Sukses

6 Karakter Disney Digambarkan Jadi Mirip Lukisan Terkenal Ini Unik, Bikin Kagum

Liputan6.com, Jakarta Lukisan zaman dahulu tetap terkenal dan terkenang meski saat ini banyak lukisan modern lainnya yang tak kalah indah. Bahkan agar tidak tergerus oleh zaman, lukisan terkenal dahulu digambarkan ulang dengan cara lain untuk mengenalkannya kepada dunia.

Menghidupkan kembali lukisan indah zaman dahulu bisa dengan banyak cara, salah satunya dengan menggambarkannya lewat karakter Disney. Pengaplikasian ulang lukisan terkenal zaman dahulu tentunya tak lepas dari kreativitas seniman yang selalu punya ide baru.

Desain grafis sekaligus ilustrator Spanyol Carlos Gromo menggabungkan karya seni klasik dengan sesuatu yang disukai banyak orang, yakni Disney. Sang seniman mengambil karakter terkenal Disney dan menempatkannya ke dalam lukisan klasik. Dengan begitu, orang dapat mudah untuk mengingatnya.

Tentunya tidak mudah untuk menggambarkan ulang lukisan terkenal dengan karakter Disney. Namun, Carlos Gromo sukses menciptakan konsep dan merancang karakter Disney jadi mirip dengan lukisan terkenal.

Berikut Liputan6.com merangkum dari Boredpanda tentang potret karakter Disney mirip dengan lukisan terkenal, Selasa (14/9/2021).

2 dari 7 halaman

1. Karakter Disney Beauty and The Beast digambarkan ulang jadi mirip lukisan karya Pierre Auguste Cot dengan tema Ophelia tahun 1870.

3 dari 7 halaman

2. Lukisan tahun 1859 berjudul The Kiss karya Francesco Hayez dihidupkan kembali dengan karakter Robin Hood.

4 dari 7 halaman

3. Rapunzel yang digambarkan jadi mirip lukisan Maximilian Pirner berjudul Sleepwalker tahun 1878 sangat mirip ya.

5 dari 7 halaman

4. Lukisan karya Walter Crane berjudul A Masque for the Four Seasons tahun 1909 tergambar jelas dengan rancangan karakter Sleeping Beauty.

6 dari 7 halaman

5. Rupanya karakter Beauty and The Beast gambarkan banyak lukisan. Ini adalah gambaran tentang lukisan A musical interlude karya John Arthur Lomax tahun 1857–1923.

7 dari 7 halaman

6. Karakter The Swan Princess digambarkan sangat apik agar menyerupai lukisan The End of The Song karya Edmund Blair Leighton tahun 1902.