Sukses

17 Macam Kalimat dalam Bahasa Indonesia, Ketahui Penggunaannya

Liputan6.com, Jakarta Macam kalimat dibagi menjadi banyak klasifikasi. Kalimat adalah rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri sehingga memiliki makan lengkap. Macam kalimat beragam dalam penuilisannya.

Macam kalimat membentuk karakteristik tersendiri. Dalam kaidah bahasa Indonesia, macam kalimat memiliki aturan penulisan sendiri. Macam kalimat ini juga bisa mewakili ekspresi dan berbagai pemikiran serta emosi. 

Macam kalimat penting dikenali, terutama bagi kamu yang sedang belajar menulis. Dengan menggunakan berbagai macam kalimat, penulis bisa memvariasikan karyanya. Berikut macam kalimat dalam bahasa Indonesia, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat(30/07/2021).

2 dari 8 halaman

Macam kalimat berdasarkan tujuannya

Kalimat Perintah

Kalimat perintah adalah macam kalimat yang bertujuan untuk memberikan perintah kepada seseorang untuk melakukan sesuatu. Kalimat perintah dalam bentuk lisan biasanya diakhiri dengan intonasi yang tinggi, sedangkan pada bentuk tulisan kalimat ini akan diakhiri dengan tanda seru (!).

Contoh: Tolong, tutup pintu itu!

Kalimat berita

Kalimat berita adalah kalimat yang isinya mengabarkan atau menginformasikan sesuatu. Dalam penulisannya kalimat ini diakhiri dengan tanda titik (.) Dalam pelafalannya kalimat ini akan diakhiri dengan intonasi yang menurun. Biasanya kalimat berita akan berakhir dengan pemberian tanggapan dari pihak yang mendengar kalimat berita ini.

Contoh: Kita akan berangkat ke bandara besok siang.

Kalimat seruan

Kalimat seruan adalah kalimat yang digunakan untuk mengungkapkan perasaan. Dalam pelafalan biasanya ditandai dengan intonasi yang tinggi, sedangkan dalam penulisannya kalimat seruan akan diakhiri dengan tanda seru (!) atau tanda titik (.).

Contoh: Wah, indah sekali pemandangan itu!

Kalimat tanya

Kalimat tanya merupakan kalimat yang bertujuan untuk mengungkapkan pertanyaan terhadap suatu hal, biasanya penulisan kalimat ini akan diakhiri dengan pemberian tanda tanya (?). Kata tanya yang sering digunakan dalam kalimat tanya adalah bagaimana, dimana, kemana, kapan, berapa, siapa, mengapa.

Contoh: Kemana korban bencana alam itu diungsikan?

3 dari 8 halaman

Macam kalimat berdasarkan cara penyajiannya

Kalimat melepas

Kalimat ini akan terwujud jika kalimat majemuk diawali dengan induk kalimat (kalimat utama) dan diikuti oleh anak kalimat. Gaya penuilisan itu disebut gaya penyajian melepas.

Contoh:

Saya akan diizinkan pergi dengan teman-teman jika saya selesai mengerjakan pekerjaan rumah.

Kalimat klimaks

Macam kalimat ini akan terbentuk jika anak kalimat berada di awal kalimat majemuk dan diikuti oleh kalimat utama (induk kalimat).

Contoh:

Karena pola makan yang tidak teratur, penyakit Maagnya sering kambuh.

Kalimat berimbang

Kalimat ini biasanya disusun dalam bentuk kalimat majemuk setara atau kalimat majemuk campuran. Gaya penyajian seperti ini ialah untuk memperlihatkan kesejajaran bentuk dan informasinya.

Contoh:

Harga pangan saat ini makin melonjak, pedagang dan konsumen mempermasalahkan harga yang semakin naik.

4 dari 8 halaman

Macam kalimat berdasarkan pengucapan

Kalimat langsung

Kalimat langsung adalah macam kalimat yang penulisannya seperti menirukan suara orang lain. Cirinya adalah 2 tanda petik ("..."). Kalimat langsung tidak hanya berupa kalimat pernyataan tapi juga dapat berupa kalimat perintah dan kalimat tanya.

Contoh:

Ibu berkata, " Budi tutup pintu itu. "

Kalimat tidak langsung

Kalimat tidak langsung adalah macam kalimat yang mengalami perubahan dari kalimat langsung yang menggunakan tanda petik, ke bentuk berita yang tidak menggunakan tanda petik.

Contoh:

Ibu meminta budi untuk menutup pintu itu.

5 dari 8 halaman

Macam kalimat berdasarkan jumlah frasa

Kalimat tunggal

Kalimat tunggal adalah macam kalimat yang hanya memiliki satu pola atau klausa, yang terdiri dari subjek dan predikat. Kalimat tunggal sendiri terdiri dari 2 jenis, yaitu kalimat nominal dan kalimat verbal. Kalimat nominal adalah kalimat yang pola predikatnya menggunakan kata benda. Sementara kalimat verbal adalah macam kalimat yang menggunakan kata kerja sebagai predikatnya.

