Sukses

Jalani Operasi Potong Leher, Ini 6 Potret Kondisi Terbaru Lucinta Luna

Liputan6.com, Jakarta Lucinta Luna tampaknya ingin selalu mempertahankan kecantikannya demi tampil menarik di depan publik. Selebriti kelahiran 1989 ini pun sempat menjalani operasi plastik di Korea Selatan beberapa waktu lalu. Penampilan Lucinta Luna dipuji semakin menawan bak Idol Korea Selatan. 

Tak sampai di situ, baru-baru ini Lucinta Luna kembali menjalani operasi plastik di bagian kepala dan wajahnya. Dalam postingan foto di Instagram pribadinya, pemilik nama asli Muhammad Fattah itu tampil dengan kepala dan leher yang dibalut perban.

Terbaring di ranjang rumah sakit, ada selang putih yang menempel di badannya dan terdapat banyak darah. Bagian hidung Lucinta juga ditutupi oleh plester. Namun Lucinta tidak menjabarkan secara jelas operasi apa yang ia lakukan saat ini di Korea Selatan.

Kondisi terbaru Lucinta Luna mengundang komentar netizen, tak sedikit yang ngeri dan takut melihat penampilannya yang seperti itu. Netizen mendoakan agar seleb 33 tahun itu lekas pulih dan berharap penampilannya tampak semakin cantik. Berikut 6 potret kondisi terbaru Lucinta Luna, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (7/7/2022).

2 dari 7 halaman

1. Lucinta Luna mengaku merasa terganggu dengan suaranya. Untuk itu ia kembali menjalani operasi.

3 dari 7 halaman

2. Seleb 33 tahun itu menjelaskan jika setelah menjalani operasi plastik sebelumnya, suaranya tak kunjung kembali normal dan sempat merasa sakit.

4 dari 7 halaman

3. Dengan menangis, Lucinta Luna berkata akan melakukan operasi plastik dengan memotong bagian di lehernya untuk menghilangkan suara 'Khodam'.

5 dari 7 halaman

4. Begini kondisi terkini Lucinta Luna usai menjalani operasi. Terlihat ada selang putih yang menempel di badannya dan terdapat banyak darah.

6 dari 7 halaman

5. Tak sedikit netizen yang ngeri dan takut melihat kondisi terkini pemilik nama asli Muhammad Fattah tersebut.

7 dari 7 halaman

6. Usai jalani operasi potong leher, Lucinta Luna mengaku tidak diperbolehkan berbicara selama dua minggu dan susah makan.