Sukses

Penyebab Kanker Kelenjar Getah Bening, Gejala, dan Pengobatannya yang Tepat

Liputan6.com, Jakarta Penyebab kanker kelenjar getah bening dapat dipengaruhi oleh jenisnya. Seperti yang diketahui, kanker Kelenjar Getah Bening terdiri dari dua jenis yang utama, yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin.

Gejalanya dari kedua penyakit ini serupa, yaitu adanya pembesaran kelenjar getah bening berupa benjolan di bawah kulit, demam yang berkepanjangan, banyak keringat di malam hari, penurunan berat badan, atau mudah mengalami infeksi.

Hal yang membedakan keduanya adalah jenis sel di dalam kelenjar getah bening yang menjadi ganas. Dokter tak dapat membedakan kedua jenis kanker ini melalui pemeriksaan fisik atau pemeriksaan sederhana saja.

Penyebab kanker kelenjar getah bening pada kedua jenisnya tersebut memiliki perbedaan. Walaupun gejalanya cukup serupa, kamu perlu mengenali berbagai penyebab yang dapat menimbulkan penyakit kanker kelenjar getah bening ini.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (12/6/2020) tentang penyebab kanker kelenjar getah bening.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Gejala Kanker Kelenjar Getah Bening

Sebelum mengetahui penyebab kanker kelenjar getah bening, kamu perlu mengenali gejalanya terlebih dahulu. Pada kanker kelenjar getah bening, terjadi pertumbuhan sel-sel yang tak terkendali pada salah satu atau beberapa kelenjar getah bening di dalam tubuh. Sel-sel tersebut bersifat ganas dan merusak jaringan di sekitarnya. Akibatnya, kelenjar getah bening tak mampu berfungsi menjaga daya tahan tubuh sebagaimana mestinya.

Berikut beberapa Gejala Kanker Getah Bening yang perlu kamu ketahui:

- Timbulnya benjolan di bawah kulit. Dikutip Liputan6.com dari KlikDokter, salah satu gejala yang paling awal dikenali oleh penderitanya adalah timbulnya benjolan di bawah kulit. Kondisi tersebut merupakan tanda dari pembesaran kelenjar getah bening. Benjolan tersebut paling sering dijumpai di leher, ketiak, atau lipat paha. Benjolan tersebut biasanya teraba kenyal, tidak nyeri, dan warnanya sama dengan warna kulit di sekitarnya.

- Sesak napas. Jika kanker kelenjar getah bening terjadi pada kelenjar di dalam rongga dada, gejala yang paling sering dikeluhkan adalah sesak napas. Sesak napas yang dirasakan ini awalnya ringan, tapi makin lama makin berat hingga dapat mengancam nyawa.

- Perut makin membesar dan terasa begah. Sementara itu, jika kanker terjadi pada kelenjar getah bening di rongga perut, keluhan yang paling sering dialami adalah perut makin membesar dan terasa begah.

- Demam tak terlalu tinggi yang berkepanjangan (terjadi selama lebih dari dua minggu)

- Banyak keringat khususnya pada malam hari

- Mudah lelah

- Kehilangan nafsu makan

- Terjadi penurunan berat badan secara drastis

Tidak hanya itu, orang yang mengalami kanker kelenjar getah bening juga biasanya akan lebih rentan tertular infeksi dibandingkan orang yang sehat. Hal ini karena kelenjar getah beningnya tak mampu menjaga daya tahan tubuh. Lebih lanjut, jika penderitanya mengalami infeksi, umumnya bisa sangat mudah menjadi infeksi yang berat dan membahayakan.

3 dari 5 halaman

Penyebab Kanker Kelenjar Getah Bening non-Hodgkin

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penyebab kanker kelenjar getah bening dipengaruhi oleh jenisnya. Limfoma non-Hogkin merupakan jenis kanker yang lebih sering terjadi. Studi telah menemukan bahwa penyebab kanker kelenjar getah bening satu ini terjadi karena adanya mutasi gen yang dikenal dengan nama onkogen BCL-2. Namun, hingga saat ini belum diketahui apa yang bisa menyebabkan seseorang mengalami mutasi gen tersebut.

Selain mutasi gen tersebut, penyebab kanker kelenjar getah bening non-Hodgkin lebih rentan terjadi pada orang-orang yang mengalami gangguan kekebalan tubuh, seperti:

- Penderita penyakit autoimun.

- Orang yang memiliki daya tahan tubuh yang rendah, seperti penderita HIV, orang yang baru saja menjalani transplantasi organ (misalnya transplantasi ginjal, hati, atau sumsum tulang), atau orang yang harus mengonsumsi obat jenis imunosupresan.

- Orang yang mengalami infeksi kronis seperti infeksi bakteri Helicobacter pylori yang menyebabkan gejala mag atau infeksi hepatitis C.

4 dari 5 halaman

Penyebab Kanker Kelenjar Getah Bening Hodgkin

Sementara itu, penyebab kanker kelenjar getah bening Hodgkin agak berbeda. Penyebab kanker kelenjar getah bening ini utamanya adalah infeksi virus Epstein-Barr yang menyebabkan penyakit bernama mononukleosis infeksiosa.

Penyakit ini biasanya menular dari air liur dan menyebabkan gejala berupa demam, sakit tenggorokan, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri otot, dan kemerahan di kulit.

Studi menemukan bahwa orang yang pernah mengalami infeksi virus Epstein-Barr lebih rentan mengalami limfoma Hodgkin dibandingkan dengan orang yang tak pernah terinfeksi virus tersebut.

Selain itu, penyebab kanker kelenjar getah bening Hodgkin juga lebih rentan terjadi pada orang yang memiliki sanak saudara dengan riwayat limfoma Hodgkin atau riwayat infeksi virus Epstein-Barr.

Lebih lanjut, orang dengan daya tahan tubuh yang lemah, misalnya penderita HIV atau orang yang menjalani transplantasi organ, juga rentan mengalami jenis limfoma ini.

5 dari 5 halaman

Pengobatan Kanker Kelenjar Getah Bening

Setelah mengetahui penyebab kanker kelenjar getah bening, kamu tentu juga harus mengenali pengobatannya. Pengobatan kanker kelenjar getah bening tergantung pada jenis yang dialami (Hodgkin atau Non-Hodgkin). Namun secara umum, pengobatannya melibatkan tindakan kemoterapi dan radiasi.

Kemoterapi biasanya dijalani sebanyak 6–8 siklus. Sementara, radiasi dilakukan pada lokasi kelenjar getah bening yang berubah menjadi ganas. Jika pengobatan dilakukan pada stadium 1 dan 2 angka kesembuhannya sangat besar.

Bila kamu merasakan berbagai gejala kanker kelenjar getah bening seperti yang telah disebutkan sebelumnya, segera temui dokter dan periksakan diri sebelum terlambat.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS