Sukses

10 Cara Presentasi yang Baik dan Benar Agar Audiens Tertarik, Perhatikan Kesan Pertama

Liputan6.com, Jakarta Cara presentasi yang baik dan benar perlu diketahui supaya audiens dapat tertarik dengan informasi yang kita berikan. Poin penting dalam menyampaikan presentasi adalah apakah materi presentasi tersebut bisa menarik perhatian audience atau tidak. 

Presentasi adalah suatu kegiatan dimana kita berbicara di hadapan banyak orang. Presentasi ini merupakan salah satu kegiatan yang berungsi untuk memaparkan suatu topik, pendapat, hasil kerja, ataupun informasi kepada orang lain. Adapun tujuan dari presentasi ini pun mencakup dalam berbagai hal, diantaranya adalah untuk membujuk audience, memberi informasi kepada audience, ataupun juga untuk meyakinkan kepada audience.

Efektifnya sebuah presentasi sangat ditentukan oleh kemampuan presenter untuk menyampaikannya kepada para audiens. Tentu saja, setiap presenter memiliki gayanya masing-masing, yang bisa mempengaruhi cara presentasi yang baik dan benar. Selain itu, tema presentasi juga bisa menjadi hal yang harus diperhatikan. Cara presentasi yang baik dan benar tidak sesuai dengan tema presentasi bisa mempengaruhi efektif atau tidaknya presentasi tersebut.

Supaya presentasi dapat berjalan dengan baik dan efektif, berikut ini ada beberapa cara presentasi yang baik dan benar agar audiens tertarik yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Jum’at (13/8/2021).

2 dari 6 halaman

Membuka Presentasi dengan Mengesankan dan Tingkatkan Percaya Diri

1. Pembukaan Presentasi yang Mengesankan

Cara presentasi yang baik dan benar yang utama adalah membuka presentasi dengan mengesankan. Kesan pertama merupakan hal yang along penting, sehingga dalam menyampaikan presentasi harus membuat kesan yang baik dan mengesankan. Jika presentasi dimulai setekah makan siang, sebelum masuk pada topik presentasi bisa diawali dengan melakukan intermeso, yel-yel, atau game. Agar audience tidak merasa kantuk dan bosan.

2. Tingkatkan Rasa Percaya Diri

Cara presentasi yang baik dan benar selanjutnya adalah tingkatkan rasa percaya diri. Salah satu yang menyebabkan presentasi gagal dilakukan adalah tidak yakin bahwa Anda bisa menyampaikan presentasi. Rasa malu dan grogi biasanya sering dialami seseorang ketika harus presentasi. Sehingga yakinkan diri sendiri bahwa Anda bisa berbicara di depan orang banyak. Dengan terlihat percaya diri, maka audience akan merasa yakin dengan diri Anda sebagai pembicara.

3 dari 6 halaman

Tunjukan Rasa Semangat dan Sering Berlatih

3. Tunjukkan Rasa Semangat, Gembira, dan Bahagia

Cara presentasi yang baik dan benar selanjutnya adalah tunjukkan rasa semangat, gembira, dan bahagia. Ketika presentasi sudah dipersiapkan dengan baik, yang perlu dilakukan selanjutnya adalah menyampaikan presentasi dengan semangat, tidak loyo, tidak malas-malasan, dan sebagainya. Apapun kondisi yang dialami semaksimal mungkin tidak diperlihatkan di depan audience.

4. Sering Berlatih dan Simulasi

Cara presentasi yang baik dan benar selanjutnya adalah sering berlatih atau simulasi. Seringlah berlatih dan melakukan simulasi agar terbiasa berbicara di depan umum. Cara berlatih yang bisas dilakukan adalah dengan terlebih dahulu berlatih mandiri berbicara di depan cermin. Dari situ Anda mengetahui mimik muka dan cara pembawaan ketika berbicara. Memahami bagaimana intonasi dan kekuatan suara yang harus dibawakan. Jika dirasa sudah baik, mulailah berlatih presentasi di depan keluarga, teman,d an akhirnya bisa menyampaikan presentasi di depan orang banyak.

4 dari 6 halaman

Antusiasme dan Hindari Berbicara dengan Slide

5. Antusiasme

Cara presentasi yang baik dan benar selanjutnya adalah antusiasme. Kondisi yang dialami saat berlangsungnya presentasi tentu tidak dapat dihindari. Kemungkinan suasana yang tidak sesuai keinginan akan membuat suasana hati menjadi terbawa. Tunjukkan terus antusiasme, apapun dan bagaimanapun kondisi yang sedang Anda alami selama presentasi berlangsung.

6. Hindari Berbicara dengan Slide

Cara presentasi yang baik dan benar selanjutnya adalah hindari berbicara dengan slide. Seringkali pembicara terlalu fokus dengan isi slide dari presentasi. Sehingga tanpa sadar, presentasi yang disampaikan hanya membaca slide saja. Gunakan slide hanya sebagai alat bantu menjelaskan poin presentasi. Selebihnya Anda harus mengembangkan materi presentasi tersebut secara lisan.

5 dari 6 halaman

Kuasai Materi Presentasi fan Sense Of Humor

7. Kuasai Materi Presentasi

Cara presentasi yang baik dan benar selanjutnya adalah kuasai materi presentasi. Kunci  keberhasilan lainnya adalah harus menguasai materi presentasi yang akan dibawakan. Sehingga ketika berhadapan dengan audience, materi yang disampaikan terlihat mengalir.

8. Sense Of Humor

Cara presentasi yang baik dan benar selanjutnya adalah sense of humor. Humor pada saat menyampaikan presentasi digunakan untuk memecahkan keheningan dan rasa kaku saat presentasi. Humor yang digunakan sebaiknya tidak terlalu panjang dan hanya digunakan sebagai ice breaking atau memecah suasana.

6 dari 6 halaman

Tidak Bertele-tele dan Lakukan Kontak Mata

9. Tidak Bertele-tele

Cara presentasi yang baik dan benar selanjutnya adalah tidak bertele-tele. Sampaikan materi presentasi dengan jelas dan langsung pada permasalahan serta solusinya. Tujuannya untuk mengurangi kebosanan pada audience dan membuat audience puas serta terus mendengarkan presentasi Anda.

10. Lakukan Kontak Mata

Cara presentasi yang baik dan benar selanjutnya adalah lakukan kontak mata. Kontak mata sangat penting untuk menjalin hubungan yang lebih intens dengan audiens. Saat presentasi dilakukan di depan jumlah audiens yang sedikit, proses kontak mata ini akan lebih mudah dilakukan. Tapi, jangan khawatir jika Anda harus menyampaikan presentasi di depan puluhan, bahkan ratusan audiens. Kontak mata tetap dapat dilakukan. Anda tinggal mengarahkan tatapan Anda pada para audiens yang dianggap dapat mewakili sudut-sudut tempat mereka duduk.

Arahkan pandangan mata ke semua arah di mana para audiens duduk mendengarkan Anda secara bergantian. Dengan demikian, para audiens akan merasa bahwa Anda memperhatikan mereka. Merekapun akan memperhatikan Anda. Jangan lupa juga untuk tersenyum ketika Anda melakukan kontak mata dengan para audiens.