Sukses

12 Tanda Awal Kehamilan, Perhatikan Nutrisi yang Diperlukan

Liputan6.com, Jakarta Biasanya, tanpa disadari, banyak tanda awal kehamilan yang sering luput dari perhatian. Sebenarnya, ada beberapa tanda awal kehamilan yang paling umum dan mudah diketahui, yaitu mual dan muntah serta telat menstruasi.

Namun, pada beberapa wanita tidak mengalami tanda awal kehamilan tersebut. Tapi tenang saja, ada ada beberapa tanda awal kehamilan lainnya yang bisa menjadi indikator. 

Biasanya, banyak wanita yang tidak sadar sedang hamil disebabkan rendahnya kadar hormon kehamilan hCG (human chorionic gonadotropin) dalam darah. Bahkan saat sedang stres bisa menjadi penyebab tak sadar bahwa sedang hamil.

Selain itu, banyak juga yang masih menganggap jika tanda awal kehamilan merupakan gejala PMS (premenstrual syndrome). Memang, meskipun hampir mirip, ada ciri-ciri yang berbeda. Untuk membahasnya lebih lanjut, berikut ini Liputan6.com melansir dari Klikdokter mengenai tanda awal kehamilan yang perlu diketahui, Selasa (13/10/2020).

2 dari 7 halaman

Tanda Awal Kehamilan yang Pertama

1. Meningkatnya Frekuensi Buang Air Kecil

Salah satu tanda awal kehamilan adalah frekuensi buang air kecil yang meningkat. Sebab, ada perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan dan membuat aliran darah serta cairan ke organ ginjal menjadi lebih optimal.

Hal ini berakibat pada kandung kemih ibu hamil yang lebih sering penuh sehingga peningkatan frekuensi berkemih tidak bisa dihindari lagi. Selain itu, seiring waktu frekuensi berkemih bisa meningkat. Hal ini karena janin terus berkembang dan membuat kandung kemih ibu hamil semakin terdesak.

2. Terlambat Datang Bulan

Tanda awal kehamilan ini mungkin menjadi ciri paling umum. Mengingat, secara umum wanita akan mengalami haid sebanyak 11-13 kali dalam satu tahun. Siklus haid tersebut bisa dikatakan normal jika terjadi dalam rentang 24–35 hari.

Indikator dari terlambat datang bulan saat belum haid setelah 5 hari atau lebih dari tanggal seharusnya. Sebagai contoh, Anda biasanya memiliki siklus haid 24 hari setiap bulan. Jika setelah hari ke-29 belum juga haid, bisa dibilang Anda mengalami terlambat datang bulan.

3. Bercak Darah dari Vagina

Mungkin banyak yang mengira jika munculnya bercak darah merupakan tanda haid, padahal bercak darah yang muncul dengan kadar lebih ringan dari haid bisa menjadi tanda hamil. Hal ini merupakan tanda dari pendarahan implantasi, yang terjadi ketika sel telur yang dibuahi menempel pada dinding rahim.

3 dari 7 halaman

Tanda Awal Kehamilan Selanjutnya

4. Payudara Bertambah Besar

Biasanya, wanita yang sedang hamil muda bisa mengalami penambahan ukuran payudara. Selain dari ukuran, kehamilan juga dapat mengubah bentuk payudara serta warna puting payudara. Hal tersebut bisa terjadi akibat pengaruh hormon estrogen, progesteron, serta prolaktin yang dilepaskan tubuh wanita ketika sedang hamil.

Seiring perubahan ukuran payudara secara keseluruhan, biasanya akan disertai dengan rasa nyeri dan terasa geli ketika disentuh. Umumnya tanda awal kehamilan ini akan terasa pada usia empat hingga enam minggu kehamilan, dan bisa terus berlangsung selama trimester pertama.

5. Sesak Napas

Sesak napas merupakan keluhan yang bisa jadi tanda awal kehamilan. Hal ini karena gejolak hormon progesteron, yang menstimulasi otak untuk memberi sinyal pada paru-paru untuk menarik udara lebih banyak.

Sebenarnya sesak napas tidak hanya terjadi ketika awal kehamilan, tapi bisa juga saat menjelang persalinan. Biasanya sesak napas di akhir kehamilan karena bentuk janin semakin besar. Dengan begitu, janin akan menghalangi paru-paru untuk berkembang optimal.

6. Punggung Nyeri

Biasanya, rasa nyeri pada punggung bagian bawah bisa jadi tanda awal kehamilan. Kondisi tersebut timbul karena ligamen menjadi longgar. Bahkan pada beberapa kasus, nyeri punggung bisa berlanjut hingga proses persalinan usai.

4 dari 7 halaman

Tanda Awal Kehamilan yang Perlu Diketahui

7. Mudah Lelah

Kelelahan ketika hamil bisa terjadi karena kadar hormon progesteron meningkat. Kemudian, peningkatan frekuensi berkemih yang terjadi ketika hamil turut menguras energi. Itulah mengapa, ibu hamil sangat rentan mengalami kelelahan.

