dibatalkan. Kini, per 30 Maret 2020 dilaporkan sebanyak 720.117 terinfeksi di seluruh dunia. Sedangkan, 149.082 di antaranya telah dinyatakan sembuh. 

Adanya pandemi Virus Corona COVID-19 akhirnya memaksa orang-orang untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Hal ini dikarenakan virus ini cepat menular melalui udara dan interaksi dengan orang maupun tempat yang telah terinfeksi. Maka dari itu, masyarakat diimbau untuk tetap di rumah supaya lebih aman.

Kini banyak instansi perkantoran yang menggunakan sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Hal ini mendukung imbauan pemerintah untuk mengurangi interaksi fisik atau physical distancing. Namun, tak semua orang dapat merasakan kemudahan tersebut.

Hal inilah yang dialami oleh pria paruh baya asal Singapura, Ah Guai. Akibat pandemi corona yang tak kunjung usai ini, ia pun terpaksa kehilangan mata pencaharian satu-satunya. Seperti apa kisah selengkapnya? Dilansir dari berbagai sumber oleh Liputan6.com, Selasa (30/3/2020).

2 dari 3 halaman

Tak memiliki keahlian dan telah memasuki usia lanjut, membuat Ah Guai mengalami kesulitan mencari pekerjaan.

Akibat perintah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, pria bernama Ah Guai kehilangan pekerjaannya. Ia pun merasa kesulitan untuk menemukan pekerjaan lain. Diketahui melalui postingan pemilik restoran seafood langganan Ah Guai, Jun Yuan House of Fish.

"Menjadi tua, tidak berpendidikan tanpa keterampilan, dia tidak dapat menemukan pekerjaan.Tapi Ah Guai punya sepeda!," tulis pemilik restoran tersebut dilansir dari mothersip.sg, Selasa (30/3/2020).

3 dari 3 halaman

Menjadi petugas pengantar makanan di Restoran Seafood langganan

Lantas, pemilik restoran tersebut pun berbaik hati untuk menawarkan pekerjaan untuk Ah Guai. Ia pun diberi posisi sebagai kurir pengantar makanan. Setiap ada makanan yang membutuhkan layanan antar, maka akan langsung dikenakan biaya $1 Singapura atau kurang lebih Rp 11 Ribu. Uang tersebut pun akan langsung masuk ke kantong Ah Guai.

Sang pemilik restoran mengungkapkan bahwa dengan cara tersebut ia berharap bisa sedikit membantu pereknomian keluarga Ah Guai. Sehingga keluarganya tak perlu khawatir dengan uang makan setiap harinya.