Sukses

Bikin Lebih Percaya Diri, 8 Gestur Tubuh Ini Bisa Dilakukan saat Sedang Gugup

Liputan6.com, Jakarta Bahasa tubuh merupakan salah satu cara untuk mengetahui tentang apa yang dirasakan seseorang. Bahasa tubuh atau gestur tubuh adalah salah satu bentuk komunikasi nonverbal. Hanya dengan gestur tubuh, seseorang bisa mengetahui apa yang dirasakan oleh orang lain.

Gestur tubuh merupakan sebuah pertanda yang terlihat pada lirikan mata, gerakan tubuh, dan lain sebagainya. Gestur tubuh bisa bermakna negatif dan positif, oleh sebab itu penting untuk seseorang mengetahui makna setiap gestur agar tidak salah dilakukan ketika berhadapan dengan orang lain.

Gestur tubuh mempunyai ragam makna, salah satunya gestur tubuh ketika sedang gugup. Untuk menghindari gestur tubuh yang memberikan sinyal gugup tersebut, seseorang bisa melakukan gerakan lain yang bermakna positif dan menumbuhkan rasa tenang ketika berhadapan dengan orang lain.

Penerapan gestur tubuh atau bahasa tubuh yang bermakna positif tentunya sangat bermanfaat ketika dihadapkan dengan momen yang menegangkan. Biasanya karena tuntutan pekerjaan, seseorang harus bersikap tenang dan hal tersebut berhubungan dengan gestur.

Berikut Liputan6.com merangkum dari Brightside tentang gestur tubuh bermakna positif yang bisa dilakukan ketika sedang gugup, Kamis (8/7/2021).

2 dari 9 halaman

1. Lakukan Kontak Mata

Komunikasi nonverbal yang bisa dilakukan ketika sedang gugup yang pertama adalah dengan melakukan kontak mata sebanyak mungkin dengan lawan bicara. Menurut penulis Michael Ellsberg, seorang ahli bahasa tubuh, kontak mata adalah salah satu alat yang paling penting dan kuat ketika berinteraksi tatap muka dengan orang lain.

Mempertahankan kontak mata yang tepat dapat menunjukkan kejujuran, ketulusan, mudah didekati, perhatian, dan kesediaan untuk mendengarkan. Mempertahankan kontak mata adalah metode yang sangat efektif.

Seseorang yang melakukan kontak mata selama percakapan berlangsung cenderung menunjukkan bahwa seseorang dapat memberikan rasa aman sambil memancarkan kepercayaan diri. Sisi lainnya yakni memalingkan muka atau menunduk saat berbicara dengan seseorang, sering dipahami sebagai tanda rasa tidak aman.

3 dari 9 halaman

2. Menjaga Kepala Agar Tetap Tegak

Menjaga kepala agar tetap tegak ketika berbicara merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menghindari rasa gugup. Umumnya, orang yang berjalan dengan kepala tertunduk, atau yang menundukkan kepala saat berbicara dengan orang lain, memiliki kepribadian yang introvert atau kepercayaan diri.

Sementara jika seseorang berjalan atau berbicara dengan orang lain dengan kepala terangkat, ini akan membuat mereka tampak seperti orang yang aman, percaya diri, dan bangga.

Makna secara umum tersebut juga menjelaskan fakta bahwa posisi kepala seseorang ketika berhadapan dengan orang lain menunjukkan keterbukaan dan kejujuran karena orang tersebut tidak menyembunyikan apa pun dan mereka tidak takut untuk menjadi sangat jelas dan dibaca oleh orang lain.

4 dari 9 halaman

3. Postur Tubuh Tegak dan Terbuka

Berhadapan dengan siapapun, penting untuk berdiri tegak dan terbuka agar kepercayaan diri dapat terbuka. Jika ingin menunjukkan rasa kepercayaa diri, postur tubuh harus lurus dan harus terlihat santai.

Cara yang bisa dilakukan adalah dengan meletakkan bahu ke belakang dan kepala ke atas. Dengan cara ini, seseorang akan terlihat tenang tetapi percaya diri pada saat yang bersamaan. Postur membungkuk, tegang, dengan bahu ke depan dan kepala ke bawah, memberikan kesan sebalikny yakni rasa tidak aman, rasa malu, dan gugup.