8. Morning Sickness

Ketika sedang hamil muda, banyak wanita yang mengalami mual dan muntah, atau biasa disebut morning sickness. Sebenarnya keluhan ini tidak hanya terjadi di pagi hari, tapi dapat terjadi di sore atau malam hari. Kondsi mual dan muntah yang terjadi akibat morning sickness bahkan masih bisa dialami ibu hamil hingga pertengahan trimester dua.

9. Sakit Kepala

Adanya gejolak hormon yang dialami wanita ketika hamil muda bisa menjadi penyebab berbagai perubahan pada tubuh, salah satunya sakit kepala.

Biasanya, sakit kepala ketika sedang hamil terasa sangat berat di minggu pertama kehamilan. Namun para ibu hamil tidak perlu khawatir, sebab hal tersebut masih cukup normal. Bahkan seiring waktu, intensitas keluhan bisa berkurang, khususnya saat memasuki trimester tiga kehamilan.

5 dari 7 halaman

Tanda Awal Kehamilan yang Terakhir

10. Kram Perut

Mungkin tanda awal kehamilan ini jarang disadari. Sebab, tanda ini sering muncul justru di fase awal, yaitu minggu pertama setelah terjadi konsepsi atau pertemuan sel telur dan sel sperma. Maksudnya, gejala ini dapat muncul di atas dua minggu pascamenstruasi terakhir. Timbulnya kram perut ini akibat penempelan hasil konsepsi berupa embrio ke dalam dinding rahim, dan kemudian disebut dengan implantasi.

11. Sembelit dan Kembung

Banyak yang ketika hamil muda mengalami kesulitan untuk buang air besar disertai dengan perut kembung. Kondisi tersebut bisa karena peningkatan hormon progesteron, yang dapat memperlambat kinerja dari saluran pencernaan.

12.  Selera Makan Berubah

Mungkin salah satu tanda awal kehamilan ini cukup dikenal banyak orang. Selera makan berubah terkadang dikenal dengan istilah “ngidam”. Biasanya ibu hamil bisa menjadi lebih sensitif dan tidak menyukai makanan tertentu. Bahkan ada yang hanya mencium baunya saja sudah mual. Begitupun sebaliknya, jika suka dengan makanan tertentu maka ingin mengonsumsinya terus-menerus.

6 dari 7 halaman

Cara Mendeteksi Tanda Awal Kehamilan Melalui Urine

Caranya mudah, murah, dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Alat yang digunakan bernama test pack pun dan bisa dibeli di apotek tanpa resep dokter. Pemeriksaan urine perlu dilakukan sehari setelah terlambat datang bulan.

Apabila ingin lebih akurat, dapat melakukan tes urine setelah satu minggu mengalami terlambat datang bulan. Gunakan urine yang pertama kali keluar setelah bangun tidur. Setelah tes, pastikan garis kontrol muncul. Jika hasilnya positif biasanya ditandai dua garis sejajar.

Sedangkan jika hasilnya negatif, bukan berarti Anda tidak hamil. Hasil negatif masih berpotensi hamil, dan ada baiknya untuk tes ulang dengan test pack satu minggu kemudian.

7 dari 7 halaman

Makanan untuk Ibu Hamil

Makanan yang baik untuk ibu hamil sangat banyak, bahkan sering membingungkan bagi ibu hamil yang ingin menjalankan pola makan sehat. Secara umum, ibu hamil disarankan mengonsumsi lima kelompok makanan berikut: 

1. Karbohidrat

Karbohidrat penting sebagai sumber energi, sumber serat, zat besi, dan vitamin B. Saat kehamilan, terutama trimester kedua dan ketiga, ibu hamil membutuhkan tambahan energi 200-300 kalori setiap harinya. Berikut makanan dengan karbohidrat yang baik:

- Oatmeal

- Roti gandum

- Serealia

- Nasi merah

- Quinoa

2. Protein

Protein sangat penting membantu perkembangan janin. Berikut ini sumber makanan dengan protein tinggi:

- Daging merah tanpa lemak

- Daging unggas

- Telur

- Ikan

- Kacang-kacangan

3. Buah

Mengonsumsi berbagai jenis buah bisa membantu dalam pemenuhan vitamin dan mineral harian ibu hamil. Ada beberapa buah yang baik untuk ibu hamil, antara lain:

- Pisang

- Apel

- Jeruk

- Ceri

- Alpukat

4. Sayur

Selain buah, sayur diperlukan untuk memenuhi kebutuhan serat, vitamin, dan mineral. Beberapa jenis sayur yang direkomendasikan, seperti:

- Bayam

- Brokoli

- Buncis 

5. Susu dan Produk Olahannya

Ibu hamil perlu mengonsumsi susu dan olahannya, sebab makanan ini kaya akan kalsium, vitamin D, serta protein yang penting bagi ibu hamil. Ada berbagai jenis produk susu dan turunannya, seperti:

- Susu sapi

- Keju

- Yoghurt

- Es krim

Untuk susu sendiri, pastikan memilih susu yang sudah melewati proses pasteurisasi, agar tidak ada bakteri yang terkandung.