Sukses

Pria Ini Rela Jalan Kaki Gendong Jenazah Anak Selama 1 Jam karena Jalan Rusak

Liputan6.com, Jakarta Kepergian orang tersayang untuk selama-lamanya tentu menyisakan duka mendalam bagi setiap orang tua. Hati orang tua mana yang tak sakit dan sedih bila ditinggal oleh buah hatinya. Sambil menahan sedih, orang tua pun akan mengantarkan sang anak ke peristirahatan terakhirnya.

Seperti yang dilakukan oleh seorang pria yang baru-baru ini viral di media sosial. Pilunya lagi, pria asal Kota Marudu, Sabah itu bahkan menggendong jenazah anak perempuannya menuju ke rumah selama 1 jam pada tengah malam.

Melalui informasi dari Pak Masrul di Facebook, pria yang menggendong jenazah anak perempuannya itu diketahui berasal keluarga yang kurang mampu. Keluarga tersebut merupakan golongan miskin yang mendapat bantuan keranda dan pengantaran jenazah dengan ambulans dari Persatuan Amal dan Jariah Sabah.

Namun karena kondisi jalan yang buruk, ambulans tidak bisa melewatinya. Pria itu pun rela berjalan kaki pulang ke rumahnya di Kampung Samparita Tengah, Kota Marudu, sambil menggendong jenazah bayi perempuannya, meski memakan waktu sekitar satu jam. Berikut kisah selengkapnya, dilansir Liputan6.com dari mStar, Sabtu (13/8/2022).

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Rela Jalan Kaki Gendong Jenazah Anak

Kondisi jalan sangat buruk sehingga tidak memungkinkan mereka untuk melanjutkan perjalanan ke rumah pria itu dengan menggunakan ambulans. Setelah itu, pria tersebut harus berjalan pulang dengan membawa jenazah putrinya kembali ke rumah yang memakan waktu sekitar satu jam.

"Waris terpaksa berjalan kaki membawa jenazah anaknya. Satu jam lagi perjalanannya untuk sampai ke rumah mereka," tutur Pak Masrul seperti dikutip oleh Liputan6.com dari mStar, Sabtu (13/8/2022).

Saat terjebak di jalan rusak, mereka mencoba meminta bantuan tetapi gagal karena tidak memiliki jangkauan yang stabil. Tidak hanya itu, pada saat yang sama mereka juga berada di tengah hutan pada larut malam.

3 dari 3 halaman

Mendapat Simpati Warganet

Diketahui bahwa insiden itu terjadi beberapa waktu yang lalu dan bayi perempuan berusia lima bulan yang digendong ayahnya itu dipastikan meninggal di Rumah Sakit Queen 2, Kota Kinabalu, Sabah.

Kisah tersebut mendapat berbagai reaksi simpati dari netizen. Netizen juga memuji tindakan mulia lembaga swadaya masyarakat (LSM), terutama tim pengelola kamar jenazah, karena bersedia membantu menyalurkan bantuan.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS