Sukses

Disayang dan Dirawat, Ini Asal Usul Kucing Liar Jadi Bagian dari 'Penduduk' Turki

Liputan6.com, Jakarta Turki merupakan negara yang ramah kucing. Hampir semua kucing di Turki, khususnya kucing liar sangat terawat dan seperti sudah menjadi bagian dari ‘penduduk’ Turki. Selalu dirawat dan disayang, kucing liar di Turki sangat bagus dan cantik. 

Lantaran identik dengan kucing-kucing yang bersih dan terawat, tak heran jika wisatawan yang datang berkunjung ke Turki selalu takjub dan gemas dengan kucing liar di negeri tempat berdirinya Hagia Sophia ini.

Kucing adalah hewan yang paling dicintai di Istanbul dan menjadi daya tarik tersendiri di Istanbul. Melansir dari Theoutline.com, jumlah kucing yang sebenarnya di Turki, khususnya di Istanbul sangat sulit diperkirakan, karena jumlahnya sangat banyak.

Pada tahun 2019, The New York Times memperkirakan bahwa di Istanbul saja, diperkirakan ada 130.000 anjing dan 125.000 kucing berkeliaran bebas. Bukan tanpa alasan, kucing liar di Turki yang sangat disayang dan diarawat seperti sudah menjadi bagian dari ‘penduduk’ Turki tentu asal usulnya.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber asal usul kucing liar di Turki sangat disayang penduduk Turki, Kamis (28/4/2022).

2 dari 4 halaman

Awal Mula Banyak Kucing Liar

Kucing sangat terkenal dan disayang oleh penduduk Turki. Keberadaan kucing di Istanbul bermula dari masa Kekaisaran Ottoman. Saat itu, wilayah Istanbul disebut ibu kota Konstantinopel. Pada masa Kekaisaran Ottoman, kapal yang mendarat di Konstantinopel membawa kucing untuk membasmi hewan hama seperti tikus.

Sejak saat itu, kucing-kucing di sana berkembang biak dan jumlahnya jadi semakin banyak. Pada waktu itu, orang-orang dengan senang hati memelihara kucing-kucing yang baru datang itu karena rumah-rumah kayu di kota itu menarik banyak tikus

Era Ottoman di Istanbul, seringkali, orang saleh akan merawat kucing. Salah satu penjelasan di balik penghormatan orang Turki terhadap kucing adalah karena kucing dianggap sebagai makhluk yang bersih secara ritual dalam Islam. Nabi Muhammad SAW juga mengungkapkan kecintaannya terhadap hewan dalam hadits (kumpulan perkataan nabi).

3 dari 4 halaman

Dianggap Sebagai Hewan Bersih

Dianggap sebagai hewan yang bersih secara ritual dalam Islam, masayarakat muslim sayang menyayangi dan menghormati kucing. Dalam hadits, ada banyak contoh kecintaan Nabi terhadap kucing. Ada satu kisah, Nabi Muhammad SAW memotong lengan jubahnya, agar tidak mengganggu kucing yang meringkuk di atasnya untuk tidur siang.

Dalam kisah lain, kucing peliharaan Abu Hurairah (secara harfiah berarti "ayah dari anak kucing") menyelamatkan Nabi Muhammad SAW dari serangan ular yang mematikan. Nabi Muhammad SAW konon memberkati kucing itu dengan rasa terima kasih, memberi kucing kemampuan untuk selalu mendarat di kaki mereka.

Kucing di Turki juga dihormati karena menjaga kota dari tikus, serta tikus, yang membawa penyakit seperti wabah.

4 dari 4 halaman

Sangat Disayangi

Kucing di Turki sangat disayangi dan dihormati. Istanbul adalah kota kucing yang sesungguhnya karena banyaknya kucing. Hampir di setiap sudut kotanya ada banyak kucing yang berkeliaran.

Namun, tak hanya di Istanbul, ada banyak kucing di Turki dan hampir di setiap kotanya akan banyak ditemukan kucing yang lucu dan menggemaskan. Kucing-kucing di Turki dirawat dengan kasih sayang dan diberikan makanan yang baik dan bersih.

Berkeliaran di jalan-jalan Istanbul, wisatawan akan melihat banyak wadah kecil di sisi bangunan, dan jatah makanan yang dibagikan oleh penduduknya. Popularitas kucing di Istanbul tidak luput dari perhatian orang-orang di media sosial.