Sukses

Akibat Covid-19, Pasangan Beda Bangsa Ini Gelar Pernikahan di Perbatasan Negara

Liputan6.com, Jakarta Mewabahnya pandemi Corona Covid-19 memaksa sejumlah kegiatan di masyarakat harus dihentikan. Mulai dari kegiatan belajar mengajar, bekerja di kantor hingga kegiatan yang bisa memicu perkumpulan massa. Tak hanya itu, sejumlah aturan pembatasan sosial pun diberlakukan demi memutus penyebaran virus pandemi ini.

Salah satu kegiatan yang juga dijaga ketat adalah acara pernikahan. Meski menikah adalah hak setiap individu, pada masa pandemi Corona Covid-19 seperti ini para aparat pemerintah meminta untuk menggelar acara penikahan dengan tidak mengundang banyak tamu. Hal itulah yang membuat pasangan satu ini memutuskan untuk menikah di tempat yang tak biasa.

Pria dan wanita ini menggelar acara sakral mereka di perbatasan negara berupa hutan. Bukan tanpa alasan, mereka menggelar pernikahan lantaran adanya pembatasan sosial yang ketat di negara mereka.

Sepasang pengantin ini berasal berbeda negara yakni Norwegia dan Swedia. Mereka menikah di perbatasan negara lantaran kedua negara tersebut sedang memberlakukan pembatasan yang ketat dan belum memperbolehkan warga asing untuk masuk. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19.

2 dari 3 halaman

Menikah di Perbatasan Negara Berupa Hutan

Dilansir dari Web24News oleh Liputan6.com, Kamis (23/7/2020) sepasang pengantin asal Norwegia dan Swedia, Camilla Oyjord dan Alexander Clern, memutuskan menikah di perbatasan dua negara mereka. Para tamu yang diundang pun berdiri di masing-masing sisi perbatasan wilayah dengan pembatasan ketat Corona Covid-19.

Kedua mempelai mengatakan jika mereka tak bisa mengubah tanggal dan menunggu lama akibat adanya pandemi tersebut. Maka dari itu, kedua mempelai ini mengikat janji setia di tengah hutan wilayah Holebekk, sebelah tenggara Norwegia, tepatnya di perbatasan Swedia.

Mereka berdiri di masing-masing wilayah di perbatasan yang dipisahkan dengan seutas pita putih di antara keluarga dan teman-teman mereka. Meski unik dan tak biasa, acara tersebut berjalan dengan lancar.

3 dari 3 halaman

Dianggap Sebuah Lelucon

Awalnya ide ini dianggap lelucon oleh mempelai wanita, Camilla Oyjord. Namun respons keluarga dan sahabat justru mengatakan kalau itu adalah ide yang bagus. 

Bahkan mempelai pria, Alexander Clern berpikir jika orang-orang tak akan datang. Mengingat jika lokasi perbatasan hutan antara Swedia dan Norwegia cukup jauh untuk ditempuh. Namun saat hari H, mereka bahagia lantaran tamu undangan datang ke lokasi tersebut. 

Dua polisi juga turut hadir dalam acara pernikahan tersebut untuk memastikan tidak ada orang dari kedua negara ini yang melewati batas tali putih yang sudah dipasang.