Fakta menarik lainnya dari postur tubuh ketika berhadapan dengan orang lain yakni ketika berbicara tentang postur terbuka, seseorang harus mengatur posisi kaki agar sedikit terpisah. Hal tersebut juga berlaku untuk lengan, karena menunjukkan keterbukaan dan memperhatikan apa yang dikatakan orang lain. Sebaliknya, postur tertutup, dengan lengan dan kaki disilangkan atau sangat berdekatan bermakna sebaliknya.

5 dari 9 halaman

4. Posisi Melipat Tangan

Ketika berhadapan dengan orang lain ketika rapat atau wawancara kerja, posisi tangan juga perlu diperhatikan. Pasalnya salah posisi tangan bisa bermakna negatif dan menunjukkan kegugupan.

Perlu untuk menghindari memasukkan tangan ke dalam saku ketika berbicara dengan orang lain. Memasukkan tangan ke dalam saku menunjukkan kegugupan, rasa tidak aman, dan kebutuhan untuk menyembunyikan sesuatu atau menjaga jarak. Itulah mengapa lebih baik menjaga posisi agar tetap terlihat dalam posisi santai salah satunya melipat tangan di depan dada.

Melipat tangan di depan juga mempunyai dua makna, meletakkan jari di dalam lekukan tangan itu bermakna negatif, sementara jika memperlihatkan jari menunjukkan kepercayaan diri. Melansir dari Brightside, ketika seseorang merasa percaya diri, jarak antara jari-jari tangan biasanya lebih besar, seseorang cenderung mengangkat ibu jari sedikit lebih banyak, dan mendekatkan ujung jari.

6 dari 9 halaman

5. Mengarahkan Kaki ke Lawan Bicara

Meskipun tampak sederhana, postur dan orientasi kaki saat berbicara dengan orang lain juga penting. Saat berhadapan dengan orang lain, penting untuk menjaga kaki agar tetap lurus dan tentunya mempertahankan postur tubuh tegak. Cara tersebut merupakan cara yang baik untuk mengomunikasikan tentang ketertarikan dengan lawan bicara.

Tak hanya itu, postur tersebut juga membuat seseorang. Sebaliknya, jika kaki mulai mengarah ke luar, itu mungkin merupakan tanda gugup, cemas, tidak nyaman, dan bahkan kebutuhan untuk bergegas dan pergi. tampil lebih percaya diri.

7 dari 9 halaman

6. Tersenyum Kecil

Tersenyum merupakan kunci untuk meningkatkan kepercayaan diri ketika berhadapan dengan orang lain. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh ahli saraf, orang yang menunjukkan senyum kecil disertai sedikit elevasi alis saat berbicara dengan seseorang cenderung menghasilkan simpati dan kepercayaan yang lebih besar pada lawan bicaranya.

Saat menjalin komunikasi dengan orang lain, lawan bicara pasti mencari seseorang yang tampaknya ramah dan mau mendengarkan, dan bukan orang yang tampak menjengkelkan, tidak nyaman, atau jauh. Oleh sebab itu, gerakan sederhana seperti itu sebenarnya bisa sangat membantu saat mengobrol dengan orang lain.

8 dari 9 halaman

7. Membuat Ruang Sendiri

Jika merasa tidak nyaman tentang diri sendiri atau gelisah dan gugup tentang situasi tertentu, seseoran mungkin memiliki kecenderungan untuk membuat ruang kecil untuk menenangkan diri sendiri. Melakukan hal ini akan dilihat sebagai tanda kenyamanan, kepercayaan diri, dan keamanan.

9 dari 9 halaman

8. Mencondongkan Tubuh ke Depan

Mencondongkan tubuh ke depan menunjukkan kepada orang lain bahwa kamu memperhatikan dan tertarik dengan apa yang mereka katakan. Pada saat yang sama, postur seperti itu mengirimkan pesan kepercayaan diri dengan mengurangi atau menghilangkan hambatan antara seseorang dengan lawan bicaranya.

Sisi lainnya, bersandar ke belakang meningkatkan jarak antara seseorang dengan lawan bicara menunjukkan kurangnya minat atau perhatian.