Contoh:

Kata benda + kata kerja = Ani Menyapu

Kalimat majemuk

Kalimat majemuk merupakan kalimat yang mempunyai dua pola (klausa) kalimat atau lebih. Kalimat majemuk ini terdiri dari induk dan anak kalimat. Cara membedakan anak dan induk kalimat yaitu dengan melihat letak konjungsi atau kata penghubung. Konjungsi hanya terdapat pada anak kalimat. Kalimat majemuk ada empat macam yaitu, majemuk setara, bertingkat, campuran, dan rapatan.

Kalimat majemuk setara merupakan penggabungan dua atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya sejajar atau sederajat. Contoh: "Aku menulis surat itu dan Dia yang mengirimnya ke kantor pos."

Kalimat Majemuk Bertingkat adalah penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya berbeda. Contoh: "Dia pergi dari rumah karena bertengkar dengan istrinya."

Kalimat majemuk campuran merupakan kalimat majemuk yang merupakan penggabungan antara kalimat majemuk setara dengan kalimat majemuk bertingkat. Minimal pembentukan kalimatnya terdiri dari 3 kalimat. Contoh: Toni bermain dengan Kevin dan Rina membaca buku dikamar, ketika aku datang kerumahnya.

Kalimat majemuk rapatan adalah gabungan beberapa kalimat tunggal yang karena subjek, predikat, atau objek yang sama. Bagian yang sama hanya disebutkan sekali. Contoh: Anak itu pandai berbahasa Inggris, Belanda, dan Mandarin.

6 dari 8 halaman

Macam kalimat berdasarkan unsur kalimat

Kalimat lengkap

Kalimat lengkap merupakan macam kalimat yang setidaknya masih memiliki sebuah subjek dan sebuah predikat. Kalimat majas juga bisa dikategorikan sebagai kalimat lengkap.

Contoh:

Kami membersihkan kelas bersama-sama.

Kalimat tidak lengkap

Kalimat tidak lengkap adalah kalimat yang tidak sempurna. Kalimat dengan bentuk tidak sempurna kadang hanya berupa sebuah subjek saja, atau sebuah predikat, bahkan ada yang hanya berupa objek atau keterangan saja. Kalimat tidak lengkap sering dipakai untuk kalimat semboyan, salam, perintah, pertanyaan, ajakan, jawaban, seruan, larangan, sapaan, dan kekaguman.

Contoh:

Ayo, berangkat!

7 dari 8 halaman

Macam kalimat berdasarkan pola subjek dan predikat

Kalimat Versi

Kalimat versi merupakan kalimat yang sesuai dengan susunan pola kalimat dasar Bahasa Indonesia (S-P-O-K).

Contoh:

Kami membeli peralatan sekolah di toko itu.

Keterangan:

Kami = Subjek

membeli = Predikat

peralatan sekolah = Objek

di toko itu = Keterangan

Kalimat Inversi

Kalimat inversi merupakan macam kalimat yang ditandai dengan adanya kata predikat yang mendahului kata subjek. Kalimat inversi biasanya dipakai untuk penekanan atau ketegasan makna.

Contoh:Bawa buku itu kemari!

Keterangan:

Bawa = Predikat

buku itu kemari! = Subjek

8 dari 8 halaman

Macam kalimat berdasarkan subjek

Kalimat Aktif

Kalimat aktif adalah macam kalimat yang unsur subjeknya melakukan suatu tindakan atau pekerjaan. Kalimat aktif dapat dibedakan lagi menjadi 2, yaitu kalimat aktif transitif dan intransitif. Kalimat Aktif Transitif adalah kalimat yang dapat diikuti oleh objek penderita. Predikatnya biasanya berawalam “me-“ dan selalu dapat dirubah kedalam bentuk kalimat pasif yang predikatnya berawalan “di-“. Contoh: Kami membuat kue. (kalimat aktif) dapat dirubah menjadi Kue dibuat oleh kami. (kalimat pasif)

Kalimat Aktif Intransitif adalah kalimat yang tidak dapat diikuti oleh objek penderita. Predikat pada kalimat ini biasanya berawalan “ber-“. Kalimat ini tidak dapat dirubah menjadi kalimat pasif. Contoh: Kami berjaga diluar rumah.

Kalimat pasif

Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu tindakan. Kalimat pasif dapat dibedakan menjadi 2 bentuk, yaitu kalimat pasif biasa dan zero. Kalimat Pasif Biasa adalah kalimat pasif yang terdapat di kalimat aktif transitif. Untuk predikatnya sendiri selalu berawalan dengan imbuhan “di-“, “ter-“ dan “ke-an”. Contoh: Sampah dibuang Rina.

Kalimat Pasif Zero adalah kalimat yang unsur objek pelaku berdekatan dengan unsur objek penderita tanpa ada sisipan dari kata yang lain. Ciri lainnya ialah unsur predikat berakhiran “-kan” sehingga membuat awalan “di-“ menghilang dari predikat. Predikat juga bisa menggunakan kata dasar yang bersifat kata kerja, kecuali kata kerja "aus" (kata kerja yang tidak bisa menggunakan awalan “me-“ dan “ber-“). Contoh: akan saya sampaikan pesanmu..